Din Syamsudin Minta Polri Ungkap Aktor Intelektual di Balik Penusukan Wiranto Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta aparat kepolisian mengungkap aktor intelektual di balik penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.

"Sebaiknya kejadian demi kejadian seperti itu dapat diselesaikan secara tuntas dengan mengungkap pelakunya dan kemungkinan ada aktor intelektualis di baliknya," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/10).

Baca Juga

Yusril: Peristiwa Penusukan Wiranto Peringatan untuk Masyarakat Agar Waspada

Mantan Ketua Umun PP Muhammadiyah ini menyebut, apa yang dilakukan aparat kepolisian selama ini dengan cepat menyimpulkan pelakunya terpapar ekstrimisme atau terkait dengan kelompok radikal tak akan menuntaskan akar pemasalahan. Kesimpulan seperti itu justru membuat generalisasi yang bakal berbahaya.

 Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin  (MP/Fadhli)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (MP/Fadhli)

"Tentang penyimpulan bahwa pelaku tindak kekerasan adalah orang yang terpapar ekstrimisme dan radikalisme apalagi menyebut Kelompok ISIS, pada hemat saya, merupakan simplifikasi masalah yang tidak akan mengakhiri masalah serta merupakan generalisasi yang berbahaya," ujar Din.

Baca Juga

Dicopot Usai Sang Istri Nyinyirin Penusukan Wiranto, Kolonel HS Pasrah

"Sebagian warga masyarakat, kata Din khususnya umat Islam, banyak yang merasa bosan dengan pendekatan seperti itu dan akhirnya hilang kepercayaan dan kemudian bersikap abai," jelas dia.

Dikatakannya, rakyat akan merasa lebih terancam keamanannya karena sekelas pejabat tinggi, tidak terjamin keamanannya. Hal ini menunjukkan, suasana tidak positif karena menunjukkan bahwa negara sesungguhnya tidak aman.

Oleh karena itu, Din berharap insiden penusukan yang menimpa Wiranto dapat diselesaikan secara jernih dengan melakukan proses penegakan hukum secara transparan, imparsial, dan berkeadilan.

Baca Juga

PBNU MInta Penusukan Wiranto Tak Dikaitkan dengan Islam

"Jika tidak, maka masing-masing pihak akan mengemukakan versi dan interpretasinya dengan bukti-bukti sebagai disinformasia terhadap pihak lain. Suasana demikian akan menimbulkan sikap saling tidak percaya satu sama lain," tukas Din. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH