Din Syamsuddin: Hindari Bahaya Lebih Utama dari Sekadar mengejar Cita-Cita Din Syamsuddin bersama Presiden Jokowi dan Ibu Negara. (setkab.go.id)

Merahputih.com - Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Din Syamsuddin mengingatkan adanya kaidah Islam bahwa menghindari bahaya lebih diutamakan daripada mengejar kemanfaatan yang sepatutnya menjadi pertimbangan untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

"Prinsip dalam rumusan hukum agama yang sering diungkapkan para yuris di kalangan Islam bahwa menghindari bahaya lebih utama dari sekadar mengejar cita-cita," katanya, saat webinar Sarasehan Kebangsaan #33, Kamis (24/9).

Baca Juga:

Fahri Hamzah Nilai Pemerintah Bisa Kehilangan Legitimasi di Mata Rakyat Jika Pilkada Ditunda

Din mengingatkan betapa berbahayanya menggelar pilkada di berbagai daerah di tengah pandemi COVID-19 yang kian meluas sehingga membuat banyak kalangan yang menyuarakan untuk menunda pilkada.

"Dua ormas besar yang usianya lebih tua dari negara, yang jasanya besar bagi penegakan negara, ormas dan lembaga agama lain. Belum lagi lembaga masyarakat, tokoh dan masyarakat. Termasuk, kesimpulan dari webinar ini untuk menunda pilkada," beber dia dikutip Antara.

Ilustrasi Pilkada 2020. (ANTARA/Naufal)

Usulan untuk menunda pilkada itu, kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut, sebenarnya semata-mata untuk kepentingan dan keselamatan rakyat karena pandemi COVID-19 sedang meninggi.

Baca Juga:

Pilkada Tangsel Memanas, Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati Dirusak

Din kembali menegaskan bahwa menghindari mudharat, mafsadat, dan bahaya harus dikedepankan daripada sekadar mewujudkan kemanfaatan dan kemaslahatan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Kilogram Ganja Diselundupkan ke Jakarta Lewat Truk Durian
Indonesia
Ratusan Kilogram Ganja Diselundupkan ke Jakarta Lewat Truk Durian

Narkoba itu akan diedarkan lintas provinsi termasuk Jakarta.

Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi
Indonesia
Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat.

Calon Penumpang Batalkan Tiket, KAI Kembalikan Biaya 100 Persen
Indonesia
Calon Penumpang Batalkan Tiket, KAI Kembalikan Biaya 100 Persen

Eva mengatakan hal tersebut mulai diberlakukan sejak Senin (23/3)

Kasus Bakamla, Bos PT CMIT Didakwa Rugikan Negara Rp 63 Miliar
Indonesia
Kasus Bakamla, Bos PT CMIT Didakwa Rugikan Negara Rp 63 Miliar

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU KPK dalam persidangan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/6).

Novel: Kritik Bintang Emon Wajar, Proses Peradilan yang Keterlaluan
Indonesia
Novel: Kritik Bintang Emon Wajar, Proses Peradilan yang Keterlaluan

Novel yang merupakan korban penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu lantas memberikan dukungan kepada pemenang Stand Up Comedy Academy 3 itu.

Minta Pembaruan Data, Mensos Tak Ingin Keluarga Itu-Itu Saja yang Dapat Bansos
Indonesia
Kehati-hatian Pemerintah Terkait Izin FPI Sudah Tepat
Indonesia
Kehati-hatian Pemerintah Terkait Izin FPI Sudah Tepat

Apa pun organisasi yang ingin bergerak di Indonesia harus patuh kepada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Minta Gatot Nurmantyo dan KAMI Jangan Bikin Kisruh Demi Pertahanan Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Minta Gatot Nurmantyo dan KAMI Jangan Bikin Kisruh Demi Pertahanan Negara

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta Gatot Nurmantyo dan KAMI tidak buat kisruh demi pertahanan negara.

 ICW Pertanyakan KPK Limpahkan Perkara OTT Rektor UNJ ke Kepolisian
Indonesia
ICW Pertanyakan KPK Limpahkan Perkara OTT Rektor UNJ ke Kepolisian

Setidaknya terdapat dua dugaan tindak pidana korupsi yang dapat digunakan oleh KPK dalam mengusut kasus ini. Pertama, dugaan tindak pidana pemerasan atau pungutan liar yang dilakukan oleh Rektor UNJ.

[HOAKS atau FAKTA] Italia Klaim COVID-19 Bukan Virus Tapi Bakteri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Italia Klaim COVID-19 Bukan Virus Tapi Bakteri

Corona adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron