Diduga Terlibat Sindikat Salon Ilegal, Ivan Gunawan Diperiksa Polisi Ivan Gunawan saat di konferensi pers Shades of Luxury "The Art" Wedding Fair 2015, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/8). (Foto: MerahPutih/Muhammad Saiful Hadi)

MerahPutih.Com - Desainer dan presenter Ivan Gunawan diperiksa Polres Metro Jakarta Utara terkait kasus salon kecantikan ilegal milik aarga negara asing Tiongkok. Ivan diperiksa sebagai saksi.

"Dipanggil sebagai saksi terkait kasus salon kecantikan ilegal milik WNA Tiongkok yang belum lama ini diungkap oleh Polres Metro Jakarta Utara," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/12).

Baca Juga:

Buntut Pelaporan Gus Muwafiq, Banser Bentrok dengan Ormas Islam di Solo

Ivan dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik. Salah satunya soal pelayanan yang diberikan oleh salon tersebut kepada pelanggannya. Ivan pernah menggunakan jasa salon ilegal ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus sebut Ivan Gunawan diperiksa sebagai saksi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (MP/Asropih)

Polres Metro Jakut diketahui menggrebek salon kecantikan bernama Nana Eyebrow and Beauty yang berada di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara pada 14 November lalu. Salon milik WNA Tiongkok berinisial DN dan DS ini diketahui tak punya surat izin untuk melakukan tindakan medis.

Salon diduga melakukan pembuatan kelopak mata secara ilegal. Padahal, praktik yang dilakukan sebuah salon seperti sulam alis dan sulam kelopak mata harus memiliki surat izin.

Baca Juga:

Diduga Hina Kiai Ma'ruf, Habib Jafar Shodiq Sampai Kini Masih Diperiksa Polisi

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 83 juncto Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1, Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3, serta Pasal 198 juncto Pasal 108 Undang-Undang Nomo 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

"Seputar ke sana kapan, dilakukan tindakan apa saja," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Meski Memenuhi Unsur Penghinaan, Ini Alasan UAS Tak Perlu Dipidana

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dalam Beberapa Hal, Pacar Editor Metro TV Berbohong ke Polisi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masjid di Prancis Diserang Polisi dan Jamaahnya Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masjid di Prancis Diserang Polisi dan Jamaahnya Ditangkap

Akun Facebook bernama Alam mengunggah sebuah video dengan narasi yang menyebut bila sebuah masjid di Paris, Francis diserang polisi dan jamaahnya ditangkap.

Risma Surati KPK hingga UI Minta Kawal Pengelolaan Bansos
Indonesia
Risma Surati KPK hingga UI Minta Kawal Pengelolaan Bansos

Tri Rismaharini mengaku telah berkirim surat kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri, serta Universitas Indonesia, meminta pengawalan pengelolaan bantuan sosial.

Direktur PT CMIT Segera Jalani Sidang Korupsi Bakamla
Indonesia
Direktur PT CMIT Segera Jalani Sidang Korupsi Bakamla

"Persidangan akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta" ujar Ali.

BNPT Sebut Pesantren Punya Daya Dobrak Tekan Penyebaran Radikalisme hingga Terorisme
Indonesia
BNPT Sebut Pesantren Punya Daya Dobrak Tekan Penyebaran Radikalisme hingga Terorisme

"Santri sebagai salah satu generasi penerus bangsa, mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikal intoleran yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya," jelas Boy

Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati
Indonesia
Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati

Antasari, kata Wanto, menyebut Muhamad orang baik dan punya komitmen pemberantasan korupsi dan komitmen kebangsaan yang tinggi.

Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi
Indonesia
Catatan Akhir Tahun PAN: 2020 Penuh Tantangan akibat Pandemi

Partai Amanat Nasional menilai tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi bangsa Indonesia karena dampak pandemi COVID-19 sejak awal tahun.

Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik
Indonesia
Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik

Dalam acara tersebut, hadir dalam acara ini Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Sementara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Hidayat Nur Wahid turut serta secara virtual.

Komnas HAM Diminta Independen dalam Kasus Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Diminta Independen dalam Kasus Penembakan Laskar FPI

Keluarga datang ke Komnas HAM untuk memberikan bukti baru dan keterangan terkait tewasnya enam orang yang tengah mengawal Rizieq Shihab itu.

 Belva Devara Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Stafsus Jokowi
Indonesia
Belva Devara Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Stafsus Jokowi

"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020;" kata Belva