Dilihat dari Dampak Korupsinya, Juliari Sangat Pantas dan Tepat Dibui Seumur Hidup Terdakwa korupsi bansos Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/5/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara tidak masuk akal.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyatakan putusan tersebut semakin melukai masyarakat selaku korban korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Menurut Kurnia, Juliari sepantasnya dihukum penjara seumur hidup.

"Betapa tidak, melihat dampak korupsi yang dilakukan oleh Juliari, ia sangat pantas dan tepat untuk mendekam seumur hidup di dalam penjara," kata Kurnia dalam keterangannya, Senin (23/8).

Baca Juga

Saksi Akui Bekas Mensos Juliari Sewa Pesawat Pribadi CeoJetset

Kurnia menjelaskan, sedikitnya terdapat empat argumentasi yang dapat mendukung penilaian hukuman tersebut. Pertama, Juliari melakukan kejahatan saat menduduki posisi sebagai pejabat publik. Sehingga, menurut dia, berdasarkan hukuman Juliari mesti diperberat berdasarkan Pasal 52 KUHP.

Kedua, praktik suap bansos dilakukan di tengah kondisi pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan betapa korupsi yang dilakukan Juliari sangat berdampak, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, terhadap masyarakat.

Ketiga,hingga pembacaan nota pembelaan atau pledoi, Juliari tak kunjung mengakui perbuatannya. Padahal, dua orang yang berasal dari pihak swasta, Ardian dan Harry, telah terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Juliari.

Selvy Nurbaety selaku eks sekretaris pribadi mantan Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (19/5/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Sidang kasus Bansos COVID-19 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (19/5) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Keempat, menurutnya, hukuman berat yang dijatuhkan terdahap Juliari bisa memberikan pesan kuat bagi pejabat publik lain agar tidak melakukan praktik korupsi di tengah situasi pandemi COVID-19

"Berangkat dari hal ini, maka semakin lengkap kebobrokan penegak hukum, baik KPK maupun Pengadilan, dalam menangani perkara korupsi bansos," tegas Kurnia.

Bahkan, ICW menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku aparat penegak hukum sejak awal enggan mengembangkan penyidikan guna menjerat pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Indikasi itu, kata Kurnia, sudah terlihat sejak proses penyidikan. Misalnya, keterlambatan melakukan penggeledahan dan keengganan memanggil sejumlah politisi sebagai saksi.

Tidak hanya itu, saat penuntutan pun tidak jauh berbeda. Mulai dari menghilangkan nama sejumlah pihak dalam surat dakwaan, ketidakmampuan jaksa untuk memanggil pihak yang diduga menguasai paket pengadaan bansos, dan rendahnya tuntutan terhadap Juliari.

Baca Juga

Pengacara Klaim Belum Ada Saksi yang Menyebut Juliari Terima Suap

Di luar proses hukum, KPK juga diketahui memberhentikan Kasatgas Penyidikan dan Penyidik perkara bansos melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) serta membangun dalih seolah-olah ingin menyelidiki dugaan kerugian negara.

"Padahal diduga kuat tindakan itu untuk memperlambat dan melokalisir perkara ini agar berhenti hanya terhadap Juliari," tutur Kurnia.

Begitu pula, menurutnya, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini. Selain putusan yang dinilainya sangat ringan, kata Kurnia, isu lain seperti gugatan korban bansos juga ditolak dengan argumentasi yang janggal. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
758.018 Guru PPPK Direkrut Pemerintah Tahun 2022
Indonesia
758.018 Guru PPPK Direkrut Pemerintah Tahun 2022

Perekrutan guru PPPK tahap ketiga tahun 2021 akan dilaksanakan bersama dengan perekrutan tahun 2022 sehingga total guru PPPK yang akan direkrut jadi 970.410 orang.

Pimpinan DPD Minta Anak Asuh Shin Tae-yong Waspadai 'Counter Attack' Thailand
Olahraga
Pimpinan DPD Minta Anak Asuh Shin Tae-yong Waspadai 'Counter Attack' Thailand

Menurutnya, kemenangan dramatis atas Singapura justru menyisakan banyak catatan bagi timnas Indonesia

Pertemuan Parlemen Dunia di Bali Tidak Bahas Kondisi Rusia-Ukraina
Indonesia
Pertemuan Parlemen Dunia di Bali Tidak Bahas Kondisi Rusia-Ukraina

Hingga saat ini terdapat sembilan WNI yang masih diupayakan evakuasinya, di mana semuanya terletak di kota Chernihiv.

Gencarkan Vaksinasi COVID-19, Kapolda Metro Ingin Jakarta Kembali Sehat
Indonesia
Gencarkan Vaksinasi COVID-19, Kapolda Metro Ingin Jakarta Kembali Sehat

Polda Metro Jaya terus menggencarkan program vaksinasi COVID-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar ibu kota kembali sehat.

Update COVID-19 Nasional, Kasus Harian Bertambah 2.400
Indonesia
Update COVID-19 Nasional, Kasus Harian Bertambah 2.400

Pemerintah mendeteksi 2.400 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (6/4) pukul 12.00 WIB.

PKS Tentukan Arah dan Parpol Koalisi di Rapimnas
Indonesia
PKS Tentukan Arah dan Parpol Koalisi di Rapimnas

PKS meskipun sebelumnya telah menjalin koalisi dengan Partai Gerindra berulang kali dan belum memenangkan pemilihan presiden, tidak merasa jera.

Jokowi Ingin Anak Muda Bangun Kultur dan Rebut Pasar Digital
Indonesia
Jokowi Ingin Anak Muda Bangun Kultur dan Rebut Pasar Digital

Saat ini Indonesia memiliki 2.319 startup atau perusahaan rintisan baru. Dengan melihat potensi tersebut semakin hari usaha rintisan Indonesia akan terus bertambah.

Pertemuan Kedua TIIWG G20, Pemkot Solo Siapkan Kirab Budaya dan Pameran UMKM
Indonesia
Pertemuan Kedua TIIWG G20, Pemkot Solo Siapkan Kirab Budaya dan Pameran UMKM

Untuk pembukaan G20 tahap kedua nanti, para delegasi dari masing-masing negara anggota G20 akan disuguhi dengan Kirab Budaya, Pameran UMKM, hingga Gala Dinner di Keraton Kasunanan Surakarta.

PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...
Indonesia
PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...

Yang dikhawatirkan banyak pihak seolah benar. Banyak masyarakat di Ibu Kota yang masih memaksa diri untuk berangkat ke kantor.

Petugas Malioboro Kewalahan Hadapi Membludaknya Wisatawan
Indonesia
Petugas Malioboro Kewalahan Hadapi Membludaknya Wisatawan

Barcode aplikasi Sugeng Rawuh sudah ditempatkan di 17 titik masuk Malioboro dan seluruhnya dijaga oleh petugas keamanan Jogoboro dibantu Satpol PP dan kepolisian.