berita-singlepost-banner-1
Disaksikan Satgas COVID-19, Markus Bortall Pimpin Ritual Tah Was Usir Corona Bupati Maybrat Bernard Sagrim saat mengikuti ritual adat Tah Was untuk menolak penyakit di Kantor Kampung Yumame, Distrik Aitinyo, Kamis (26/3/2020). (ANTARA/ Ernes Kakisina)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

Merahputih.com - Ritual adat Tah Was yang diyakini bisa mengusir segala jenis penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona tipe baru, digelar di Kampung Yumame, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Pelaksanaan ritual adat itu merupakan bagian dari acara deklarasi pemerintah daerah dalam melawan COVID-19 di Kantor Kampung Yumame, Kamis (26/3), yang dipimpin langsung oleh Bupati Maybrat Bernard Sagrim serta dihadiri Tim Satgas Penanganan COVID-19, pegawai pemerintah, dan warga.

Baca Juga:

Kota Padang Tetapkan Status KLB Virus Corona

Ritual adat Tah Was dilakukan oleh Markus Bortall, tetua adat setempat. Markus mengatakan bahwa ritual Tah Was biasa dilakukan oleh orang tua Maybrat pada masa dulu guna mengobati berbagai penyakit. Menurut dia, ritual adat tersebut dilakukan didasari pada keyakinan bahwa alam bisa mengusir segala penyakit.

Setelah ritual adat selesai dilaksanakan, Bupati Bernard Sagrim bersama Ketua DPRD Maybrat Fernando Solossa serta pejabat lainnya menyampaikan penyuluhan mengenai upaya pencegahan penularan COVID-19 kepada warga, utamanya yang tinggal di daerah perbatasan seperti Kampung Konja, Aiwasi, Yumame, Welek, dan Athabu.

Bupati Bernard Sagrim, sebagaimana dikutip Antara, mengatakan pemerintah berupaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi akses keluar masuk wilayah Kabupaten Maybrat selama 14 hari ke depan.

Dokumen - Petugas medis membawa seorang PDP terduga COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Rabu (18/3/2020). ANTARA/Septianda Perdana
Dokumen - Petugas medis membawa seorang PDP terduga COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Rabu (18/3/2020). ANTARA/Septianda Perdana

Dia juga mengimbau seluruh pegawai negeri dan warga Kabupaten Maybrat untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar daerah serta menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang guna menghindari penularan virus corona.

Virus corona adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit pada binatang dan manusia. Pada manusia, virus itu menyebabkan infeksi saluran pernafasan, termasuk virus corona tipe baru yang menimbulkan pandemi COVID-19 global.

Virus corona menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan yang keluar dari hidung atau mulut orang terinfeksi saat batuk, bersin, atau menghembuskan nafas.

Baca Juga:

Cegah Tersangka dan Terdakwa Terinfeksi Corona, Peradi Minta Penahanan Ditangguhkan

Percikan cairan itu jatuh ke benda dan permukaan di dekat orang itu. Orang lain bisa tertular virus kalau menyentuh benda atau permukaan yang kena percikan cairan tersebut.

Orang juga bisa tertular kalau menghirup percikan cairan dari orang yang sakit COVID-19, karenanya sangat penting menjaga jarak minimal satu meter dengan orang yang sedang sakit dan menghindari kerumunan massa guna mencegah penularan penyakit ini. (*)


berita-singlepost-mobile-banner-3

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6