Diprotes Ombudsman Jateng, Bupati Karanganyar Batalkan Pelaksanaan Salat Id di Masjid Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Bupati Karanganyar Juliyatmono, akhirnya menarik kebijakannya yang sebelumnya memperbolehkan warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah melaksanakan salat Idul Fitri di masjid dan tanah lapangan di tengah pandemi COVID-19.

Hal itu dilakukan setelah Bupati Karanganyar mendapatkan surat dari Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, Jumat (22/5). Surat bernomor B/037/HM.02.01-14/V/2020 tersebut bertuliskan perihal Pencegahan tindakan Maladministrasi atas kebijakan kepala daerah dalam penanganan penyebaran COVID-19.

Baca Juga

7 Desa di Ambon Rayakan Idul Fitri Hari Ini

"Mengacu pada surat Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang dikirimkan pada Pemkab Karanganyar, pelaksanaan salat Idul Fitri di Alun-alun Karanganyar dibatalkan," ujar Juli, Sabtu (23/5).

Juli mengatakan inti surat tersebut meminta Bupati Karanganyar untuk melakukan evaluasi secara komprehensif atas rencana kebijakan melaksanakan salat Idul Fitri di Alun-alun Karanganyar dan lokasi lain di Kabupaten Karanganyar. Surat Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah tersebut sudah disebar luaskan pada pengurus masjid dan takmir masjid.

Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono. (MP/Ismail)
Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliyatmono. (MP/Ismail)

"Melalui surat dari Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah itu, kami diminta melakukan evaluasi dalam mengadakan salat Idul Fitri di alun-alun Karanganyar," kata dia.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan awalnya membuat kebijakan mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri di luar rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka persiapan menghadapi new normal. Namun, sebagai instansi pemerintah, ia mempertimbangkan permintaan Ombudsman tersebut.

"Ya dengan demikian pelaksanaan Salat Idul Fitri kami minta dilaksanakan di rumahnya masing-masing bersama keluarga inti," kata dia

Yuli menambahkan pembatalan salat Idul Fitri ini bukan karena telah ditegur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pihaknya meminta seluruh pihak untuk memahami keputusannya dan berharap masyarakat menuruti anjuran pemerintah.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19

Diberitakan sebelumnya, Bupati Juliyatmono menyatakan mengizinkan warganya menggelar sholat Idulfitri berjamaah di lapangan, masjid, maupun musala pada Idul Fitri 1441 Hijriah. Alasan memperbolehkan warga salat Idulfitri di luar rumah karena melihat tren pasien positif virus corona di Karanganyar sudah terkendali. Dimana kasus corona tidak ada tambahan kasus. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH