Dirjen Bimas Katolik Diberi Sejumlah Masukan Penting dari Kardinal Ignatius Suharyo DIrjen Binmas Katolik Kementerian Agama, Yohanes Bayu Samodro bertemu Uskup Agung Jakarta yang juga ketua presidum Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo (Ist)

Merahputih.com - Mengawali tugasnya sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Yohanes Bayu Samodro bertemu Uskup Agung Jakarta yang juga ketua presidum Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo.

Bayu Samodro yang baru dilantik Menteri Agama Fachrul Razi ini datang ke Wisma Keuskupan Agung Jakarta didampingi Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, Direktur Pendidikan Katolik Agustinus Tungga Gempa, dan Direktur Urusan Agama Katolik Albertus Triatmodjo.

Baca Juga:

Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja

Sementara Kardinal Suharyo didampingi beberapa imam dan awam di Keuskupan Agung Jakarta.

"Gereja Katolik memberi apresiasi atas proses seleksi yang dilakukan secara terbuka, sehingga memberi kesempatan seluas-luasnya bagi umat Katolik untuk ikut melayani Gereja di sektor pemerintahan, " ujar Kardinal Suharyo dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Kardinal menyampaikan fakta-fakta yang berkembang saat ini dan Gereja Katolik dalam hal ini KWI memiliki harapan besar terhadap Ditjen Bimas Katolik.

Uskup Agung Jakarta menambahkan, gereja ingin berperan dalam membangun keadaban publik menuju habitus baru.

Pilar negara dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik memiliki tanggungjawab memastikan bahwa kebaikan bersama terwujud di mana segala upaya yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kebaikan bersama.

Ilustrasi: Umat Katolik mengikuti perayaan misa di Gereja Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, Minggu (14/6/2020). (ANTARA/Evarianus Supar)

Kebaikan bersama ini dirumuskan dalam nota pastoral sejak tahun 2004 yaitu Pancasila sebagai keadilan sosial; keadaban publik sebagai bangsa menuju habitus baru.

"Kebaikan bersama itu harus diperjuangkan sebagai panggilan umat Katolik menjadi garam dan terang bagi dunia," ujar Suharyo.

Kardinal Suharyo juga mengingatkan Ditjen Bimas Katolik yang dipanggil untuk melayani masyarakat Katolik, agar mewujudkan habitus baru tanpa praktek kolusi atau perselingkuhan dengan kejahatan.

Ditjen Bimas Katolik juga ditantang bersikap berbeda dari instansi pemerintah lain demi menciptakan habitus baru.

Sementara itu, Yohanes Bayu Samodro menyatakan, solusi alternatif yang ditawarkan untuk mengatasi masalah yang muncul dari fakta-fakta yang ditemui di lapangan. Antara lain adalah pelayanan Ditjen Bimas Katolik perlu dilakukan secara bersinergi dengan unit eselon 1 yang juga umat Katolik pada kementerian lain.

"Kita juga perlu lebih membuka diri terhadap masyarakat umum agar karya-karya Gereja Katolik lebih terasa, setidaknya dapat dibedakan mana Gereja Katolik dan mana Gereja yang lain," jelas Bayu yang pernah menjadi pengurus Dewan Paroki Harian Paroki Alam Sutra ini.

Baca Juga:

Persekutuan Gereja Sambut Baik Penundaan Pembahasan RUU HIP

Bayu akan bekerja sama dengan seluruh ormas Katolik karena dipandang memiliki jejaring yang beririsan langsung dengan komponen masyarakat di luar Gereja.

Di awal tugasnya ini, Bayu juga mengungkapkan akan berupaya maksimal agar anggaran Ditjen Bimas Katolik ditingkatkan dengan cara membuat kegiatan yang kreatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Sebab saat ini anggaran tahun 2020 telah habis terpakai untuk penanganan COVID-19 dan mendukung program Cinta Papua dari Presiden melalui pembiayaan penegerian SMAK dan STP yang berada di Papua," tutup Bayu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kritik Pemerintah Lambat Tangani Corona, DPR: Implikasinya Sudah ke Mana-Mana
Indonesia
Kritik Pemerintah Lambat Tangani Corona, DPR: Implikasinya Sudah ke Mana-Mana

Pemerintah juga perlu menambah perhatian khusus untuk daerah-daerah yang menjadi akses masuk WNA ke Indonesia

Bawaslu Solo Awasi Ketat Verifikasi Faktual Calon Independen Pilwalkot Solo 2020
Indonesia
Bawaslu Solo Awasi Ketat Verifikasi Faktual Calon Independen Pilwalkot Solo 2020

Proses pengawasan dengan cara door to door mendatangi rumah warga secara acak dengan dilengkapi alat pelindung diri (APD).

 Pemkot Solo Mulai Berlakukan Penertiban Warga yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah
Indonesia
Pemkot Solo Mulai Berlakukan Penertiban Warga yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Kami sebenarnya sudah mengimbau warga agar tidak nongkrong di luar rumah disaat KLB (Kejadian Luar Biasa) COVID-19. Imbauan itu ternyata tidak cukup

Kasus Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Periksa Sekda Bogor
Indonesia
Kasus Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Periksa Sekda Bogor

KPK telah menahan tersangka Rachmat pada 13 Agustus 2020

Antisipasi Banjir, Pemkot Jakpus Bangun 302 Sumur Resapan
Indonesia
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakpus Bangun 302 Sumur Resapan

Sumur resapan imi tersebar di delapan kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Pusat.

Pemkot Solo Siapkan Tiga Tempat Karantina Khusus ODP
Indonesia
Pemkot Solo Siapkan Tiga Tempat Karantina Khusus ODP

Penyiapan tempat karantina khusus untuk ODP sendiri dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran.

Proyek Wisata Super Premium Berpotensi Musnahkan Komodo
Indonesia
Proyek Wisata Super Premium Berpotensi Musnahkan Komodo

Menurut dia, pembangunan wisata super premium itu bisa menghilangkan keaslian kawasan yang selama telah nyaman dan cocok dengan kehidupan komodo.

 Terdampak Corona, Pemda DIY Bantu Pedagang Pasar Tradisional Jualan Online
Indonesia
Terdampak Corona, Pemda DIY Bantu Pedagang Pasar Tradisional Jualan Online

Warga bisa memesan kebutuhan pokok tanpa perlu keluar rumah. Bahan yang dijual seperti masker kain, sembako, sayur, buah, ayam, ikan, telor dan olah dalam bentuk Frozen serta aneka camilan," jelas Pustopo

Cakada Diharap Kontrol Pendukungnya Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Cakada Diharap Kontrol Pendukungnya Terapkan Protokol Kesehatan

Bakal pasangan calon kepala daerah harus memiliki reputasi yang baik sebagai pemimpin

Wali Kota Solo Buka Kebun Binatang 19 Juni, Ibu Hamil dan Anak-anak Dilarang Masuk
Indonesia
Wali Kota Solo Buka Kebun Binatang 19 Juni, Ibu Hamil dan Anak-anak Dilarang Masuk

Solo Zoo yang juga menjadi lokasi konservasi tersebut tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.