Dikaitkan dengan Majalah Playboy, Begini Pembelaan Dirut Baru TVRI Iman Brotoseno. ANTARA/dokumentasi pribadi

MerahPutih.com - Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI Iman Brotoseno angkat suara soal banyak orang yang meragukan masa lalunya.

Dia mengaku dalam tahun 2006 - 2008 lalu sering menjadi kontributor foto dan artikel tentang penyelaman di berbagai majalah, termasuk salah satunya pernah dimuat hanya satu kali, di majalah Playboy Indonesia, edisi September 2006 dengan judul "Menyelam di Pulau Banda".

Baca Juga:

PKS Sesalkan Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI

"Tulisan ini fokus mengulas wisata bahari dan sama sekali tidak ada unsur pornografi," ungkap Iman dalam keterangan di akun media sosialnya, Jumat (29/5).

Dia mengatakan, majalah Playboy Indonesia sangat berbeda dengan versi di luar negeri.

Dia mengatakan, banyak penulis juga mengisi majalah tersebut dan banyak tokoh nasional juga yang diwawancara di Playboy Indonesia.

Dia melanjutkan, tentunya hal itu tidak menghilangkan integritas penulis dan tokoh yang bersangkutan karena substansinya tidak terkait pornografi.

Bahkan sikap Dewan Pers ketika itu menilai terhadap putusan MA yang memvonis Erwin Arnada sebagai Pemred majalah Playboy Indonesia pada tahun 2010.

"Dewan Pers secara tegas menolak menyebutkan majalah Playboy Indonesia melanggar pasal pornografi. Bahkan Dewan Pers menilai, putusan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi pers," katanya.

Setelah dilantik menjadi Dirut TVRI, Brotoseno mengakui semua punya rekam jejak digital dan peristiwa masa lalu dalam era digital sekarang.

Brotoseno mengaku sejak awal tidak pernah berbohong kepada publik, di mana semua bisa dilihat dalam jejak digital dan tidak ada kasus pelanggaran hukum di masa lalu.

Saat itu, lanjut ke, netizen masih belum terpolarisasi dan belum terjadi perpecahan kubu aspirasi politik maupun ideologi seperti sekarang.

"Dalam percakapan itu yang juga melibatkan beberapa orang seperti pekerja seni termasuk saya, dapat saja menggunakan bahasa gurauan yang oleh pihak lain dapat dianggap sebagai hal serius," imbuhnya.

Brotoseno pun mengaku tidak menyangka akan menduduki jabatan publik di TVRI.

Ia bertanggung jawab atas apa yang sudah saya tulis di media sosial dan juga sikap saya sebagai warga negara. Bahwa di belakang hari ada yang mengungkap beberapa tulisan di jejaring sosial, setelah ia atas kehendak Allah SWT menjadi Direktur Utama LPP TVRI.

"Terlepas dari adanya tujuan tertentu, niatan sengaja membelokkan opini dan melakukan pembunuhan karakter, tentu merupakan fakta yang harus saya hadapi," ujarnya.

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Bagi Brotoseno, sangat penting untuk menguatkan komitmennya untuk memperbaiki hal-hal yang buruk di masa lalu dan memulai tahap baru.

Dia mengaku berdoa dan memohon ridha Allah untuk senantiasa mampu mengemban beban amanah melalui jabatan Direktur Utama LPP TVRI.

"Apa yang diungkap di masyarakat tentu merupakan kritik dan masukkan bagi saya agar semakin lebih baik ketika menyandang amanah Allah bekerja di TVRI. Termasuk tata cara perilaku dan narasi di ruang publik. Saya akan fokus bekerja sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara," tuturnya.

Dirinya pun mengklaim sudah mulai berusaha menyelesaikan urusan internal yang sangat strategis, yakni menyelesaikan urusan tunjangan kinerja karyawan khususnya mengenai rapel tunkin yang merupakan hak hak karyawan.

Sejalan dengan itu, dirinya bersama kolega anggota Direksi juga memulai penyelesaian pengisian jabatan struktural yang masih kosong guna memperlancar urusan penyelenggaraan TVRI.

Hal tersebut, kata dia, menjadi prioritasnya agar sebagai media Lembaga Penyiaran Publik TVRI dapat segera meningkatkan karyanya agar semakin maju berkarya, semakin bermanfaat untuk publik, bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia serta membawa kemajuan manajemen dan kesejahteraan pegawai.

"Saya berpedoman, bahwa jauh lebih penting untuk bekerja dan mewujudkan janji saya dalam membawa TVRI ini menjadi lebih maju ke depannya. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Pengasih senantiasa menolong dan membimbing saya," pungkasnya.

Baca Juga:

TVRI Kena Sanksi Tayangkan Adegan Ciuman Bibir di Acara 'Jendela Dunia'

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengkritik langkah Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik TVRI yang memilih Iman Brotoseno sebagai Direktur Utama TVRI.

Hidayat menilai dipilihnya Iman sebagai Dirut TVRI tidak sesuai dengan TAP MPR No VI/2001 terkait etika kehidupan berbangsa dan bernegara, lantaran Iman pernah menjadi kontributor Majalah Dewasa Playboy Indonesia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menilai Iman tidak memiliki pengalaman dalam mengatasi masalah seperti yang terjadi di TVRI sebagaimana yang diharapkan oleh Dewas TVRI.

“Dewas harus menjelaskan hal tersebut secara gamblang, bahkan perlu segera merevisi keputusannya. Kok bisa rekam jejak komprehensif calon Dirut bisa luput dari perhatian dalam proses pemilihan Dirut TVRI, jabatan publik yang sangat strategis dan dibiayai oleh APBN,” kata Hidayat. (Knu)

Baca Juga:

Eks Kontributor Playboy Dipilih Jadi Dirut TVRI, HNW: Tak Sesuai TAP MPR


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH