Dipastikan Lolos DPRD DKI, Pengamat Beberkan Alasan Warga Pilih PSI Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe (Foto: Istimewa)

MerahPutih.Com - Beberapa lembaga survei telah memaparkan hasil hitung cepat. Hampir dipastikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapatkan kursi DPRD DKI Jakarta dalam Pemilihan Legislatif (Legislatif) Pemilu 2019.

Berdasarkan hitungan cepat Indo Barometer Kamis dini hari mencatat bahwah PSI memperoleh suara 8,11 persen, setelah PDIP meraih 25,07 persen, PKS 17,49 persen, dan Gerindra 15,26 persen.

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia Maksimus Ramses Lalongkoe membeberkan keberhasilan PSI merebut suara pencoblos di Pemilu 2019 dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Menurut dia, masyarakat Jakarta mulai turun kepercayaan memilih pada partai politik yang sudah lama menduduki parlemen Kebon Sirih.

PSI saat pendaftaran di KPU beberapa waktu lalu
Ketum PSI, Garce Natalie, menyerahkan dokumen PSI kepada ketua KPU. Foto: @psi_id

Lanjut dia, publik juga ingin mencari tahu sepak terjang tokoh-tokoh PSI bila berhasil menjadi wakil rakyat di Kebon Sirih dalam mengambil kebijakan.

"Bisa jadi itu (karena menurunnya kepercayan kepada Parpol lama) menjadi salah satu faktor," kata Ramses saat dikonfirmasi, Jumat (19/4).

Menurut Ramses lagi, keberhasilan PSI merebut suara pemilih di DKI juga dipengaruhi oleh konsep kampanye yang memang membut publik penasaran dan ingin melihat kebijakan-kebijkan politik yang akan diambil PSI bila masuk DPRD nanti.

"Kita lihat pola komunikasi PSI kader PSI itu sendiri terutama bagaimana mereka mempengaruhi kelompok masyarakat dengan kampanye Mereka yang anti korupsI terus yang lain juga misalanya mereka menolak poligami," tuturnya.

Lebih lanjut Rames mengungkapkan penempatan kader di dalam tubuh PSI terutama calon legislatif yang ditempatkan di semua Daerah Pemilihan juga berkontribusi banyak dalam menggaet pemilih.

"Faktor lain jugakan soal bagaimana penempatan tokoh-tokoh yang menjadi caleg disetiap daerah. Artinya tokoh yang ada disitu bisa mempengaruhi masyarakat pemilih dengan gaya dan pola komunikasi politik mereka," pungkasnya.(Asp)

Kredit : asropih


Eddy Flo