Doa Guru yang Dihantam Kursi Sang Murid Sampai Pingsan Ini Bikin Haru Guru MTs Nuzul yang dirawat karena dihantam kursi oleh sang murid. (Ist)

NUZUL Kurniawati masih terbaring lemah di salah satu ruangan di RSUD dr Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/3). Mungkin dia tak pernah menyangka akan medapat perlakuan sangat menyakitkan dari sang murid. Ya, Nuzul merupakan Guru Madrasah Sanawiyah (MTs) Darussalam, Kecamatan Pontianak Timur. Nuzul merupakan korban kekerasan yang dilakukan sang murid, NF.

Gara-gara menegur dan mengingatkan NF yang asyik bermain game di HP saat jam pelajaran berlangsung, Nuzul dipukul dengan kursi oleh siswa kelas VIII itu. Tak hanya itu, sang murid juga melemparnya dengan HP yang digunakan untuk bermain game. Darah segar pun menguncur dari telinga Nuzul. Kini dia harus dirawat di RSUD dr Soedarso.

Berdasarkan penuturan Kepala MTs Darussalam Ahmad Bustomi dari keterangan beberapa guru, peristiwa itu terjadi saat mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam (SKI). Di tengah jam pelajaran, NF begitu asyiknya memandangi layar HPnya. Ternyata bermain game. Guru yang sedang pengampu mata pelajaran itu lantas menegur NF. Tapi NF tidak menghiraukan teguran itu. "Mungkin karena kesal tidak dihargai dan juga sedih, guru itu keluar kelas dan masuk ke ruangan guru," jelas Bustomi, Kamis (8/3).

Nuzul tengah berada di ruangan guru itu. Dia pun mencoba membantu guru pengampu itu untuk memberi peringatan pada NF. Nuzul pun masuk ke ruang kelas NF. Saat itu suasana dalam kelas sedang sepi karena murid lain keluar. Tapi NF masih berada di kelas dan melanjutkan bermain game.

"Bu Nuzul mencoba menasihati siswa tersebut sambil mengambil HP-nya. Sempat terjadi adu mulut. Mungkin karena tidak terima, murid itu ambil kursi plastik tempat duduk siswa, lalu dipukulkan ke Bu Nuzul," kata Bustomi, seperti dilansir jpnn.com.

Kursi itu mendarat tepat di telinga Nurul. Darah segar mengalir. Nuzul lantas membanting HP milik NF. "HP yang dibanting itu kemudian diambil (NF) dan dilempar ke Bu Nuzul," kata Bustomi.

Nuzul pingsan. Dia Nuzul lantas dibawa ke RS Kartika Husada lalu dirujuk ke RSUD dr Soedarso. Bustomi mengaku pihak sekolah sudah memanggil NF. "Kami kasih pemahaman ke dia. Dia sudah minta maaf," terang Bustomi.

Meski sudah melaorkan peristiwa itu ke Polsek Pontianak Timur, pihak sekolah tetap melakukan mediasi agar masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya tetap akan mencoba mediasi," ucap Bustomi.

Nuzul yang mengalami luka dan harus dirawat ternyata berhati besar. Dia sudah memaafkan dan tetap menyanyangi NF sebagai muridnya. “Kalau saya benci, bagaimana anak didik kita (nanti). Ibu tetap sayang sama dia. Sekarang bagaimana supaya bisa memperbaiki sifat dan akhlaknya," ucap Nuzul dengan lembut ketika ditemui di RSUD dr Soedarso, Kamis (8/3).

Bahkan, Nuzul tidak mau masa depan anak didik yang membuatnya opname di rumah sakit itu hancur jika harus dihukum. "Mudah-mudahan dengan ini dia (NF) bisa lebih baik. Dia itu anak yatim," kata Nuzul.

Dia berdoa dengan peristiwa ini, NF yang semula bersikap kasar bisa menjadi lebih lembut hatinya. "Saya tetap sayang dia," ujar Nuzul. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH