Diduga Terlibat Mafia Tanah, Oknum Pengacara Ditangkap Polisi menangkap sembilan orang preman yang terlibat kasus pengancaman terhadap warga di kawasan Bungur Besar Raya, Kemayoran. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi menangkap sembilan orang preman yang terlibat kasus pengancaman terhadap warga di kawasan Bungur Besar Raya, Kemayoran.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin menuturkan, kesembilan pelaku adalah HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, LR, dan ADS.

Baca Juga

Wagub DKI Akui Mafia Tanah Sudah Lama Ada di Jakarta

Para pelaku ditangkap langsung oleh Tim Resmob Polres Jakarta Pusat pimpinan Iptu Dias.

"Satu di antaranya adalah seorang pengacara berinisial ADS yang mengerahkan para pelaku untuk mengancam warga," kata Burhanuddin di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (9/3).

Burhanuddin menambahkan, pengacara ADS diduga memanfaatkan posisinya untuk menekan warga agar mau keluar dari kawasan tersebut.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kita, sudah melebihi tugas yang seharusnya yangbersangkutan lakukan. Sehingga kami tetapkan sebagai tersangka," terang Burhanuddin yang mengenakan kemeja putih ini.

Polisi menangkap sembilan orang preman yang terlibat kasus pengancaman terhadap warga di kawasan Bungur Besar Raya, Kemayoran.
Polisi menangkap sembilan orang preman yang terlibat kasus pengancaman terhadap warga di kawasan Bungur Besar Raya, Kemayoran. Foto: MP/Kanu

Menurut Burhan, modus para pelaku adalah datang ke lokasi dan melakukan intimidasi.

"Mereka memaksa penghuni tanda tangan kertas surat pengosongan. Langsung melakukan pemagaran, mereka pagar lokasi yang diklaim," jelas Burhanuddin.

Para pelaku juga melakukan penutupan terhadap akses jalan masyarakat dengan menggunakan seng.

"Sehingga masyarakat merasa tak nyaman, terintimidasi, bahkan ada warga yg dipaksa utk menandatangani secarik kertas untuk keluar dari kediamannya," papar Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan lokasi lahan yang hendak dikuasai para pelaku berada di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia berujar korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang.

"Warga sekitar 50 orang. (Di lahan tersebut) ada pemukiman, ada ruko, ada perkantoran, ada kosan-kosan," ucapnya.

Burhan memastikan, masih ada pelaku lain dalam pengejaran, termasuk dalang dari tindakan ini

Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/2) lalu, tapi korban baru membuat laporan kepolisian pada Rabu (3/3).

Saat ini masih ada pelaku lainnya yang sedang dalam pengejaran kepolisian. Dia juga menegaskan akan mengusut tuntas dugaan kasus mafia tanah ini.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, pihaknya akan menindak tegas aksi-aksi premanisme terkait mafia tanah.

"Kami juga akan mengusut secara tuntas orang-orang yang berada di belakang ini, termasuk orang-orang yang membiayai," imbuh Hengki.

Hengki juga mengimbau masyarakat jika ada aksi-aksi premanisme terkait mafia tanah di wilayahnya, jangan segan-segan lapor ke polisi.

"Pasti akan kami tindak!" pungkas Hengki.

Para pelaku dijerat pasal 335 KUHP dengan ancaman setahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Polisi Tangkap Sekelompok Preman Sewaan Mafia Tanah yang Resahkan Warga Kemayoran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Revitalisasi TIM Tahap I Segera Rampung
Indonesia
Revitalisasi TIM Tahap I Segera Rampung

Gedung panjang juga akan memiliki ruang terbuka hijau. Luasan ruang terbuka hijau pada revitalisasi TIM ini juga akan meningkat menjadi 27 persen, dari sebelumnya hanya 11 persen.

Alasan KY Kesulitan Cari Hakim TUN Khusus Pajak
Indonesia
Alasan KY Kesulitan Cari Hakim TUN Khusus Pajak

nya dengan tetap memperhatikan independensi dari masing-masing institusi

Elektabilitas Ridwan Kamil Stabil di Sejumlah Survei, Ini Faktornya
Indonesia
Elektabilitas Ridwan Kamil Stabil di Sejumlah Survei, Ini Faktornya

Sejumlah survei yang dirilis dalam satu bulan terakhir (salah satunya survei dari Indikator) menunjukan bahwa posisi Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil paling stabil.

Pemprov DKI Distribusikan 5 Ribu Ton Beras kepada 25.137 Keluarga
Indonesia
Pemprov DKI Distribusikan 5 Ribu Ton Beras kepada 25.137 Keluarga

Ada sebanyak 5 ribu ton beras yang didistribusikan untuk 24 RW hari ini, dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 25.137.

PDIP Tegaskan Tak Tergoda Ikuti Jejak Manuver Elit Bentuk Koalisi Pilpres
Indonesia
PDIP Tegaskan Tak Tergoda Ikuti Jejak Manuver Elit Bentuk Koalisi Pilpres

Partai penguasa sekaligus pemenang Pemilu 2019, PDIP menegaskan tidak tergoda dengan manuver-manuver para elite politik dalam membentuk koalisi Pilpres 2024.

Naik Perahu Naga, Jokowi Resmikan Bendungan Ladongi Berbiaya Rp 1,2 Triliun
Indonesia
Naik Perahu Naga, Jokowi Resmikan Bendungan Ladongi Berbiaya Rp 1,2 Triliun

Bendungan Ladongi berkapasitas 45,9 juta meter kubik dengan luas lahan 222 hektare.

Sohibul Iman Sebut Pemilih PKS Dukung Anies jadi Capres 2024
Indonesia
Sohibul Iman Sebut Pemilih PKS Dukung Anies jadi Capres 2024

"Hasil survei, banyak pemilih PKS cenderung kepada Anies Baswedan," ucap Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohammad Sohibul Iman

Indonesia Bagian Timur Alami Gangguan Internet
Indonesia
Indonesia Bagian Timur Alami Gangguan Internet

Ganguan teknis dirasakan masyarakat di sejumlah titik di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Natuna, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Mendagri Tito Perintahkan Gibran Atasi Klaster Sekolah di Solo
Indonesia
Mendagri Tito Perintahkan Gibran Atasi Klaster Sekolah di Solo

Tito Karnavian dengan meminta Pemkot segera menangani kasus itu dengan baik.

Wagub DKI Tanggapi Pemanggilan Ketua DPRD oleh KPK Terkait Formula E
Indonesia
Wagub DKI Tanggapi Pemanggilan Ketua DPRD oleh KPK Terkait Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi hari ini dipanggil KPK untuk digali keterangannya terkait kasus dugaan korupsi gelaran Formula E.