Didominasi Jakarta, 5.104 Orang Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari Data Nasional Kasus Covid-19. (Foto: Kemenkes)

MerahPutih.com- Warga yang terinfeksi COVID-19 kembali bertambah. Satgas Penanganan COVID-19 nasional mencatat hingga Sabtu (13/8) terdapat total 6.278.332 kasus virus corona selama pandemik.

Jumlah tersebut bertambah 5.104 kasus dibanding catatan sehari sebelumnya.

Baca Juga:

Tiga Tahun Tak Jualan Akibat COVID-19, Tukang Panjat Pinang Kebanjiran Order

Provinsi dengan penambahan kasus terbanyak, berasal dari Provinsi DKI Jakarta dengan 2.287 kasus; disusul Jawa Barat (1.129 kasus); Banten (557 kasus); Jawa Timur (385 kasus); dan Bali (127 kasus).

Selain itu, terdapat 53.606 kasus COVID-19 aktif di Indonesia saat ini. Jumlah tersebut bertambah 30 kasus dari data sehari sebelumnya.

Hingga saat ini, terdapat 6.067.518 kasus yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Jumlah itu bertambah 5.055 kasus dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga:

5.532 Orang Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari

Daerah dengan penambahan tingkat kesembuhan terbanyak hari ini, berasal dari Provinsi DKI Jakarta (2.531 kasus); Banten (714 kasus); Jawa Barat (663 kasus); Jawa Timur (413 kasus); dan Bali (179 kasus).

Lalu, berdasarkan data Satgas COVID-19 nasional, terdapat 19 jiwa meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya ada 157.208 jiwa meninggal selama pandemik.

Kasus kematian berasal dari provinsi DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan masing-masing empat kasus.

Sementara Jawa Barat mencatatkan dua kasus kematian dan Kalimantan Timur satu kasus. (Knu)

Baca Juga:

Kasus Harian COVID-19 Naik di Atas 6 Ribu pada Jumat (12/8)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Jamin Stok Pangan saat Puasa dan Lebaran
Indonesia
Pemprov DKI Jamin Stok Pangan saat Puasa dan Lebaran

Pemprov DKI berupaya menjamin ketersediaan stok dan pasokan serta menjaga kestabilan harga.

KPK Disebut Sembunyikan Konfirmasi Kehadiran Mardani Maming
Indonesia
KPK Disebut Sembunyikan Konfirmasi Kehadiran Mardani Maming

KPK disebut sengaja menyembunyikan konfirmasi terkait kehadiran mantan bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming pada Kamis (28/7).

Dua Hari Berturut-turut Kantor Anies Digeruduk Buruh Tuntut Kenaikan UMP
Indonesia
Dua Hari Berturut-turut Kantor Anies Digeruduk Buruh Tuntut Kenaikan UMP

Aksi demo hari ini bertepatan juga dengan momentun pengumuman UMP DKI tahun depan yang akan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Bentengi Gelaran MotoGP Mandalika dari Klaster COVID-19, BNPB Genjot Vaksinasi
Indonesia
Bentengi Gelaran MotoGP Mandalika dari Klaster COVID-19, BNPB Genjot Vaksinasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menegaskan bahwa vaksinasi menjadi tameng dalam mencegah penularan COVID-19.

Tak Ingin Tinggal di Indonesia, Sejumlah Warga Afghanistan Datangi Kedubes AS
Indonesia
101,80 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Kedua
Indonesia
101,80 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Kedua

Pemerintah terus menggenjot vaksinasi nasional COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Bareskrim Polri Periksa Moeldoko Terkait Laporan Terhadap ICW
Indonesia
Bareskrim Polri Periksa Moeldoko Terkait Laporan Terhadap ICW

Bareskrim Polri akan memeriksa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam laporan terhadap dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha dan Miftah.

Rencana Anies setelah tak Lagi jadi Gubernur DKI Jakarta
Indonesia
Rencana Anies setelah tak Lagi jadi Gubernur DKI Jakarta

Anies Baswedan mengaku memiliki rencana untuk melancong ke wilayah-wilayah Indonesia, setelah lepas dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2022.

Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak
Indonesia
Alasan DPRD-Pemprov DKI Bahas APBD di Puncak

penerapan protokol kesehatan di Grand Cempaka Puncak itu lebih baik ketimbang di gedung DPRD DKI

Politikus PDIP Kritik Penjualan Tiket Formula E, M Taufik: Norak Banget!
Indonesia
Politikus PDIP Kritik Penjualan Tiket Formula E, M Taufik: Norak Banget!

"Dimana-mana juga gitu, orang jual apartemen juga gitu. Apartemennya belum ada, sudah dijual. Ngapain sih ngikut campur yang begituan, norak banget," kata Taufik saat dikonfirmasi, Selasa (15/2)