Dihadirkan Secara Virtual, Pameran 'Indonesia Bergerak: 1900-1942'  Ajak Generasi Muda Belajar Sejarah dengan Cara Kekinian Potret Kartini yang dipamerkan dalam Indonesia Bergerak:1900-1942. (foto: istimewa)

GALERI Foto Jurnalistik Antara (GFJA) membuka pameran foto dan grafis Indonesia Bergerak: 1900-1942, Senin (7/9). Pameran yang merupakan hasil kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan KITLV-Jakarta itu menampilkan 75 dokumen visual berupa foto, lukisan, sketsa, serta arsip surat kabar periode 1900-1942. Semua imaji yang ditampilkan bertujuan mengajak masyarakat melihat rekam jejak intelektual semasa pergerakan nasional.

Masa pergerakan nasional Indonesia menandai babak baru perjuangan kemerdekan Indonesia. Pendirian Budi Utomo menjadi penegas era pergerakan nasional Indonesia. "Pada periode 1900-1942, para pemuda bangsa tengah ditempa untuk menjadi lokomotif yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan dan kedaulatan. Semangat nasionalisme mereka mengalahkan ego SARA," kata kurator Pameran Indonesia Bergerak: 1900-1942, Ismar Patrizki dalam rilis yang diterima Merahputih.com.

BACA JUGA:

Kanye West Pinjam Uang untuk Kampanye Presiden AS

Ismar menjelaskan politik etis yang diterapkan oleh pemerintah Belanda menjadi titik awal lahirnya putra-putri bangsa yang terdidik dan memilki cita-cita untuk menjadi bangsa merdeka. Lewat tulisan, organisasi dan diplomasi, para intelektual itu menyampaikan kritik dan gagasan tentang pentingnya menjadi bangsa yang merdeka.

foto indonesia bergerak
Salah satu grafis yang dipamerkan. (foto: istimewa)

Pameran diawali dengan menampilkan tokoh Raden Ajeng Kartini. Ia merupakan pelopor kebangkitan nasional. "Melalui pemikiran kritisnya terhadap realitas negara kolonial, Kartini menjadi pembuka jalan yang mengawali periode kebangkitan nasional. Kepoloporannya itu segera diikuti para pemuda dan pemudi yang telah tercerahkan," kata sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso.

Bondan menjelaskan generasi setelah Kartini memiliki cita-cita yang lebih luas. Mereka tidak hanya ingin mendapat posisi strategis dalam tatanan masyarakat kolonial, tetapi mereka ingin mewujudkan masyarakat yang merdeka, terbebas dari belenggu dari kolonialisme.

indonesia bergerak
Teks lagu Indonesia Raya yang juga dipamerkan. (foto: Istimewa)

Lewat 75 foto dan karya grafis, kita diajak melihat sepak terjang para tokoh pergerakan dari sisi yang berbeda. Foto-foto Raden Ajeng Kartini (1879-1904) dalam aktivitasnya sebagai pendidik, potret para tokoh penting dalam pendirian Budi Utomo, aktivis pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, sepak terjang jurnalis Tirto Adhi Soerjo (1880-1918), hingga pidato pleidoi Bung Karno, Indonesia Menggugat, dihadirkan di pameran ini.

Tak hanya itu, pameran ini juga menampilkan gambar sejumlah media massa berupa koran atau majalah yang jadi media propaganda nasionalisme. Menurut Ismar, jumlah 75 dipilih sebagai representasi hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan Indonesia. Dokumen visual yang ditampilkan merupakan koleksi dari Kantor Berita Antara, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Univesiteit Leiden/KITLV-Jakarta, dan Delpher (National Library of the Nederlands).

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko menyambut baik adanya pameran ini. "Kegiatan seperti ini harus lebih sering dilaksanakan untuk pembelajaran generasi muda," ujarnya saat membuka pameran yang disiarkan secara live di kanal Youtube Antara TV, Senin (7/9).

indonesia bergerak
Salah satu foto yang dipamerkan dalam Indonesia Bergerak: 1900-1942. (foto: istimewa)

Demi menyesuaikan dengan situasi pandemi, pameran kali ini tersedia juga secara virtual. Kamu bisa menyaksikan pameran secara virtual lewat tautan https://www.antarafoto.com/indonesia-bergerak.

Lewat tautan itu, kamu akan dibawa dalam sebuah tur mengelilingi galeri untuk melihat foto-foto yang dipamerkan. Semuanya bisa kamu alami dari depan gawaimu. Sebuah pengalaman baru.

Menurut Ismar, dengan menggelar pameran vitual, lebih banyak audiens yang bisa dijangkau. Tak hanya yang tinggal di Ibu Kota, tapi juga hingga ke daerah. Selain itu, pameran virtual digelar untuk mempertahankan tradisi memperingati HUT RI di GFJA, meski di tengah segala keterbatasan akibat pandemi.

Kamu yang ingin melihat pameran secara langsung bisa datang ke Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jalan Antara nomor 59, Pasar Baru, Jakarta. Pastikan kamu tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ya.(Dwi)

BACA JUGA:

Cara Jitu Mahasiwa Bokek Punya PC Gaming Keren

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH