Dinkes DKI: Masyarakat Anggap COVID-19 Bisa Selesai Sendiri Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Merahputih.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan masih ada persepsi di masyarakat bahwa pandemi pneumonia akibat virus baru corona atau Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) bakal selesai dengan sendirinya.

"Tantangan kita saat ini dan menjadi masalah utama adalah masih adanya persepsi dari masyarakat yang belum memahami dengan benar bahwa COVID-19 masih ada dan masih menjadi ancaman dan menganggap COVID-19 itu bisa selesai dengan sendirinya," kata Widyastuti dalam rekaman video BNPB, Jakarta. Rabu (5/8).

Baca Juga

Tak Ada Protap Kesehatan dari WHO, Pemprov DKI Belum Berani Buka Diskotek

Hal tersebut, tentu menjadi tantangan tersendiri sehingga dibutuhkan tim pengawas dan peraturan gubernur terkait sanksi yang melanggar 3M (menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan).

Pica
Ilustrasi Rapid Test. Foto: Pixabay

Bahkan hingga kini denda uang akibat pelanggaran 3M sudah sampai Rp2 miliar. "Kami tidak mengejar uang, tapi bagaimana mendisiplinkan warga, juga dengan diberi sanksi sosial dengan membersihkan fasilitas umum dengan rompi pelanggaran PSBB," beber Widyastuti.

Upaya yang bisa dilakukan di tengah COVID-19 yang masih menjadi ancaman adalah dengan bersama-sama menyelesaikan pandemi tersebut oleh seluruh pihak.

Baca Juga

Anies: Sepanjang Juli, 6,051 Orang di Jakarta Positif COVID-19

Dia menegaskan, tak mungkin selesai oleh jajaran kesehatan saja atau jajaran pemerintahan saja, harus kolaborasi, bahu-membahu segenap elemen masyarakat baik itu swasta, institusi pendidikan, TNI, Polri dan semuanya.

"Termasuk bagaimana pemberdayaan masyarakat agar setiap individu jadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya jangan sampai tertular dan jadi sumber penularan sekitar kita. dengan terapkan protokol kesehatan," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona
Indonesia
Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona

Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan peredaran hoaks terkait virus corona atau covel coronavirus (covid-19)

Corona Bikin Ekonomi Lesu, Pemerintah Didesak Berikan Subsidi ke Masyarakat
Indonesia
Corona Bikin Ekonomi Lesu, Pemerintah Didesak Berikan Subsidi ke Masyarakat

Pada saat krisis 1998 yang terbukti punya daya tahan dan menjadi tulang punggung perekonomian adalah UMKM, koperasi, serta masyarakat itu sendiri.

AKP Revi Mingga Terluka Parah Ditabrak Pebalap Liar di Bundaran HI
Indonesia
AKP Revi Mingga Terluka Parah Ditabrak Pebalap Liar di Bundaran HI

"Masih bedrest. Ada pendarahan di bagian kepala bagian belakang," kata Revi

Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon
Indonesia
Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon

Mantan Kapolri itu menjelaskan kerumunan orang bisa menjadi penularan virus corona dan itu membuat hal tidak baik untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Mau Bikin Kacau, Seratus Penyusup Demo di Gedung DPR Ditangkap
Indonesia
Mau Bikin Kacau, Seratus Penyusup Demo di Gedung DPR Ditangkap

"Itu orang-orang yang kena razia, mau bikin kacau," katanya

 Ini yang Bakal Dialami Indonesia Jika Donald Trump Dimakzulkan
Indonesia
Ini yang Bakal Dialami Indonesia Jika Donald Trump Dimakzulkan

"Mungkin tidak [berpengaruh] karena itu sudah cukup lama prosesnya, kita lihat saja," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/12).

Ingat! Mulai Hari Ini Bandara di Bawah AP I Hentikan Penerbangan Komersial
Indonesia
Ingat! Mulai Hari Ini Bandara di Bawah AP I Hentikan Penerbangan Komersial

AP I juga tengah menyiapkan pengaturan parking stand pesawat di masing-masing bandara

DPR Sebut Jakarta Layak Diisolasi Karena Jadi Lokasi Penyebaran Corona
Indonesia
DPR Sebut Jakarta Layak Diisolasi Karena Jadi Lokasi Penyebaran Corona

Saat ini pemerintah seperti kesulitan mendeteksi karena pergerakan orang sangat dinamis

Menkes Terawan Beri Santunan ke Keluarga Nakes yang Gugur Tangani COVID-19
Indonesia
Menkes Terawan Beri Santunan ke Keluarga Nakes yang Gugur Tangani COVID-19

Dana santunan yang diberikan kepada para ahli waris sebesar Rp300 juta

Pemprov DKI Tutup 34 Perusahaan yang Melanggar PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 34 Perusahaan yang Melanggar PSBB

Ada 44 pelaku usaha yang hanya diberi peringatan