Dilantik Jadi Sekda, Marullah Segera Tuntaskan Krisis Jakarta Akibat COVID-19 Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melantik Marullah Matali sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Senin (18/1). Foto: MP/Istimewa

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melantik Marullah Matali sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menggantikan almarhum Saefullah.

Anies menilai, proses tahap seleksi pemilihan Sekda sudah melalui prosedur dan landasan hukum yang jelas, seperti mengacu pada UU ASN Tahun 2014 dan Permenpan Tahun 2014, serta PP Nomor 11 Tahun 2014 tentang Manajemen PNS, serta mengusulkan rekomendasi untuk seleksi terbuka ke KASN tentang seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah.

Baca Juga

Sore Ini Anies Lantik Marullah Matali Sebagai Sekda DKI

"Alhamdulillah, hari ini adalah babak baru, satu sisi menuntaskan proses seleksi, sisi lain memulai kerja besar bersama dengan Sekda yang baru," ujar Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Senin (18/1).

Anies meminta Marullah dapat menjalankan amanat baru karena tugas yang diembankan bukanlah tugas ringan. Diamanatkan untuk menjalankan fungsi Sekda di ibu kota, terutama saat masa krisis di tengah pandemi COVID-19.

"Pemprov DKI juga harus bisa mengembalikan kondisi kesehatan - perekonomian yang melemah agar kondisi sosial warga Jakarta bisa berjalan dinamis pada hari-hari ke depan," terangnya.

Marullah Matali

Selain itu, ucap Anies, Sekda juga diminta bisa memastikan koordinasi lintas lembaga pemerintahan di DKI berjalan dengan baik.

"Kita ingin Pemprov DKI mengejar target semua terkait pembangunan yang sudah ada baik di RPJMD maupun di KSD maupun di semua arahan-arahan yang terkait dengan pembangunan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan dalam tempo sesuai dengan rencana," jelas Anies.

Sementara itu, Sekda Marullah mengatakan, amanat yang telah diberikan Anies akan dijalankan dengan baik, serta mengajak ASN di lingkungan Pemprov DKI untuk bersama-sama menanggulangi segala krisis yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

"Hal ini harus kita tuntaskan agar segala kendala dalam menjalankan Visi dan Misi Gubernur bisa diminimalisir saat masa COVID-19," pungkas Marullah. (Asp)

Baca Juga

Tiga PNS Lolos Seleksi Terbuka Calon Sekda DKI

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dipecat Karena Demo Keringanan UKT, Mahasiswa UNAS Diintimidasi Pihak Kampus
Indonesia
Dipecat Karena Demo Keringanan UKT, Mahasiswa UNAS Diintimidasi Pihak Kampus

Akibat aksi ini pihak UNAS melaporkan 20 mahasiswa ke polisi

Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi
Indonesia
Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi

Partai Amanat Nasional menilai tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi bangsa Indonesia karena dampak pandemi COVID-19 sejak awal tahun.

PT KAI Kembali Batalkan 28 Perjalanan Kereta Jarak Jauh
Indonesia
PT KAI Kembali Batalkan 28 Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Proses pembatalan juga dapat dilakukan di loket stasiun pembatalan yang ditentukan

Mudik Saat Idul Adha Dinilai Sangat Berbahaya, Ini Alasannya
Indonesia
Mudik Saat Idul Adha Dinilai Sangat Berbahaya, Ini Alasannya

Memang sebaiknya niat mudik perlu dipikirkan kembali untung ruginya.

Wagub DKI: Yang Disampaikan Pak Jokowi Betul
Indonesia
Wagub DKI: Yang Disampaikan Pak Jokowi Betul

Masyarakat baru saja melewati masa libur panjang akhir tahun

Lewat Suratnya, Gatot Nurmantyo Menerima Tanda Kehormatan yang Diberikan Negara
Indonesia
Lewat Suratnya, Gatot Nurmantyo Menerima Tanda Kehormatan yang Diberikan Negara

Istana telah membagi dua kloter pemberian penghargaan

Sudah Penyidikan, Polisi Layangkan Surat Panggilan Pada Anji
Indonesia
Sudah Penyidikan, Polisi Layangkan Surat Panggilan Pada Anji

Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan atas tuduhan menyebar berita bohong. Laporan muncul setelah Keduanya menghadirkan konten kontroversial yang membahas obat penangkal COVID-19.

Polda Kepri Sesalkan Mantan Calon Taruna AKPOL Curhat di Medsos
Indonesia
Pengelolaan Dana Calhaj yang Batal Berangkat Harus Diawasi
Indonesia
Pengelolaan Dana Calhaj yang Batal Berangkat Harus Diawasi

"Utamanya menyangkut pengelolaan dan transparansi pengembalian biaya kepada jemaah yang batal berangkat," ujar Mustolih

Menkes Terawan Beri Santunan ke Keluarga Nakes yang Gugur Tangani COVID-19
Indonesia
Menkes Terawan Beri Santunan ke Keluarga Nakes yang Gugur Tangani COVID-19

Dana santunan yang diberikan kepada para ahli waris sebesar Rp300 juta