Diduga Aniaya Warga, Anggota Bawaslu Bolaang Mongondow Diperiksa DKPP DKPP memeriksa Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow, Jerry S. Mokoolang, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow, Jerry S. Mokoolang, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) perkara nomor 69-PKE-DKPP/VII/2020 pada Jumat (14/8).

Jerry diadukan oleh tiga orang, yaitu Oslan Laures, Ofriyanto Laures, dan Idil Adha Mamonto.

Baca Juga

Wagub DKI Minta Satu Orang di Keluarga Ditunjuk Jadi Satgas COVID-19

Dalam pokok aduannya, para Pengadu menduga Jerry telah menjadi Tim Sukses (Timses) pada pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Siniyung. Jerry disebutkan melakukan rapat pemenangan dengan salah satu kandidat Pilkades di rumahnya pada 1 November 2019 dan melakukan orasi kampanye di rumah kandidat tersebut pada 13 November 2019.

Selain itu, para Teradu juga menyebut Jerry telah menggelar pesta miras di rumahnya sejak siang hingga malam hari pada 5 Januari 2020. Bersama teman-temannya, Jerry disebut para Pengadu melakukan pencegatan motor dan mobil sehingga menimbulkan ketakutan warga sekitar. Tak hanya itu, Teradu juga menghentikan kendaraan berat ekscavator yang sedang beroperasi sambil melempari batu sehingga jatuh korban luka-luka atas nama Junaidi Simbala.

Sidang DKPP
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow, Jerry S. Mokoolang, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) perkara nomor 69-PKE-DKPP/VII/2020 pada Jumat (14/8). Foto: MP/Ponco

Dalil-dalil di atas pun dibantah oleh Jerry. Kepada majelis, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mengikuti rapat sebagaimana yang dimaksudkan oleh para Pengadu karena dirinya sama sekali tidak terlibat dalam Timses dalam Pilkades Desa Siniyung, Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Ada tiga kandidat dalam Pilkades yang meminta dukungan saya, tapi saya tidak satu pun kandidat yang saya dukung," jelas Jerry.

Permintaan dukungan, katanya, juga dilakukan oleh Pengadu I, Oslan Laures, yang kini menjadi Kepala Desa Siniyung.

Jerry juga membantah tudingan yang menyebutkan dirinya menggelar miras di rumahnya pada 5 Januari 2020. Ia mengisahkan, pada 5 Januari 2020, dirinya memang sempat mengikuti pesta miras, akan tetapi pesta miras tersebut diadakan di rumah temannya, Lucky Herol Massi.

Jerry mengatakan, kedatangannya pun lebih disebabkan rasa tidak enak lantaran diundang oleh Lucky yang datang dari Kota Manado. Dan dalam pesta tersebut, ia pun hanya sedikit mengkonsumsi miras lantaran tidak enak hati kepada Lucky yang telah mengundangnya.

"Saya pulang sore dan sama sekali tidak mabuk. Jadi tidak ada saya pesta miras sampai malam," tuturnya.

Jerry menambahkan, undangan di atas dilontarkan Lucky saat itu secara kebetulan karena dirinya sedang berada di dekat rumah Lucky. Pada 5 Januari 2020, Jerry bersama istri dan anaknya tengah bersilahturahmi ke rumah kerabatnya yang kebetulan sangat dekat dengan rumah Lucky.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow, Jerry S. Mokoolang, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) perkara nomor 69-PKE-DKPP/VII/2020 pada Jumat (14/8).
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow, Jerry S. Mokoolang, dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) perkara nomor 69-PKE-DKPP/VII/2020 pada Jumat (14/8). Foto: MP/Ponco

Ia menuturkan, silaturahmi ini dilakukan dalam rangka tradisi “baku-baku pasiar” selepas hari raya Natal dan tahun baru.

Selain itu, Jerry juga membantah bahwa dirinya terlibat dalam penganiayaan terhadap Junaidi Simbala karena memang sudah berada di rumah saat sore hari. "Kalau memang saya terlibat, kenapa tidak dilaporkan ke polisi saja?" ujarnya.

Baca Juga

Kaget Anak Buahnya Meninggal, Wagub DKI: Cucu Kurnia Sosok Anti Suap

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP, Dr. Ida Budhiati, yang bertindak sebagai Ketua majelis. Ia didampingi oleh Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Meidy Yafeth Tinangon (unsur KPU), Masyke Rinny Liando (unsur Masyarakat), dan Herwyn JH Malonda (unsur Bawaslu). (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Teror Diskusi 'Pemberhentian Presiden' Jatuhkan Citra Jokowi
Indonesia
Teror Diskusi 'Pemberhentian Presiden' Jatuhkan Citra Jokowi

Otto mengatakan, apa yang terjadi kali ini, lebih parah dibanding era Presiden kedua Soeharto.

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak di Kementan
Indonesia
KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak di Kementan

"Ini (PT Sumekar Nurani Madura) adalah perusahaan fiktif yang kami duga dijadikan alat untuk merampok uang negara ratusan miliar," katanya.

Camat Gambir: Ruko yang Roboh di Cideng Belum Kantongi IMB
Indonesia
Camat Gambir: Ruko yang Roboh di Cideng Belum Kantongi IMB

Fauzi pun memastikan, pihaknya bakal mengambil tindakan yang berlaku. Ia pun akan menggandeng Satpol PP DKI dan Dinas Citata.

41 Siswa di Yogyakarta Positif COVID-19
Indonesia
41 Siswa di Yogyakarta Positif COVID-19

Sebanyak 41 di antaranya merupakan siswa di Kabupaten Sleman. Pemda DIY

Ada 3 Klaster di Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Ada 3 Klaster di Kasus Djoko Tjandra

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut ada tiga klaster dalam kasus yang membelit Djoko Tjandra selama masih menjadi buronan interpol

Soal Napi Beli Tiket Asimilasi Rp5 Juta, Yasonna: Terbukti Pungli Saya Pecat
Indonesia
Soal Napi Beli Tiket Asimilasi Rp5 Juta, Yasonna: Terbukti Pungli Saya Pecat

Yasonna meminta masyarakat berani melaporkan oknum nakal tersebut kepadanya.

Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud
Indonesia
Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud

"Ketujuh orang itu sementara dipulangkan dengan status wajib lapor," ujar Yusri

Polda Metro Hentikan Kasus Pungli Permintaan THR Rektor UNJ
Indonesia
Polda Metro Hentikan Kasus Pungli Permintaan THR Rektor UNJ

pihaknya tidak menemukan adanya unsur pidana korupsi dalam kasus tersebut.