Disdik DKI: KJP Siswa akan Dicabut Jika Keluarganya Miliki Mobil Siswi menunjukkan Kartu Jakarta Pintar usai menerimanya di SMK 56 Pluit, Jakarta, ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna.

MerahPutih.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bakal mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus milik siswa di Ibu Kota yang orangtuanya terbukti memiliki mobil.

Plt Kepala Disdik DKI Syaifulloh Hidayat mengatakan keluarga pemilik mobil dikategorikan sebagai keluarga mampu tidak berhak menerima KJP Plus. Syarat keluarga yang berhak menerima KJP Plus adalah mereka yang kurang mampu dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari PTSP.

Baca Juga

Meski Belum Cair, Kadisdik DKI: Dana KJP Jangan Buat Beli Rokok dan Sembako

"(Kalau masalah kepemilikan kendaraan) seingat saya, kalau motor masih dimaklumi. Kalau mobil sementara masih dikategorikan dalam kelompok mampu. Yang dicopot adalah yang terindikasi mampu," ujar Syaifulloh saat ditemui, Kamis (5/12).

Warga menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) seusai berbelanja kebutuhan pokok menggunakan kartu tersebut di Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (8/2/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Warga menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) seusai berbelanja kebutuhan pokok menggunakan kartu tersebut di Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (8/2/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Syaifulloh juga mengatakan, bahwa pihaknya telah melacak siswa-siswi penerima KJP Plus yang orangtuanya memiliki kendaraan mobil. Kemudian, Disdik meminta tiap sekolah untuk mengklarifikasi dan memverifikasi kepemilikan mobil tersebut.

Baca Juga

Tolak Usul Kadisdik, Anies Tidak akan Cabut KJP Pelajar yang Ikut Demo

Jika hasil verifikasi membuktikan orangtua siswa penerima KJP Plus itu memang mempunyai mobil, Dinas Pendidikan akan langsung mencabut KJP Plus milik siswa bersangkutan.

"Dan hasil dari klarifikasi itu banyak itu sesungguhnya yang terdaftar memiliki kendaraan, kemudian diberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan pemblokiran," tuturnya.

Namun, Syaifulloh menuturkan, dalam beberapa kasus hasil verifikasi menemukan bahwa banyak orangtua siswa penerima KJP Plus terdaftar memiliki mobil. Namun, mobil itu bukan milik mereka.

Baca Juga

BPK DKI Jakarta Temukan Fakta Mengejutkan Terkait Dana KJP

Syaifulloh memberi kesempatan orangtua siswa tersebut untuk memblokir mobil yang nyatanya bukan milik mereka. Dengan itu, KJP Plus milik anaknya tidak akan dicabut. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Yasonna: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru
Indonesia
Menteri Yasonna: Napi Asimilasi Berulah Lagi Diancam Pidana Baru

Yasonna sudah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk berkoordinasi dengan Polri dan kejaksaan.

[HOAKS atau FAKTA] Pesepeda Meninggal Kekurangan Oksigen karena Pakai Masker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pesepeda Meninggal Kekurangan Oksigen karena Pakai Masker

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa masker menyebabkan oksigen terhalang masuk ke jantung dan paru-paru.

Geng Motor Brutal Cempaka Putih Rekrut dan Janjian Tawuran Lewat Medsos
Indonesia
Geng Motor Brutal Cempaka Putih Rekrut dan Janjian Tawuran Lewat Medsos

Akibat kejadian tersebut, seorang warga bernama Alfi tewas karena disabet senjata tajam.

Keterbatasan Alat Tes, Jabar Masih Sasar Warga Dekat Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Keterbatasan Alat Tes, Jabar Masih Sasar Warga Dekat Terinfeksi COVID-19

Pola rapid test virus corona (COVID-19) yang sedang dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk sementara hanya menyasar orang berisiko terjangkit.

Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba
Indonesia
Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba

"Iya pelaku ini membuat dan memproduksi narkoba jenis ekstasi di sana," kata Heru di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat

 Update COVID-19 Solo, Pasien Positif Baru Tertular dari Surabaya dan ODP Sudah 311 Orang
Indonesia
Update COVID-19 Solo, Pasien Positif Baru Tertular dari Surabaya dan ODP Sudah 311 Orang

"Hasil tracing pasien Covid-19 ini pernah melakukan perjalanan di Surabaya. Kemungkinan besar tertularnya dari sana (Surabaya)," jelas Rudy.

Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir
Indonesia
Gerebek Lumpur, Klaim Pemprov DKI Tangani Banjir

Gerebek Lumpur ini membantu mengurangi proses pendangkalan dengan mengerahkan alat berat berskala hingga tiga kali lipat dari kapasitas biasanya.

Harun Masiku Diduga Dibekingi Sosok 'Mastermind' Agar Tak Ditangkap
Indonesia
Harun Masiku Diduga Dibekingi Sosok 'Mastermind' Agar Tak Ditangkap

Petrus menyebut, mastermind itu ikut skenario menggagalkan OTT KPK terhadap Hasto dan Harun Masiku.

Media Dapat Berperan Bangun Masyarakat Sadar Vaksin
Indonesia
Media Dapat Berperan Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

media juga dapat memainkan perannya dalam memberikan edukasi tentang COVID-19, khususnya soal vaksin dan program vaksinasi.

Sekda DKI dan Wali Kota Jakarta Barat Positif COVID-19
Indonesia
Sekda DKI dan Wali Kota Jakarta Barat Positif COVID-19

Para pejabat tinggi Pemprov DKI yang terinfeksi virus corona masum kategori masuk orang tanpa gejala (OTG)