Digisexuals, Bercinta dengan Robot. Adakah Dampaknya? Digisexuals gabungkan teknologi dan sex (foto: discovermagazine.com)

BUKAN lagi hal yang janggal jika kita mendengar bagaimana orang bisa bercinta dengan robot di tahun 2018. Bahkan menurut prediksi David Hanson, selaku pencipta robot dan founder dari Hanson Robotics, percaya bahwa manusia sudah bisa menikah dengan robot pada tahun 2045, sebagaimana di tahun 2018 pun sudah banyak manusia yang bercinta dengan robot.

Digisexuals, begitulah mereka disebut. Seseorang yang tertarik secara seksual terhadap robot, daripada seorang manusia yang nyata. Adakah dampaknya?


1. Kaum perempuan kerap menjadi objek

apa arti digisexuals
kenyataannya kaum perempuan lebih banyak dirugikan (foto: pressreader.com)


Ricky Ma, warga Hongkong yang menghabiskan £35,000 untuk robot berbentuk Scarlett Johannson cukup membuat dunia terkejut 2016 silam. Menghabiskan waktu 9 bulan dan lebih dari $50.000 (650 juta).

Diberi nama Mark 1, robot tersebut dapat bergerak, tersenyum, dan mengedipkan mata. Mark 1 akan tersenyum ketika dibilang cantik, dan alis yang mengerut seolah tersipu malu karena dipuji.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan. jika laki-laki tidak bisa meraih atau memiliki seorang wanita yang diinginkannya, apakah masuk akal untuk pria tersebut membuat robot yang persis seperti wanita idamannya?

Objectification Theory yang dikemukakan oleh Fredrickson dan Roberts pada tahun 1997 menyatakan bahwa perwujudan adalah bahwa perempuan hadir di dalam suatu budaya dimana tubuhnya dijadikan bahan ekplorasi, evaluasi, dan selalu berpotensi untuk dijadikan sebuah objek.

Dalam kasus ini, perempuan seolah diwujudkan sebagai alat "pemuas" dan juga sesuatu yang bisa ditiru dan diperjualbelikan.

Pada dasarnya, bukanlah sebuah hal yang ilegal untuk membuat boneka replika dari seseorang. Namun, hal ini tentunya membuat pikiran kita terbuka tentang bagaimana nilai dan derajat seorang perempuan, jika pria pun mampu asal "membuat" saja tiruan dari perempuan itu sendiri.


2. Pandangan wanita terhadap kaum digisexual

Digisexuals Pengertian
Robot sex saat ini sudah di produksi massal (foto: smallthings.fr)


Hal seperti ini kerap menimbulkan banyak kontra dari sisi perempuan. Selain gambaran tentang perempuan sendiri di mata dunia.

Perempuan juga akan merasa tidak cukup baik untuk bisa memuaskan kaum pria, dan juga pemberian standar kecantikan dan kesempurnaan dari sosok wanita idealnya seperti apa.

Hal-hal tersebut kerap membuat kaum digisexual masih mendapatkan berbagai kontra dari pihak-pihak tertentu.

3. Bercinta dengan manusia asli akan terasa lebih menyenangkan dan berharga

Digisexuals
Bercinta dengan pasangan manusia akan tentu lebih menyenangkan (foto: Pixabay/pexel)


Menurut dokter Trudy Barber yang berkecimpung di bidang seksual, hubungan seksual dengan robot akan menjadi suatu hal mainstream.

Hal itu dikarenakan bercinta dengan robot dapat menjadi sarana "pemuas" kebutuhan bebas penyakit. Namun, sejak fenomena digisexuals menjadi hal yang banyak dilakukan. Menurut ahli, hubungan asli atau bercinta dengan manusia akan terasa lebih langka, autentik, dan berharga. (shn)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya