Dinkes DKI masih Pikirkan Sanksi untuk RS Mitra Keluarga RS Mitra Keluarga. (mitrakeluarga.com)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih terus mendalami dan menginvestigasi kekeliruan penanganan pasien bayi Debora yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Meski telah diakui pihak RS ada kesalahan administrasi dan informasi, tetapi Dinas Kesehatan masih berpikir untuk memberikan sanksi tegas terhadap pihak RS Mitra Keluarga.

"Belum bisa diputuskan, nanti tim investigasi yang memutuskan," kata Kedinkes DKI Jakarta Koesmedi Priharto, Rabu (13/9).

Menurutnya, sanksi terberat bagi RS yang lalai terhadap keselamatan pasien adalah mencabut izin operasional. Namun, katanya, perlu perhitungan panjang untuk menerapkan hal itu.

"Ini mesti diperhitungkan kalau kita mencabut izin rumah sakit, fasilitas rumah sakit jadi terganggu. Masyarakat yang ada di daerah situ, gimana? Apalagi posisinya saya lihat rumah sakit itu memang jauh di ujung, dan sekitarnya tidak ada rumah sakit," kata dia.

Untuk itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim investigasi Dinkes, terkait sanksi yang tepat bagi pihak rumah sakit.

"Apabila ditemukan ada kesalahan dilakukan mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, denda, dan sampai dengan pencabutan," tandasnya.

Sebelumnya, bayi berumur empat bulan Tiara Debora Simanjorang meninggal dunia lantaran tidak mendapat perawatan intensif PICU di RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat.

Diduga, pihak RS enggan memberikan fasilitas tersebut karena keluarga korban tidak mampu membayar uang yang diminta, ditambah lagi pihak RS mengira bahwa Debora bukan pasien pengguna BPJS. (Fdi)

Baca berita terkait kematian bayi Debora lainnya di: Kasus Bayi Debora: RS Mitra Keluarga Akan Ditutup, Jika...



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH