Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memuji sikap Presiden Joko Widodo yang tegas menegur kinerja para menterinya dengan mengancam akan melakukan rombak kabinet. Menurut Din, janji reshuffle kabinet sudah disampaikan secara terbuka kepada rakyat.

"Maka rakyat akan menunggu realisasinya," ujar Din kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6).

Baca Juga

Restu Megawati Jadi Penghalang Jokowi Rombak Kabinet Indonesia Maju

Menurut Din, kinerja kabinet yang buruk hanya dapat diatasi dengan pembentukan kabinet ahli atau zaken kabinet dengan menempatkan anak-anak bangsa yang mumpuni dan berintegritas.

"Hindari pertimbangan balas jasa dan bagi kursi, diganti dengan orientasi pada meritokrasi dan kesesuaian seseorang pada tempatnya," sebut Din.

 Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin  (MP/Fadhli)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (MP/Fadhli)

Pria yang kini menjabat Ketua Komite Pengarah Koalisi Masyarakat Penegak Kedaulatan (KMPK) mendesak Presiden Jokowi sebaiknya menghindari pertimbangan balas jasa dan bagi kursi. Namun diganti dengan orientasi pada meritokrasi dan kesesuaian seseorang pada tempatnya.

"Kekesalan dan kemarahan Presiden Jokowi terhadap menteri berkinerja buruk, dan janji reshuffle kabinet sudah disampaikan secara terbuka kepada rakyat. Maka rakyat akan menunggu realisasinya," ujar dia.

Menurutnya, selain menteri yang berkinerja buruk, menteri-menteri yang angkuh dan cenderung menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi memang dalah kerugian politik bagi Presiden.

Selain itu, dalam beberapa poin usulannya, Din juga berharap dalam menghadapi masalah bangsa seperti musibah Covid-19, dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

"Tidak ada salahnya untuk mendengar aspirasi rakyat, apalagi yang kritis. Karena boleh jadi dalam kritik itu ada solusi yg bersifat konstruktif. Salah adanya jika aspirasi itu dibungkam, baik dengan penyebaran agitasi dan fitnah oleh para buzzer bayaran, ataupun kriminalisasi rakyat kritis dengan menggunakan kekuasaan," ungkap Din.

Presiden Joko Widodo.(Foto ANTARA/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo.(Foto ANTARA/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Di bidang kesehatan, Din sudah memprediksi Jokowi bakal menemukan fakta bahwa penanggulangan COVID-19 tidak dikerjakan maksimal.

"Apa yang digambarkan oleh Presiden Jokowi dalam pidato itu, umpamanya secara khusus bidang kesehatan yang dinilainya tidak bekerja secara benar dalam menanggulangi COVID-19, sudah kami bayangkan sebelumnya," jelas eks Ketum PP Muhammadiyah itu.

"Kami menggugat Perppu Presiden yang dikatakan untuk menanggulangi COVID-19, padahal alokasi dana yang disediakan untuk itu, menurut Presiden hanya Rp 75 Triliun, walau data lain mengatakan Rp 85 Triliun atau sekitar 9%. Celakanya lagi, penggunaan dana tersebut sampai dengan Juni 2020 hanya 1,6 persen," katanya.

Baca Juga

Ini Sejumlah Menteri yang "Tak Bisa Tidur" Gegara Gertakan Jokowi

Din menganggap penanggulangan virus corona saat ini tidak serius, dan justru menganggap enteng permasalahan. Para pihak yang diberi tugas tersebut tidak membantu masyarakat yang terdampak.

"Inilah yang kami kritik bahwa penanggulangan COVID-19 tidak serius, terkesan meremehkan, dan tidak fokus membantu rakyat. Seperti rakyat harus membayar mahal untuk Rapid Test/Swab Test, dan tidak peduli terhadap tenaga medis yang banyak menjadi korban mati dalam menjalankan tugas karena minimnya alat pelindung diri)," kata Din. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KUR BRI Jadi Solusi UMKM di Masa Pandemi
Indonesia
KUR BRI Jadi Solusi UMKM di Masa Pandemi

“Kami Dari BRI Berkomitmen untuk menyalurkan KUR yang dapat membantu UMKM tentu dengan record keuangan usahanya ya," kata Handayani

Masker Medis Berpotensi Rusak Lingkungan, Butuh Puluhan Tahun Agar Bisa Terurai
Indonesia
Masker Medis Berpotensi Rusak Lingkungan, Butuh Puluhan Tahun Agar Bisa Terurai

Masker medis sekali pakai yang digunakan masyarakat, hendaknya tidak dibuang sembarangan

Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina
Indonesia
Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina

Ratusan warga India yang lolos masuk ke Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta sudah dilakukan karantina di ibu kota.

Wakil Ketua KPK Ngaku Ditanya Komnas HAM Soal Isu Taliban
Indonesia
Wakil Ketua KPK Ngaku Ditanya Komnas HAM Soal Isu Taliban

Nurul Ghufron telah memberikan klarifikasi kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait proses tes wawasan kebangsaan (TWK).

Sehari Tidur di Rutan Polda Metro, Begini Kondisi Rizieq Shihab
Indonesia
Sehari Tidur di Rutan Polda Metro, Begini Kondisi Rizieq Shihab

"Kondisinya sehat, kita masih tetap pantau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Pencopotan Baliho Rizieq Shihab oleh TNI Jadi Tamparan Keras Bagi Pemprov DKI
Indonesia
Pencopotan Baliho Rizieq Shihab oleh TNI Jadi Tamparan Keras Bagi Pemprov DKI

Pencopotan baliho Rizieq Shihab oleh TNI jadi tamparan keras bagi Pemprov DKI.

Anak Buahnya Dipanggil Ombudsman Gegara Selebgram, Begini Tanggapan Wagub
Indonesia
Anak Buahnya Dipanggil Ombudsman Gegara Selebgram, Begini Tanggapan Wagub

Inspektorat Provinsi DKI pun sudah turun tangan mendalami kasus tersebut

Pemerintah Tutup Penerbangan dari India, Kecuali Kiriman Logistik
Indonesia
Pemerintah Tutup Penerbangan dari India, Kecuali Kiriman Logistik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, untuk sementara waktu, tak ada penerbangan reguler dari India ke Indonesia.

PN Jaksel Hari Ini Bacakan Dakwaan Ruslan Buton
Indonesia
PN Jaksel Hari Ini Bacakan Dakwaan Ruslan Buton

Ruslan Buton telah dua kali mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Alat Deteksi COVID-19 Melalui Hembusan Nafas Terganjal Uji Diagnostik Kemenkes
Indonesia
Alat Deteksi COVID-19 Melalui Hembusan Nafas Terganjal Uji Diagnostik Kemenkes

Padahal, ini menjadi uji terakhir sebelum alat tes sistem tiup ini dapat diproduksi.