Dimintai Uang Mahar, Bakal Calon Wali Kota Cirebon Akan Gugat PKS Bakal calon wali kota Cirebon, Brigjen Pol Siswandi. (MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Bakal calon wali kota Cirebon Brigjen Pol Siswandi akan menempuh jalur hukum. Penyebabnya, Siswandi merasa dijegal oleh PKS.

Siswandi yang maju berpasangan dengan Euis Fetty Fatayati batal maju sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Hal itu menyusul keduanya tak kunjung mendapat rekomendasi dari PKS.

Akibatnya, saat mendaftar ke KPU Kota Cirebon pada Rabu (10/1) pukul 23.30 WIB pasangan Siswandi-Euis yang semula mendapat dukungan dari koalisi PKS, PAN, dan Partai Gerindra itu ditolak karena tidak memenuhi syarat.

"Langkah konkretnya saya serahkan kepada tim advokasi kami. Tentunya kita akan gugat," ujar Siswandi kepada wartawan di Cirebon, Sabtu (13/1).

Diberitakan sebelumnya, koalisi PKS, PAN, dan Partai Gerindra awalnya sepakat mendukung pasangan Siswandi-Euis untuk maju dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Namun, sebut Siswandi, dirinya dimintai mahar oleh oknum DPD PKS.

"Jumlahnya mencapai miliaran rupiah," ucap Siswandi tanpa bersedia merinci. Menurutnya, permintaan mahar yang dilakukan oknum DPD PKS itu naik hingga lima kali lipat dari permintaan awal.

"Ini menyebut angka naik turun sampai pada malam itu naiknya lima kali lipat," ujar Siswandi.

Ia sudah menduga hal itu akan terjadi pada H-1 jelang penutupan pendaftaran pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon.

"Tentu salah satu partai koalisi ada, kenapa dia tidak hadir dan tidak memberi rekomendasi itu kira-kira H-1 saya sudah tahu arahnya kemana. Ada sesuatu hal yang menarik yang dikatakan ada dan tiada, tapi itu pembicaraan sudah mengarah kepada mahar," ungkap jenderal bintang satu ini. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH