Diperiksa Kasus 'Endorse' Kosmetik Abal-Abal, Via Vallen: Alhamdulilah Via Vallen (Foto: Instagram)

Merahputih.com - Penyanyi dangdut Via Vallen memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus produk kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) Beauty.

Penyanyi asal Sidoarjo ini datang sekitar pukul 11.35 WIB dengan mobil warna putih dan mengenakan hijab warna hitam menuju ke ruang penyidik.

Tidak banyak keterangan yang disampaikan pelantun 'Meraih Bintang' tersebut. Dia hanya menjelaskan kondisinya saat akan menjalani pemeriksaan dan keberangkatannya dari Jakarta.

"Alhamdulillah. Saya berangkat dari Jakarta pukul 10," kata Via singkat sebelum masuk ke ruang penyidik.

Via Vallen. (Foto: Instagram/Via Vallen)

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, Via Vallen adalah artis kedua yang memenuhi panggilan Polda Jatim, setelah Nella Kharisma pada Selasa (18/12) lalu.

"Salah satunya yang sudah datang itu Nella Kharisma. Hari ini Via Vallen, kita siapkan waktu," ujarnya.

Selain dua artis dangdut ini, penyidik juga sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap beberapa artis yang menjadi "endorse" untuk produk kosmetik ilegal dan akan datang di awal Januari 2019.

Arman mengaku, pertanyaan yang diajukan tidak jauh berbeda dengan yang dipertanyakan kepada Nella Kharisma.

Setidaknya seperti diberitakan Antara, ada enam artis yakni Via Vallen, Nella Kharisma dan empat artis berinisial NR, MP, DJB dan DK yang menjadi "endorse" produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Via Vallen. Foto: Instagram/@viavallen

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun, tersangka memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Tersangka KIL juga menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paket. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT  Belum Rapid Test COVID-19
Indonesia
Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT Belum Rapid Test COVID-19

Viktor Bungtilu Laiskodat belum rapid test setelah sempat kontak dekat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang dinyatakan positif COVID-19.

 Luhut Sebut Larangan Mudik Mulai Berlaku 24 April 2020
Indonesia
Luhut Sebut Larangan Mudik Mulai Berlaku 24 April 2020

"Larangan mudik ini akan berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat, 24 April 2020. Namun, untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020," kata Luhut

 Cegah Virus Corona, DIY Tingkatkan Pemeriksaan Penumpang Penerbangan Internasional
Indonesia
Cegah Virus Corona, DIY Tingkatkan Pemeriksaan Penumpang Penerbangan Internasional

Sistem kerja thermal scanner sederhana, ia akan memindai dan mendeteksi besaran suhu tubuh seluruh penumpang yang yang melewatinya.

 Partai Golkar Percaya Diri Bisa Raih Kemenangan 60 Persen di Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Partai Golkar Percaya Diri Bisa Raih Kemenangan 60 Persen di Pilkada Serentak 2020

"Keberadaan Golkar semakin dirasakan rakyat, semakin dekat dengan rakyat. Golkar bersama rakyat memenangkan pilkada," terang Airlangga

Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup
Indonesia
Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

"Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup terhadap Harry Prasetyo," kata Jaksa Yanuar Utomo

KPK Periksa Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Terkait Kasus Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Periksa Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Terkait Kasus Imam Nahrawi

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI

Resesi Mengancam, Pembahasan RUU Cipta Kerja Diklaim Jalan Terbaik
Indonesia
Resesi Mengancam, Pembahasan RUU Cipta Kerja Diklaim Jalan Terbaik

RUU Cipta Kerja harusnya bisa jadi payung hukum yang sangat kuat untuk peningkatan ekonomi dan lapangan kerja yang berkualitas.

Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci Aurelia, Divonis Bui Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa
Indonesia
Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci Aurelia, Divonis Bui Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa

JPU menuntut agar penabrak Andre Njotohusodo (50) dan anjingya hingga meninggal dunia itu selama 11 tahun.

Dilantik 20 Desember, Jokowi Bocorkan Nama-nama Dewas KPK
Indonesia
Dilantik 20 Desember, Jokowi Bocorkan Nama-nama Dewas KPK

Jokowi memastikan bahwa orang-orang yang terpilih sebagai Dewan Pengawas adalah orang-orang yang baik.

Hadiri Gerakan Semprot Disinfektan di 10 Ribu Masjid, JK: Lebih Baik Sibuk Sekarang
Indonesia
Hadiri Gerakan Semprot Disinfektan di 10 Ribu Masjid, JK: Lebih Baik Sibuk Sekarang

Kegiatan bersih masjid se-DKI Jakarta dimulai dari Masjid Al Munawar di Jalan Raya Pasar Minggu Pancoran