Dilarang Pacaran, Remaja SMP Loncat dari Flyover Korban saat dirawat di RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon. (MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Pelajar SMPN 17 Cirebon berinisial ANA (15) mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan penyebrangan tol di Blok Sijopak, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (12/1).

Korban yang dibawa ke RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, ini mengalami luka robek di dahi, bibir atas, lebam pada leher dan punggung.

"Korban mengalami luka robek di dahi enam jahitan, luka robek di bibir atas empat jahitan, luka lebam di leher dan punggung," kata Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra, di Cirebon, Jumat (13/1).

Risto mengungkapkan ANA nekad melakukan percobaan bunuh diri karena dilarang berpacaran oleh guru dan orang tuanya.

Awalnya, korban diketahui oleh pihak sekolah berboncengan dengan seorang pria D (18) siswa di sekolah tersebut yang diduga kekasih korban.

"Korban kemudian ditegur oleh wali kelasnya untuk tidak berpacaran dulu," ungkap Risto.

Selanjutnya, pada Jumat (12/1), korban tidak masuk sekolah. Teman-teman korban menemui korban dan ibunya dan menginformasikan bahwa korban akan dikeluarkan dari sekolah.

"Mendengar informasi tersebut ibu korban memarahi korban,'' kata Risto.

Korban lalu berlari ke jembatan penyebrangan tol dan menjatuhkan diri dari atas jembatan tersebut.

"Sebelum korban melompat, sempat dibujuk oleh warga dan kakak korban bernama Syarif," kata Risto.

Korban lalu dilarikan ke RSUD Gunung Jati Kota Cirebon untuk mendapatkan perawatan luka-luka yang dideritanya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: 4 Kalimat yang Biasa Diucapkan Sebelum Bunuh Diri, Anda Mesti Waspada


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH