Dinkes Solo Usul Biaya Tes Screening Pendonor Plasma Konvalesen Dianggarkan di APBD Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Solo, dr. Kunti Dewi Saraswati menunjukkan alat donor plasma konvalesen di PMI Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah, mengusulkan biaya tes screening pendonor plasma konvalesen agar dianggarkan dalam APBD. Hal itu dilakukan guna mendongkrak jumlah pendonor plasma konvalesen di Solo.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, proses screening selama ini dibebankan kepada pasien atau pendonor plasma konvalesen. Kondisi tersebut mengakibatkan penyintas COVID-19 enggan menjadi pendonor plasma konvalesen.

Baca Juga

Wagub Akui DKI Kekurangan Darah Plasma Konvalesen

"Ibaratnya orang mau menjadi sukarelawan pendonor plasma konvalesen, tetapi harus dibebani biaya tes screening jadinya males," ujar Ning, Minggu (7/2).

Dikatakannya, biaya tes screening itu justru memberatkan penyintas COVID-19. Untuk menjadi pendonor plasma konvalesen harusnya bebas biasa nya sama sekali. Padahal, plasma konvalesen sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan pasien Corona.

"Sudah keluar uang, belum tentu hasil screening bisa lolos untuk melakukan proses donor plasma konvalesen. Kan kasihan," katanya.

Menteri PMK Muhadjir Effendi meninjau pelaksanaan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen di PMI Solo, Jumat (29/2). (MP/Ismail)
Menteri PMK Muhadjir Effendi meninjau pelaksanaan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen di PMI Solo, Jumat (29/2). (MP/Ismail)

Ning mengatakan biaya tes screening sekitar Rp150.000. Ia pun mengusulkan pada Pemkot Solo agar biaya tes screening dianggarkan ke APBD. Apalagi, saat ini ada Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen.

"Kalau bisa diusulkan ya saya usulkan karena saya tidak ingin rumah sakit ada kesulitan dibebani juga biaya tes screening," katanya.

Ia menjelaskan biaya total yang dibutuhkan mulai dari proses screening hingga pengolahan plasma konvalesen mencapai Rp4 juta.

Biaya tersebut bisa dimasukkan ke komponen terapi bagi pasien COVID-19, asalkan plasma konvalesennya diambil dari PMI Solo yang sudah punya alat khusus terapi plasma konvalesen.

"Jadi ini bukannya kita membeli plasma dari PMI, tetapi mengganti pemeriksaan komponen darah dan kantongnya. Nanti yang membayar rumah sakit ke PMI, karena masuk dalam komponen terapi pasien COVID-19," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah menginventarisasi permasalahan yang dihadapi rumah sakit saat akan melakukan terapi plasma konvalesen. Selain biaya proses screening, masalah yang dihadapi adalah sulitnya mencari pendonor.

"Kami mempunyai gagasan untuk membentuk komunitas penyintas. Jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan mereka siap jadi pendonor,” katanya.

Selain itu pihaknya juga akan menghubungi sejumlah tokoh untuk memotivasi penyintas COVID-19 untuk donor plasma konvalesen. Sebab, proses donor plasma konvalesen membutuhkan waktu dua hari sebelum diambil plasma konvalesennya.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Solo, dr. Kunti Dewi Saraswati menambahkan, biaya sebesar Rp4 juta tersebut merupakan standar nasional. Ia mendukung jika ada rencana DKK Solo memasukkan biaya proses screening ke APBD.

"Di Solo yang bisa melakukan donor plasma konvalesen hanya di PMI Solo," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Lebih dari 1.000 Penyintas COVID-19 di DKI Donorkan Plasma Konvalesen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahasiswa Papua APN Dukung Perdamaian di Bumi Cendrawasih
Indonesia
Mahasiswa Papua APN Dukung Perdamaian di Bumi Cendrawasih

Koordinator deklarasi, Musa Matias Rumere (20) menegaskan aksi itu digelar atas nama internal mahasiswa APN Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah bukan dari mahasiswa Papua di Soloraya. Dengan demikian, ia berharap persoalan bisa dipahami dengan baik.

Warga AS Jadi Bupati di NTT, KPU Diminta Tunda Pelantikan
Indonesia
Warga AS Jadi Bupati di NTT, KPU Diminta Tunda Pelantikan

Bawaslu menyurati KPU untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

22 Terduga Teroris Hingga Barbuk Kotak Amal 'Infaq Anak Yatim' Dibawa ke Jakarta
Indonesia
22 Terduga Teroris Hingga Barbuk Kotak Amal 'Infaq Anak Yatim' Dibawa ke Jakarta

Para terduga teroris diberangkatkan ke Bandara Juanda menggunakan dua bus Polda Jatim

COVID-19 Mengganas, Kapolri Terbitkan Buku Panduan Kontijensi
Indonesia
COVID-19 Mengganas, Kapolri Terbitkan Buku Panduan Kontijensi

E-book tersebut menjelaskan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam satu wilayah. Misalnya penentuan posko dan pengendalinya ketika kontinjensi terjadi.

 Deretan Klaim 'Palsu' Terakhir Trump Beberapa Jam Sebelum Turun Jabatan
Indonesia
Deretan Klaim 'Palsu' Terakhir Trump Beberapa Jam Sebelum Turun Jabatan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat klaim palsu

Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah
Indonesia
Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah

Kasus jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menuai keprihatinan mendalam.

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia

Sejak Agustus 2019, KPK melakukan penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Islamic Village Tangerang
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Islamic Village Tangerang

Tim Densus pun juga langsung melakukan penggeledahan

Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan
Indonesia
Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan

Penyebaran kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Kini, tidak ada lagi zona hijau di Sulsel sejak per 20 Desember 2020.

Polisi Tangkap Penyuplai Narkoba ke Pelaku Tawuran di Kawasan Jakarta Pusat
Indonesia
Polisi Tangkap Penyuplai Narkoba ke Pelaku Tawuran di Kawasan Jakarta Pusat

Polisi meringkus tiga orang terkait peredaran ganja di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.