Didorong Jadi Cawapres, Anies Baswedan Diminta Fokus Urus Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno di Balai Kota. (MP/Asropih Opih)

MerahPutih.com - Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis meminta Anies Baswedan fokus bekerja menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhir masa jabatan pada 2022.

Hal tersebut menyusul pernyataan politisi Partai Gerindra Biem Triana Benyamin yang meminta PKS legawa bila Anies dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.

"Sebaiknya Gubernur Anies fokus urus Jakarta sampai dengan masa jabatan gubernur Jakarta yang terpilih secara demokratis sejak 2017 sampai habis masa jabatan yang diembannya," kata Damai saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (13/6).

Damai yang juga menjabat Kepala Divisi Hukum DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyarankan Anies menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebagai Gubernur. Ia tak ingin Anies mengingkari janjinya untuk mengabdi dan membenahi ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

"Saya kira jangan begitulah kecuali dapat restu dari ulama. Habiskan dulu masa bakti jangan sampai kita menyampaikan hal seperti tidak bertanggung jawab kaya Jokowi jadi gubernur. (Anies) Dia baru satu tahun nanti kaya jokowi lagi ingkar janji," ucapnya.

Damai menilai Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dapat menjadi calon alternatif untuk mendampingi Prabowo. Pasalnya, sosok Salim dikenal dapat diterima oleh kalangan muslim dan nasionalis.

"Sebaiknya Gerindra dan PAN justru mestinya legowo Cawapres dari PKS. Jika Gerindra tidak terima Aher dan Hidayat Nur Wahid sebagai Cawapres Prabowo, karena masih ada Dewan Syuro PKS Salim Jufri yang mewakili Ulama & Habaib," ujarnya.

Menurut dia Salim merupakan sosok yang layak mendampingi Prabowo. Sebab, Salim telah berpengalaman lantaran pernah menjadi duta besar dan Menteri Sosial di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Beliau dikenal sebagai sosok pribadi yang cerdas dan bersih dimata masyarakat umum dan kalangan aktifis muslim dan para aktifis nasionalis juga diketahui berpengalaman jadi Menteri dan Dubes," tuturnya.

Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis. Foto: MP/Ponco

Lebih lanjut Damai menambahkan, selain berpengalaman Salim juga dikenal dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

"Beliau juga dekat dengan masyarakat warga NU dan warga Muhammadiyah," pungkasnya.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Biem Triana Benyamin berharap, PKS selaku rekan koalisi legawa bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Biem usai mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres Prabowo-Anies di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (10/6). Biem berharap PKS legawa meskipun sudah mengajukan sembilan kadernya untuk dijadikan cawapres pendamping Prabowo.

Sembilan kader PKS yang dimaksud adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH