Diduga Langgar Etik, Agus Rahardjo Dilaporkan ke Pengawas Internal KPK Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Foto ANTARA/ I.C.Senjaya)

MerahPutih.Com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dilaporkan ke Direktorat Pengawasan Internal KPK atas dugaan pelanggaran etik lantaran bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki hubungan dengan perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

"Kami telah mengirimkan surat kepada unsur pimpinan KPK pada 5 Oktober 2017 terkait dugaan pelanggaran etik satu orang pimpinan KPK (Agus Rahardjo)," kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/12).

Baca Juga:

KPK Cecar Tersangka Suap Meikarta Soal Pertemuan James Riady dan Eks Bupati Bekasi

Boyamin mengaku menerima laporan dari pihak tertentu adanya pertemuan yang dihadiri Agus di sebuah rumah di Jalan Raya Bina Marga, Jakarta Timur pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 20.00 WIB.

Koordinator MAKI Boyamin Saidiman laporkan Agus Rahardjo ke Dewan Pengawas Internal KPK
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Boyamin, Agus bertemu dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar dan pimpinan anak perusahaan BUMN.

Boyamin mengatakan dalam laporan yang diterima MAKI, disertakan bukti-bukti berupa foto, data mobil yang digunakan dan bukti lainnya.

"Saya kemudian menyampaikan hal tersebut termasuk bukti-buktinya ke KPK," ujarnya.

KPK diketahui sempat menyelidiki dugaan korupsi terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara yang berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Bahkan, TGB selaku Gubernur NTB sempat dimintai keterangan oleh tim penyelidik KPK sekitar Mei 2018.

Sementara Bahrullah Akbar merupakan saksi kasus suap dana perimbangan keuangan daerah pada RABPN Perubahan 2018. Bahrullah pernah diperiksa tim penyidik KPK pada Agustus 2018.

Boyamin mengaku laporan yang disampaikannya ditindaklanjuti Pengawas Internal KPK dengan menginvestigasi dan mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait termasuk dirinya.

Menurut Boyamin, Agus diduga tidak memberitahu kepada pimpinan KPK yang lain terkait rencana pertemuan. Agus juga diduga tidak mengajak saksi dari KPK, baik pimpinan, staf maupun anggota KPK untuk mengikuti pertemuan.

"Terakhir yang menurut saya cukup fatal adalah tidak melaporkan pertemuan kepada pimpinan lain," kata dia.

Sekitar dua bulan lalu, Boyamin mengaku mendapat informasi dari Pengawas Internal bahwa proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik Agus Rahardjo yang dilaporkannya telah rampung.

Baca Juga:

Tersangka Suap Meikarta Minta Penyidik KPK Transparan dan Jujur

Hasil pemeriksaan pun telah diserahkan ke pimpinan. Namun, kata Boyamin hingga saat ini dirinya sebagai pihak pelapor tak mengetahui apa hasil dari pemeriksaan tersebut.

"Kami meminta penjelasan hasil pemeriksaan Pengawas Internal KPK atas dugaan pelanggaran etik satu orang pimpinan KPK. Sekaligus mendesak dibentuknya Dewan Etik jika hasil pemeriksaan Pengawas Internal KPK menemukan cukup bukti dugaan pelanggaran etik tersebut," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Pimpinan KPK Janji Kawal Kasus Kematian Dua Mahasiswa Kendari

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH