Dinas Pendidikan DKI Ingatkan Jangan Berbohong untuk KJP Karti Jakarta Pintar. (Antaranews)

MerahPutih.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono menegaskan agar para orangtua murid tak melakukan tipu-tipu hanya untuk dapat Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Pokoknya zaman sekarang jangan nipu. Kalau kaya jangan minta KJP. Itukan untuk orang yang betul-betul nggak mampu," kata Ratiyono saat dihubungi, Sabtu (13/7).

Baca Juga: BPK DKI Jakarta Temukan Fakta Mengejutkan Terkait Dana KJP

Ratiyono menuturkan, program KJP hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Dengan begitu, ia mengimbau kepada warga Jakarta yang berstatus ekonomi menengah ke atas untuk tidak coba-coba ikut mengajukan diri.

Ibu Yusri Isnaeni, pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP), di Gelanggang Jakarta Utara, Senin (14/12). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)
Ibu Yusri Isnaeni, pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP), di Gelanggang Jakarta Utara, Senin (14/12). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

"Enggak bisa dong. Kita kan ada sistem yang kesambung sama pajak," jelasnya.

Tahun pelajaran 2019-2020 ini, lanjut dia, wali murid tak bisa seenaknya mengajukan surat keterangan tidak mampu yang diperoleh dari masing-masing ketua RT dan RW setempat.

Baca Juga: Meski Belum Cair, Kadisdik DKI: Dana KJP Jangan Buat Beli Rokok dan Sembako

"Kita cek NIKnya, kita bisa lihat apakah punya kendaraan pribadi, punya motor, rumahnya pajaknya gede, ya kalau begitu gak bisa kita kasih KJP," tuturnya.

Lewat sistem yang tersambung dengan pajak daerah itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memantau tanggungan pajak yang dimiliki oleh masing-masing keluarga.

Sehingga, jika salah satu orangtua murid kedapatan telah berbohong maka Dinas Pendidikan dapat dengan mudahnya mengetahui melalui sitem integrasi tersebut. (Asp)

Baca Juga: Pemegang KJP, Penyandang Disabilitas dan Lansia Gratis Masuk Ragunan dan Monas

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH