Dipantau PPATK, Transaksi ACT Tembus Rp 1 Triliun Per Tahun Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) saat konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Senin (4/7/2022). (ANTARA/Asep Firmansyah)

MerahPutih.com- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memantau Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak 2018.

PPATK melakukan analisis terhadap penghimpunan dana publik dengan menelusuri transaksi keuangan yang dilaporkan ke lembaga tersebut.

Baca Juga:

Kemensos Cabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang dari ACT

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana menjelaskan pengawasan pengumpulan dan penyaluran dana publik untuk pemberian bantuan ini telah diatur oleh Peraturan Presiden nomor 18 Tahun 2017.

"Peraturan telah jelas mengatur setiap lembaga atau organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan penghimpunan dan penyaluran sumbangan untuk melakukan prinsip-prinsip kehati-hatian dan harus dikelola secara akuntabel," ujar Ivan dalam konferensi pers di Gedung PPATK, Jakarta Pusat, Rabu (6/7).

Menurut Ivan, perputaran dana yang masuk melalui ACT tersebut mencapai Rp 1 triliun per tahunnya. Kemudian ia mengungkapkan para pemilik ACT memiliki struktur kepemilikan yayasan menggunakan nama pribadi pendirinya.

"Yayasan ACT ini memang memiliki transaksi yang masif tapi masih terkait dengan entitas yang dimiliki oleh pengurus secara pribadi," ujar Ivan.

PPATK juga menemukan pengelolaan keuangan yang mengalir di Yayasan ACT tersebut bukan menghimpun dana untuk langsung dialirkan kepada tujuan sumbangan, tetapi dikelola secara bisnis.

"Jadi kami menduga ini merupakan transaksi yang dikelola dari bisnis ke bisnis sehingga tidak murni menghimpun dana kemudian disalurkan kepada tujuan. Sebenarnya dikelola dahulu sehingga terdapat keuntungan di dalamnya," kata Ivan.

Baca Juga:

Jika Terbukti Selewengkan Dana, Mahfud Minta ACT Diproses Hukum

Kemudian ia mengungkapkan para pemilik ACT memiliki struktur kepemilikan yayasan menggunakan nama pribadi pendirinya.

"Yayasan ACT ini memang memiliki transaksi yang masif tapi masih terkait dengan entitas yang dimiliki oleh pengurus secara pribadi," ujar Ivan.

Atas temuannya tersebut, Ivan mengungkapkan PPATK melakukan pembekuan atas 60 rekening yang berafiliasi dengan Yayasan ACT mulai hari ini.

"Kami putuskan untuk menghentikan sementara transaksi atas 60 rekening atas nama yayasan ACT di 33 penyedia jasa keuangan," tegas Ivan.

Selain itu, Ivan menjelaskan Yayasan ACT juga melakukan transaksi dengan lembaga luar negeri atau entitas asing.

Berdasarkan data yang ada, PPATK temukan lebih dari 2 ribu kali transaksi yang dilakukan ACT dengan pihak-pihak asing di luar negeri mencapai Rp 64 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Komisi III DPR Minta ACT Buka-bukaan soal Audit Dana Sumbangan Publik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Undang Mantan Partner di Solo FX Rudy ke Istana
Indonesia
Jokowi Undang Mantan Partner di Solo FX Rudy ke Istana

Jokowi nitip salam pada mantan partnernya Wakil Wali Kota Solo dan Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo.

Indonesia dan Singapura Lakukan Peningkatan Kerja Sama Pertahanan
Indonesia
Indonesia dan Singapura Lakukan Peningkatan Kerja Sama Pertahanan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada Sabtu (11/6) kemarin.

Vaksinasi COVID-19 Booster di Indonesia Capai 66,09 Juta Penduduk
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Booster di Indonesia Capai 66,09 Juta Penduduk

Hal ini berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Sabtu (19/11).

Rusia Menyerang, Presiden Ukraina Berlakukan Dekrit Status Darurat
Dunia
Rusia Menyerang, Presiden Ukraina Berlakukan Dekrit Status Darurat

Dekrit keadaan darurat ini memungkinkan pihak berwenang Ukraina menetapkan jam malam dan pembatasan pergerakan, memblokir aksi demonstrasi, dan melarang partai dan organisasi politik.

Kecelakaan Maut Terjadi di KM 139 Tol Cipali, 3 Tewas 7 Orang Luka-Luka
Indonesia
Kecelakaan Maut Terjadi di KM 139 Tol Cipali, 3 Tewas 7 Orang Luka-Luka

Angga mengatakan kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di KM 139 Tol Cipali tepatnya di jalur A atau dari arah Jakarta ke Cirebon, dan masuk wilayah hukum Polres Indramayu.

3 Orang Luka Berat Akibat Tabrakan Truk dan Fortuner di Tol JORR
Indonesia
3 Orang Luka Berat Akibat Tabrakan Truk dan Fortuner di Tol JORR

Insiden kecelakan di tol kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan menimpa mobil Fortuner di Jalan Tol JORR KM 53.800 Cakung arah Cikunir melibatkan mobil dan truk pada Minggu (24/4).

9 WNI Masih Terjebak di Ukraina, Kemlu: Kondisi Mereka Aman
Indonesia
9 WNI Masih Terjebak di Ukraina, Kemlu: Kondisi Mereka Aman

Kemlu mengklaim, mereka dalam kondisi aman dan pasokan logistik memadai.

[HOAKS atau FAKTA]: Air Kelapa Hijau Jadi Penawar Racun Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Air Kelapa Hijau Jadi Penawar Racun Vaksin COVID-19

Belum ada penelitian apapun yang menyatakan bahwa air kelapa hijau bisa menetralkan atau mengganggu fungsi dari vaksin

Luhut Larang Pejabat Negara Pergi ke Luar Negeri
Indonesia
Luhut Larang Pejabat Negara Pergi ke Luar Negeri

"Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri," ujar Luhut

Pengamat Sebut Prabowo Berpotensi Gandeng Anies
Indonesia
Pengamat Sebut Prabowo Berpotensi Gandeng Anies

Prabowo berpotensi menggandeng Gubernur Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.