Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah

Gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. ANTARA/Siti Nurhaliza

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, masih ada gedung pemerintahan di Jakarta yang menggunakan air tanah. Namun, gedung itu bukan merupakan bagian dari Pemprov DKI Jakarta.

"Kemarin saya juga agak-agak miris tuh, ada kantor pemerintahan juga (menggunakan air tanah). Walaupun mungkin saya nggak perlu sebutkan, pemerintahannya bukan DKI gitu ya," tutur Arief di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3)

Arief mengaku prihatin dengan kondisi itu. Apalagi, alasan gedung pemerintahan itu menggunakan air tanah adalah karena efisiensi.

Padahal, Arief menilai, penggunaan air tanah juga tidak serta merta tak mengeluarkan biaya. Pasalnya, air itu mesti dipompa terlebih dahulu, yang menggunakan biaya untuk listrik. Selain itu, kualitas air tanah juga belum bisa dipastikan keamanannya.

Baca juga:

Cakupan Air Bersih 80 Persen, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Jakarta Diperluas

"Kok bisa balik lagi, karena misalkan mau efisiensi gitu ya, pakainya jangan PAM, pakai air tanah. Waduh. Dia lupa bayar listriknya berapa, kan itu pakai pompa, dan ini yang salah satunya. Yang kedua kualitasnya," urainya.

Menurut Arief, masih banyaknya gedung tinggi di Jakarta yang menggunakan air tanah merupakan hasil dari penegakan hukum yang belum berjalan.

Pemprov DKI padahal telah memiliki zona bebas air tanah, di mana gedung yang ada di wilayah itu tidak boleh menggunakan air tanah.

Karena itu, PAM Jaya mendorong Pemerintah DKI untuk memperluas zona bebas air tanah dan memperkuat penegakan hukum terkait zona bebas air tanah.

Baca juga:

Jakarta Punya Teknologi Tangkap Air dari Atmosfer untuk Air Minum, Canggih Banget

Artinya, ketika layanan PAM Jaya sudah tersedia, gedung di wilayah itu tidak boleh lagi menggunakan air tanah. Pasalnya, saat ini cakupan layanan PAM Jaya di Jakarta telah mencapai lebih dari 80 persen.

"Jadi sudah mulai ditambah dan saya sudah harus menyatakan law enforcement, bahwasanya gedung tinggi yang sudah airnya ter-supply stop ya, nggak boleh lagi pakai air tanah," kata dia.

Arief menjelaskan, eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan dampak lingkungan serius. Salah satunya adalah penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah.

Hal itu dinilai sudah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Daerah-daerah itu disebut mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan.

"Bahkan sekarang sudah sampai di Semarang, Tegal gitu ya, enggak cuma Aceh yang tiba-tiba ada sinkhole gitu ya, yang kemudian mulai turun, tanah mulai turun, turun, turun, dan terus turun," kata dia.

Daftar Kawasan Bebas Air Tanah di Jakarta

Berikut ini adalah daftar kawasan bebas air tanah di DKI Jakarta:

1. Kawasan Industri Pulo Gadung (JIEP), Jakarta Timur
2. Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan
3. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan
4. Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Pusat
5. Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
6. Kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat
7. Kawasan Asia Afrika, Jakarta Pusat
8. Kawasan Menteng, Jakarta Pusat
9. Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat

Baca juga:

PAM Jaya Bagikan 2.000 Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta hingga 2026

Daftar Area Jalan Bebas Air Tanah di Jakarta

1. Jalan Gaya Motor Raya, Jakarta Utara
2. Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara
3. Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara
4. Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara
5. Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara
6. Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara
7. Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur
8. Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur
9. Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat
10. Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat
11. Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan
12. Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Asp)

#PAM Jaya #Air Bersih #Air Tanah #Pembangunan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
PAM Jaya meraih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar 2029
Skor GCG PAM Jaya kini naik menjadi 87,099 dengan prediksi sangat baik pada 2025. Target layanan air pun dikejar pada 2029.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar  2029
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Lainnya
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Coway memperkuat kehadiran di Surabaya melalui IndoBuildTech 2026 dan program CSR, sekaligus memperkenalkan Slim Stand dan Yonsu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Krisis Air Bersih Melanda Jaksel, BPBD Kerahkan Mobil Tangki 5.000 Liter
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memasok air bersih kepada warga terdampak.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Krisis Air Bersih Melanda Jaksel, BPBD Kerahkan Mobil Tangki 5.000 Liter
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, PAM Jaya Pastikan Kualitas Air Tetap Terjaga
PAM Jaya memastikan kualitas air perpipaan tetap terjaga dan memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 di tengah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, PAM Jaya Pastikan Kualitas Air Tetap Terjaga
Indonesia
Rayakan Hari Pelanggan, PAM Jaya Beri Layanan Air Minum Gratis untuk Masjid Istiqlal selama Setahun
PAM Jaya memberikan layanan air minum gratis untuk Masjid Istiqlal selama setahun penuh.
Soffi Amira - Sabtu, 05 September 2026
Rayakan Hari Pelanggan, PAM Jaya Beri Layanan Air Minum Gratis untuk Masjid Istiqlal selama Setahun
Bagikan