Dinilai Tak Sejalan Lagi, Relawan Balik Badan Tarik Dukungan Untuk Ridwan Kamil Gubernur Ridwan Kamil saat peluncuran program JabarQR di Gedung Sate, Bandung (Foto: Twitter @ridwankamil)

MerahPutih.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat sorotan tajam dari elemen relawan yang pernah mendukungnya pada Pilgub Jabar beberapa waktu lalu. Sekelompok relawan yang tergabung dalam Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) menarik dukungan lantaran Kang Emil, demikian sapaan akrabnya dianggap terlalu banyak pencitraan di media.

Perubahan sikap relawan Gurka tersebut menurut pendiri dan Ketua Umumnya, Poerwa Laksana bahwa aksi tersebut tidak mewakili Gurka secara keseluruhan.

Baca Juga: Lampu Merah di Depok Nyanyikan Lagu 'Hati-Hati', Ridwan Kamil: Isu Lokal

"Pada kesempatan ini, saya tegaskan yang kemarin itu tidak mewakili Gurka secara keseluruhan. Kemarin itu mewakili perseorangan bukan lembaga. Terhitung kemarin bubar jam tiga sore, sedangkan pernyataan mereka jam empat sore. Artinya sudah bubar, tidak mewakili Gurka lagi," kata Poerwa, di Kota Bandung, Kamis (18/7).

Sebelumnya, salah satu unsur relawan pendukung Ridwan Kamil pada Pilgub Jawa Barat 2018 yakni Gurka (Gerakan untuk Ridwan Kamil), menarik dukungan untuk Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 karena sosok yang akrab disapa Kang Emil ini dinilainya sudah tidak sejalan, sehingga sulit untuk diajak komunikasi dan terlalu banyak pencitraan di media.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubenrur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Humas Jabar/Yogi)

Poerwa juga membantah pembubaran Gurka dilatarbelakangi kesulitan komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil, termasuk adanya keluhan relawan Gurka tidak diakomodir dalam program kegiatan yang digagas oleh Emil dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

"Harus dicatat bahwa ketika baru dilantik Kang Emil, kami diundang ke Gedung Pakuan untuk audiensi. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Quick Respon (JQR)," kata dia pula.

Poerwa mengatakan pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat, dan dirinya melihat situasi tersebut tidak baik sehingga diputuskan untuk dibubarkan.

"Jadi jangan diterjemahkan seperti organisasi seutuhnya dan intinya dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang harapkan ke Ridwan Kamil," ujarnya.

Koordinator Silaturahmi Relawan Rindu, Hanif Mochammad menegaskan selama ini tidak ada kendala komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Ridwan Kamil Klarifikasi Tuduhan Simbol 'Illuminati' pada Masjid Al-Safar

Menurut Hanif sebagaimana dilansir Antara, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui relawan tetap ditampung, sehingga forum silaturahmi relawan ini sebenarnya wadah komunikasi terhadap aspirasi, janji kampanye dan segala dukungan program Ridwan Kamil dan Uu.

"Tersendat komunikasi itu tidak benar, sebetulnya kami menyediakan itu, ada grup WA juga," ujar dia.

Namun Hanif memastikan, pihaknya tetap melihat kinerja pemerintah secara objektif dan tidak akan segan-segan mengkritik pemerintah bila ada kebijakan yang tidak prorakyat.

"Kami juga akan kritisi kalau programnya tidak prorakyat. Kami tetap menyerap aspirasi, janji kampanye bisa sampai dan direncanakan ke pembangunan," tutup Hanif Mochammad.(*)

Baca Juga: Ridwan Kamil Luncurkan Program Jabar Quick Response, Untuk Apa?



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH