Din Syamsuddin Ingin Quick Count Dihilangkan, Begini Komentar Menohok Denny JA Denny JA, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA buka suara ketika Din Syamsuddin menginginkan perhelatan pesta demokrasi ditiadakan quick count atau penghitungan cepat.

Menurut dia, ada tiga hal yang menyedihkan membaca alasan Din Syamsuddin dibalik motifnya untuk menghilangkan quick count.

Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA
Direktur Eksekutif PT LSI Denny JA

"Yaitu gabungan ketidak pahaman Din Syamsuddin, plus prasangka, plus kecenderungan karakter otoriter," kata Denny JA saat dikonfirmasi, Senin (22/4).

Ia pun mengupasnya satu persatu dari tiga alasan yang dibuatnya kepada Din Syamsuddin. Pertama Din Syamsuddin tak paham bedanya antara quick count dengan survei.

Lanjut dia, tak pernah ada masalah dengan quick count Pilkada DKI 2017, Pilkada Jateng dan Jabar 2018 lalu. Ketika dicari di Google hanya hitungan menit, tersaji data quick count aneka lembaga survei soal pilkada di tiga daerah itu.

Dibandingkan hasil Komisi Pemikihan Umum Daerah (KPUD) 2 minggu kemudian baru terbit. Menurut dia quick count aneka lembaga pada pilkada itu sungguh sangatlah akurat.

"Jika yang Din maksud untuk kasus pilkada DKI, Jabar dan Jateng adalah soal akurasi survei, itu sama sekali tak ada hubungannya dengan quick count," tuturnya.

Kedua, lanjut dia, Din Syamsuddin berprasangka. Lantaran mengatakan quick count tidak ada keuntungannya dan banyak merugikan.

"Riset manakah yang ia gunakan? Bagaimanakah ia mengukur mudharat itu? Bagaimanakah ia mengukur manfaat itu? Berapa kasus yang ia gunakan. Tanpa ada data dan riset mendalam, klaim mudharat itu hanya prasangka saja. Pernyataan itu tak seharusnya keluar dari tokoh yang diberi amanah jabatan tinggi," tuturnya.

Atas dasar itu ia dan bersama asosiasi lembaga survei menunggu kajian Din Syamsudin soal mudharat quick count itu

"Dan cara ia mengukurnya dan menimbang dengan manfaat," jelasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin. (MP/Fadhli)

Ketiga, kata Denny, keinginan Denny menghilangkan quick count apakah merasa dirinya sehebat superman, Batman, dab Kapten Marvel hingga ia berani untuk menghilangkan quick count.

"Tahukah Din Syamsuddin, quick count itu dijamin undang undang? Tahukah Din Syamsudin, bahkan quick count pun dijamin konstitusi soal partisipasi warga negara? Tahukah Din Syamsuddin, bahwa semua jenis riset opini publik itu bagian sentral dari demokrasi modern," jelasnya

"Apa yang membuatnya merasa enteng saja merekomendasikan tindakan yang tak hanya menentang kemajuan ilmu pengetahuan tapi juga prinsip kebebasan akademik," sambungya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Nakes Asal Sukoharjo Positif COVID-19 setelah Divaksin Sinovac
Indonesia
Satu Nakes Asal Sukoharjo Positif COVID-19 setelah Divaksin Sinovac

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dinyatakan positif COVID-19 tak lama usai mendapatkan vaksinasi Sinovac.

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Dilarang Lewat Jalan Melong Bandung akibat Satu RT Positif Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Dilarang Lewat Jalan Melong Bandung akibat Satu RT Positif Corona

Akun FB Bunda Tety mengunggah larangan warga melewati daerah Melong karena satu RT di lokasi tersebut terkena COVID-19.

Izinkan Warga Tadarus di Masjid, Anies: Jangan Buka Masker
Indonesia
Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak
Indonesia
Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak

Sekaligus memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2021

Sebagai Atasan Penembak Prajurit TNI di Cengkareng, Kapolda Metro Minta Maaf
Indonesia
Sebagai Atasan Penembak Prajurit TNI di Cengkareng, Kapolda Metro Minta Maaf

Penembakan terjadi di kafe bernama RM di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis (25/2) sekitar pukul 04.30 WIB

Berikut Prakiraan Cuaca Wilayah Jakarta Hari Ini
Indonesia
Berikut Prakiraan Cuaca Wilayah Jakarta Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi sebanyak empat wilayah di Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB
Indonesia
Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB

Masyarakat masih bisa melakukan hal-hal produktif

Daya Tampung RS Darurat Wisma Atlet Lebih Dari 70 Persen
Indonesia
Daya Tampung RS Darurat Wisma Atlet Lebih Dari 70 Persen

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021, RSD Wisma Atlet memiliki 40.336 pasien yang terdaftar melakukan perawatan COVID-19.

Mabes Polri Tarik Tiga Anggotanya dari KPK
Indonesia
Mabes Polri Tarik Tiga Anggotanya dari KPK

Sebanyak tiga perwira menengah (pamen) Polri yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditarik Mabes Polri.

Usai Borong Makanan, Massa GPI Injak Produk dan Foto Presiden Prancis
Indonesia
Usai Borong Makanan, Massa GPI Injak Produk dan Foto Presiden Prancis

"Setelah belanja, mereka sempat menginjak-injak makanan dan minumannya. Ada tiga kardus minuman botol dan ciki-cikian," beber Nandar.