Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Klarifikasi Dirut TransJakarta Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo. (ANTARA/HO-Humas TransJakarta)

MerahPutih.com - Direktur Utama PT TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengklarifikasi terkait pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya pada Senin (31/8) oleh sejumlah mantan karyawan Transjakarta terkait tuntutan pekerja atas uang lembur sejak 2015-2019 dan pemecatan karyawan.

"Bukan begitu ceritanya, aduan mereka itu terkait upah lembur nasional 2015 sd 2019. SK Direksi terkait hal itu sudah diterbitkan di akhir 2019. Masalah lembur sudah 'clear' bahkan dengan tiga serikat pekerja yang ada waktu itu dalam pertemuan," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9)

Baca Juga

1.237 Nyawa Warga Jakarta Melayang Gegara COVID-19

Menurut mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines ini, pemecatan kepada empat orang karyawan perusahaan milik daerah tersebut, bukanlah karena menuntut upah lembur pada perusahaan.

Sementara, lanjut Jhony, pemutusan hubungan kerja (PHK) pada empat orang dari 13 pelapor tersebut, adalah karena pelanggaran kategori berat, setelah sebelumnya dijatuhkan skorsing sepekan terlebih dulu.

"Gitu urutannya. Jadi tidak ada itu, mereka di-PHK karena menuntut upah. Itu kan haknya," katanya dilansir Antara.

Namun, Jhony merasa heran mengenai pelaporan yang memperkarakan dirinya sebagai Dirut TransJakarta tersebut karena dirinya baru bergabung dengan PT TransJakarta sebagai direktur utama sejak 27 Mei 2020, sementara kejadian itu sebelum 2019.

"Mereka itu adalah serikat pekerja ke-4 yang didirikan belakangan, setelah SK Direksi terkait pembayaran upah lembur libur nasional itu diberlakukan. Saya sendiri baru gabung jadi Dirut akhir Mei 2020 sehingga aneh, tiba-tiba saya yang dilaporkan. Lalu selama empat tahun kemarin mereka ngapain aja?," paparnya

Namun demikian, Jhony menyebut tuntutan karyawan atas upah lembur nasional itu dianggap wajar oleh manajemen TransJakarta karena berhubungan dengan hak-hak mereka sebagai karyawan.

"Saya memahami tuntutan mereka dan sudah pernah dikasih solusi di depan puluhan orang dan di depan empat serikat pekerja TransJakarta termasuk mereka. Jadi nggak apa-apa kalau mereka laporkan ke polisi walaupun itu salah alamat menurut saya, mereka sedang memperjuangkan haknya" ucap Jhony.

Berdasarkan catatannya, ada 13 orang yang menuntut upah lembur kepada TransJakarta, empat pegawai di antaranya dipecat karena melakukan pelanggaran berat.

Sepekan sebelum terkena PHK, empat pegawai itu lebih dulu dijatuhkan skorsing. Meski demikian, Jhony tak merinci jenis pelanggaran berat yang mereka buat sampai dipecat. Namun, perbuatan mereka dianggap merugikan dan menyalahi aturan perusahaan.

"Jadi, juga tidak ada itu kabar mereka di-PHK karena lapor polisi," tegasnya

Sebelumnya, pada Senin (31/8), Serikat Pekerja TransJakarta melaporkan Dirut PT TransJakarta Sardjono Djhony ke Mapolda Metro Jaya. Laporan bernomor LP/5186/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ itu, dibuat karena adanya 13 pekerja yang belum mendapatkan upah lembur tahun 2015 sampai 2019.

Baca Juga

Erick Thohir: Program Subsidi Gaji Rp600 Ribu Bisa Diteruskan

Kuasa Hukum Serikat Pekerja Transjakarta, Azaz Tigor Nainggolan mengatakan, total upah lembur yang harus diterima 13 karyawan itu adalah Rp287 juta. Namun, justru satu orang karyawan itu dipecat. Sedangkan, delapan orang lainnya sampai saat ini masih diskors.

Karena itu, Tigor menilai ada dugaan pelanggaran terhadap UU Nomor 13 tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Dikritik Jerat Pelaku Pesta Gay Pakai Pasal Pornografi
Indonesia
Polisi Dikritik Jerat Pelaku Pesta Gay Pakai Pasal Pornografi

Hukum pidana yang saat ini berlaku tidak bisa digunakan untuk serta merta menyerang orientasi seksual seseorang

RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rawat 524 Pasien, 369 Positif COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rawat 524 Pasien, 369 Positif COVID-19

Sementara itu pasien PDP berkurang 12 orang dari 107 menjadi 95 pasien

130 Ribu Hoaks Corona Beredar di Masyarakat, 17 Pelaku Ditahan
Indonesia
130 Ribu Hoaks Corona Beredar di Masyarakat, 17 Pelaku Ditahan

sebanyak 130.680 kasus sedang diselidiki.

MRT Ratangga Berencana 'Turun Mesin' Agustus 2021
Indonesia
MRT Ratangga Berencana 'Turun Mesin' Agustus 2021

Kegiatan perawatan menyeluruh ini juga akan mendapatkan pendampingan oleh tim ahli dari Jepang

Wagub Riza Pastikan Tidak Ada Lockdown Akhir Pekan di Jakarta
Indonesia
Wagub Riza Pastikan Tidak Ada Lockdown Akhir Pekan di Jakarta

"Tidak ada program lockdown di akhir pekan," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

KPK Jebloskan Koruptor di Sumatera Utara ke Lapas
Indonesia
KPK Jebloskan Koruptor di Sumatera Utara ke Lapas

Eksekusi tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 645K/Pid.Sus/2020 tanggal 10 Maret 2020.

Dalam Forum Dialog Umat Katolik, Romo Benny Ungkap Alasan Intoleransi Marak
Indonesia
Dalam Forum Dialog Umat Katolik, Romo Benny Ungkap Alasan Intoleransi Marak

Kementerian Agama mengadakan Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar.

Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketum PPP
Indonesia
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketum PPP

Suharso Monoarfa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktamar IX di Makassar.

WHO Segera Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19
Dunia
WHO Segera Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19

Uji coba solidaritas dimulai dalam lima tahap dengan melihat pendekatan pengobatan potensial COVID-19.

Sekretariat PII Diduga Dirusak Aparat, Sejumlah Aktivis Ditangkap Polda Metro
Indonesia
Sekretariat PII Diduga Dirusak Aparat, Sejumlah Aktivis Ditangkap Polda Metro

Total ada 10 kader PII yang ditangkap dan telah digelandang ke Polda Metro Jaya.