Dilaporkan ke Bawaslu, Bajo Sebut Ada Pihak yang Tidak Senang Duet bakal cawali dan cawawali Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo). Foto: MP/Ismail

MerahPutih.com - Sedikitnya tiga warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) melaporkan pasangan dari independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) ke Bawaslu atas dugaan memalsukan tandatangan surat dukungan warga yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.

Koordinator Tim Pemenangan Bajo, Budi Yuwono angkat bicara dengan menyebut, laporan PWSPP ke Gakkumdu dan Bawaslu tersebut sebagai upaya menjegal pasangan Bajo agar tidak lolos Pilwakot Solo.

Baca Juga

Kepala Disparekraf DKI Cucu Kurnia Meninggal Dunia

"Kami sudah mendengar kabar tersebut. Kami siap jika Gakkumdu dan Bawaslu mengundang Bajo untuk diklarifiksi," ujar Yuwono, Kamis (13/8).

Tim Bajo, kata dia, telah mengumpulkan bukti untuk dibuktikan pada Gakkumdu dan Bawaslu. Menurutnya, laporan tersebut sebagai upaya menjegal langkah Bajo untuk bisa menjadi penantang pasangan cawali dan cawawali, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang diusung PDIP.

"Kami selangkah lagi bikin sejarah di Pilwakot Solo dengan majunya calon independen. Kami sudah memprediksi jika banyak pihak yang tidak senang jika pasangan Bajo lolos," katanya.

Banner calon independen di Pilwalkot Solo dari pasangan Bajo
Banner bakal cawali dan cawawali Bagyo Wahyono dan FX Supardjo yang maju dari jalur independen di Pilwakot terpasang di Jalan Kebangkitan Nasional, Solo, Jawa Temgah, Rabu (8/1). (MP/Ismail)

Ia menyebut orang yang melapor tersebut adalah pihak yang ingin mencari panggung di Pilwakot Solo. Terkait adanya gugatan yang dilayangkan ke Bawaslu Kota Solo dan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), pihaknya siap.

Baca Juga

Update COVID-19 Kamis (13/8): 132.816 Positif, 87.558 Sembuh

"Kami tetap optimistis bisa lolos verfak (verifikasi faktual) dan Bajo bisa ikut mendaftar cakal cawali dan cawaali di KPU tanggala 4 September mendatang," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
179.213 Warga DKI Jalani Rapid Tes, Reaktif COVID-18 6.623 Orang
Indonesia
179.213 Warga DKI Jalani Rapid Tes, Reaktif COVID-18 6.623 Orang

Untuk reaktif rapid test, lanjut Ani, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR

 PPK Kemayoran Minta Masalah Banjir Kemayoran Ditangani Bersama
Indonesia
PPK Kemayoran Minta Masalah Banjir Kemayoran Ditangani Bersama

"Jadi memang ini kan bukan dilihat ini lahan ini Pusat atau Pemprov, karena walaupun ini yang mengelola Setneg, tapi kan yang melintasi sini juga Warga DKI juga," kata Riski

Pemkot Solo Tunggu Sikap Gubernur Jateng Terkait UMP 2021
Indonesia
Pemkot Solo Tunggu Sikap Gubernur Jateng Terkait UMP 2021

"Kami tunggu langkah Pak Gubernur Jawa Tengah seperti apa dulu menyikapi SE Menteri Ketenagakerjaan. Karena Solo dibawah Pemprov Jawa Tengah" kata dia.

LPSK Sayangkan Aksi Intimidatif Ancaman Pengepungan Rumah Nikita Mirzani
Indonesia
LPSK Sayangkan Aksi Intimidatif Ancaman Pengepungan Rumah Nikita Mirzani

Bagi pihak yang merasa terintimidasi, bahkan mendapatkan ancaman secara langsung, LPSK meminta yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan

Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19

Ada sekitar 2.000-an karyawan RSUD dr Moewardi Solo yang dilakukan tracing selama dua pekan.

 Kurangi Korban Corona di Jakarta, PA 212 Desak Pemerintah Berlakukan Lockdown
Indonesia
Kurangi Korban Corona di Jakarta, PA 212 Desak Pemerintah Berlakukan Lockdown

Novel menambahkan, jika Indonesia tidak lockdown dan warga tidak mematuhi instruksi Gubernur Anies, maka korban meninggal akibat wabah corona bisa meningkat drastis.

Pembakar Bendera PDIP Resmi Dilaporkan, Ancaman Penjara 6 Tahun Menanti
Indonesia
Pembakar Bendera PDIP Resmi Dilaporkan, Ancaman Penjara 6 Tahun Menanti

Pihak PDIP membawa barang bukti berupa print out media massa dan video aksi pembakaran bendera partai.

Pelaku Kerusuhan di Jakarta Diduga Ditunggangi Kelompok Ini
Indonesia
Pelaku Kerusuhan di Jakarta Diduga Ditunggangi Kelompok Ini

Massa yang melakukan kerusuhan tersebut bukan dari elemen buruh hingga mahasiswa.

Mengantuk Saat Bawa Mobil, Kepala Pengacara Kondang Ini Dijahit
Indonesia
Mengantuk Saat Bawa Mobil, Kepala Pengacara Kondang Ini Dijahit

Mobil lalu oleng ke kanan, lalu menabrak median pemisah jalan

Wagub DKI: Perubahan Iklim Berpotensi Percepat Banjir di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI: Perubahan Iklim Berpotensi Percepat Banjir di Jakarta

"Biasanya banjir masuknya Desember, Januari, sampai Maret. Ada potensi lebih cepat," kata Riza