Diduga Sebarkan Berita Bohong, Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan Anji (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Merahputih.com - Musisi Erdian Aji Prohartanto alias Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8). Selain Anji, sosok Hadi Pranoto yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi yang diwawancara Anji melalui kanal Youtube Anji, yaitu duniamanji juga dipolisikan.

Laporan diterima dengam nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Keduanya dilaporkan dengan pasal tindak pidana bidang ITE atau menyebarkan berita bohong.

Baca Juga:

PFI: Anji Meminta Maaf ke Semua Jurnalis Foto dan Janji Hapus Postingan

"Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji," ucap Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid di Markas Polda Metro Jaya, Senin (3/8).

Pihaknya menyayangkan konten Anji yang memuat kabar penemuan obat virus COVID-19. Narasumber Anji dalam konten tersebut, yakni Hadi Pranoto juga sudah ditentang oleh banyak pihak.

Hadi Pranoto dan Anji. Foto: Net

Karena sudah ditentang banyak pihak, maka dari itu Muannas merasa hal yang tertuang dalam konten Anji akan merugikan banyak pihak. Atas dasar itulah laporan polisi ditempuh.

"Yang menjadi persoalan bahwa konten itu ditentang, pendapat yang disampaikan oleh si profesor itu ditentang, pertama adalah menyangkut tentang SWAB dan rapid test," ungkap Muanas.

Baca Juga:

Kecam Unggahan Anji, PFI: Jangan Samakan Kerja Jurnalis Foto dengan Buzzer, Influencer dan Youtuber!

Disebut ia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan digital teknologi, biayanya cukup Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Dia menyebut ada penemuan obat, IDI sendiri sudah melakukan bantahan bahwa kalau obat harus dilakukan uji klinik, itu sudah dibantah bahwa tidak ada uji klinik soal itu," kata Muannas. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH