Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan Djoko Soegiarto Tjandra (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Merahputih.com - Kuasa Hukum Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte, Putri Maya Rumanti, mengatakan kliennya telah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penghilangan red notice atas nama Joko Tjandra.

"Sekitar 30 sampai 40 pertanyaan, nggak terlalu banyak juga," Putri Maya Rumanti kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/8).

Baca Juga:

Meski Jadi Tersangka 'Red Notice' Djoko Tjandra, Jenderal Bintang Dua Ini Tak Ditahan

Saat pemeriksaan, Napoleon memberikan keterangan secara lancar dan tidak mengalami kendala apapun.

"Pertanyaannya sih tidak terlalu banyak, tapi alhamdulillah sudah selesai semua dan apa yang ditanyakan penyidik dengan kesesuaian fakta sudah bapak sampaikan," kata dia.

Napoleon mengaku tak kenal Tommy Sumardi yang diduga sebagai perantara suap. Dalam kasus ini Polisi telah menetapkan empat orang tersangka, yakni, Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo, Tommy Sumardi dan Joko Tjandra.

Arsip. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Arsip. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Joko Tjandra sudah mengakui bahwa dia telah memberikan sejumlah uang kepada para tersangka lainnya agar namanya bisa dihilangkan dari red notice.

Namun pengakuan berbeda terlontar dari Irjen Napoleon Bonaparte. Dia membantah mengenal Tommy Sumardi apalagi menerima uang darinya.

"Sebelumnya tidak (tidak kenal Tommy), sekarang sering ketemu," kata Napoleon beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Djoko Tjandra Diperiksa Usut Suap untuk Irjen Napoleon

Penasehat hukum Napoleon, Gunawan Raka, juga mengatakan kliennya tak mengenal Tommy sebelum kasus ini.

"Baik itu (suap) dari Tommy Sumardi, baik itu dari Brigjen Jenderal (Pol) Prasetijo Utomo, maupun dari Joko S Tjandra. Apalagi dari pihak lainnya," kata Gunawan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menagih Janji Jokowi di Hari Ulang Tahun Penyair Wiji Thukul
Indonesia
Menagih Janji Jokowi di Hari Ulang Tahun Penyair Wiji Thukul

Jika masih hidup Wiji Thukul hari ini tepat berusia 57 tahun.

Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte Dicekal ke Luar Negeri
Indonesia
Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte Dicekal ke Luar Negeri

Keduanya yakni Tommy Sumardi selaku diduga pemberi suap dan Napoleon Bonaparte selaku diduga penerima suap.

Ketidakpatuhan Protokol Kesehatan Jadi Ancaman Nyawa Tenaga Medis
Indonesia
Ketidakpatuhan Protokol Kesehatan Jadi Ancaman Nyawa Tenaga Medis

Sejumlah tenaga medis kini dalam ancaman pasca-lonjakan penderita COVID-19.

Tim Advokasi Novel Baswedan Juluki Kejati DKI Cuma Tukang Stempel Berkas Polri
Indonesia
Tim Advokasi Novel Baswedan Juluki Kejati DKI Cuma Tukang Stempel Berkas Polri

Pihaknya juga tidak mendapatkan penjelasan terkait penggunaan Pasal 170 KUHP

Ketidakdisiplinan Masyarakat Jadi Biang Kerok Peningkatan Kasus COVID-19
Indonesia
Ketidakdisiplinan Masyarakat Jadi Biang Kerok Peningkatan Kasus COVID-19

"Sudah saatnya kita saling mengingatkan dengan cara yang baik untuk mematuhi protokol kesehatan,'' kata Yurianto

Pantai Selatan Yogyakarta Diserbu Ribuan Wisatawan
Indonesia
Pantai Selatan Yogyakarta Diserbu Ribuan Wisatawan

Pemerintah terpaksa membuka Pantai Drini dan Indrayanti untuk menampung dan memecah jumlah pengunjung.

Gedung Habis Terbakar Pengaruhi Kerja Kejaksaan Agung?
Indonesia
Gedung Habis Terbakar Pengaruhi Kerja Kejaksaan Agung?

Burhanuddin memastikan kepindahan kantor kerjanya ke gedung Badan Diklat Ragunan tak akan memengaruhi kinerja Kejaksaan Agung.

Utang BUMN Dianggap Membengkak, Fadli Zon Sebut Perekonomian Indonesia Bisa Hancur
Indonesia
Utang BUMN Dianggap Membengkak, Fadli Zon Sebut Perekonomian Indonesia Bisa Hancur

Mengutip data Bank Indonesia, per September 2019 utang luar negeri swasta tercatat US$198,50 miliar.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa 4,1 SR di Padangpanjang
Indonesia
BMKG Ungkap Penyebab Gempa 4,1 SR di Padangpanjang

Goncangan tersebut juga dirasakan warga di Kabupaten Tanah Datar

Anies Beberkan 'Dosa' Lurah Grogol Selatan Terkait e-KTP Djoko Tjandra
Indonesia
Anies Beberkan 'Dosa' Lurah Grogol Selatan Terkait e-KTP Djoko Tjandra

Lurah melakukan pertemuan dengan Pengacara Anita Kolopaking pada bulan Mei 2020 di Rumah Dinas Lurah untuk melakukan permintaan pengecekan status kependudukan DJoko Sugiarto Tjandra