Direktur Utama Allianz Dilaporkan ke Polisi Oleh Nasabahnya Ilustrasi Allianz Indonesia. (Facebook/Allianz)

Merahputih.com - Seorang nasabah asuransi Allianz berinisial TY melaporkan Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Jan Joris Louwerier ke Polda Metro Jaya. Jan Joris dianggap telah menolak memberikan buku polis asuransi kepada dirinya.

"Buku polis yang menjadi hak klien kami, tidak pernah diterima dan setiap ditanyakan ke agen, jawaban yang didapat selalu tidak jelas," ujar Kuasa Hukum TY, Alvin Lim di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9).

Menurut Alvin, kliennya pernah datang ke Customer Service Allianz, dan diterima oleh petugas disana bernama Al Jabar, beberapa waktu lalu. "Petugas customer service-nya bilang bahwa buku polis tidak bisa diberikan. Buku polis bisa diberikan jika nasabah membuat surat keterangan kehilangan dari kepolisian, terlebih dahulu. Ini aneh, karena buku polis milik klien kami tidak pernah hilang melainkan tidak pernah diterima," papar Alvin.

Laporan itu sendiri sudah teregistrasi dengan nomor LP/8453/IX/2019/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 2 September 2019. Alvin menjelaskan, bahwa perusahaan asuransi yang tidak memberikan buku polis asuransi ada ancaman pidananya sesuai Pasal 75 UU No 40 tahun 2014 Tentang Perasuransian. Ancamannya kata dia adalah 5 tahun penjara.

Alin mengatakan, Buku polis yang diminta kliennya berisi informasi tentang perjanjian dan manfaat polis. "Sehingga dengan tidak memberikan buku polis, direksi asuransi dinilai menolak memberikan informasi dan bahkan dalam kasus klien kami, customer service memberikan informasi menyesatkan," jelasnya.

"Ketika kami menanyakan apakah penolakan ini pribadi dari customer service atau perintah atasan, jawaban dia itu adalah aturan dari atasan yang dibuat oleh Direksi Perusahaan," sambung Alvin.

Padahal, sebut Alvin, dalam UU Perseroan penanggung jawab sebuah PT adalah Direktur Utama. "Sehingga Dirut, Dirops dan CS kami masukkan sebagai pihak rerlapor, dalam laporan klien kami," katanya.

Tetkait hal itu Alvin menjelaskan pihaknya sudah mensomasi Dirut Allianz dan meminta agar Dirut mau mencetakkan buku polis dan memberikan ke kliennya sebagai nasabah. "Tapi tidak digubris. Sehingga kami laporkan ke Polda Metro," katanya.

Sekjen LSM Konsumen Cerdas Hukum, Maria, meminta masyarakat jangan mau dibodoh-bodohi oleh oknum perusahaan asuransi baik dalam penolakkan klaim sah, premi nasabah yang digelapkan bahkan ditolaknya permintaan cetak buku polis asli yang menjadi hak nasabah.

"Laporkan ke kepolisian agar ditindak. Polisi wajjb memproses laporan masyarakat," ujarnya.

Maria menjamin apabila agen atau direksi asuransi memberikan informasi tidak benar, menolak memberikan informasi, dan memberikan informasi menyesatkan kepada pemegang polis dan tertanggung, maka dapat dipidanakan.

"Kami berikan bukti terlampir beserta bukti surat kaporan polisi. Be smart dan take action, seperti TY yang berani mempidanakan dan berjuang untuk haknya," katanya.

Terhadap masalah ini, Corporate Communicatian Allianz Life Adrian Dosiwoda saat dihubungi via selularnya tidak memberi jawaban atas masalah tersebut. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH