Didik Nini Thowok: Tarian Tradisional, Perekat Persatuan Bangsa

Asty TCAsty TC - Jumat, 11 Agustus 2017
Didik Nini Thowok: Tarian Tradisional, Perekat Persatuan Bangsa

Didik Nini Thowok (Foto: Twitter/didikNT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI Didik Nini Thowok, seni tari tradisional Indonesia memiliki peran penting sebagai media perekat persatuan bangsa. Karena itulah ia berharap agar seni tari tradisional Indonesia bisa terus dijaga kelestariannya.

"Saya kira seni tari tradisional kita mampu menjadi perekat persatuan di tengah keragaman bangsa Indonesia," kata Didik saat ditemui di Gedung Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Tari Natya Lakshita, Yogyakarta, Kamis (10/8).

Berdasarkan pengalaman, berbagai macam seni tari Indonesia selalu mendapatkan apresiasi dan sambutan yang meriah saat dipentaskan di luar negeri. Apa pun itu, baik yang dilahirkan dari daerah, suku, maupun etnik.

Dalam konteks itu, menurut dia, seni tari tradisional telah mampu menjadi penguat persatuan bangsa. Karena, ini adalah kekayaan dan harta berharga bersama yang perlu terus dirawat dan dijaga.

"Tidak banyak yang bisa secara tulus mengapresiasi tarian tradisional sendiri. Seni tari itu bisa makin dianggap sebagai kekayaan bersama ketika orang telah menyaksikan sendiri bagaimana di luar sana tarian tradisional kita sangat diapresiasi," kata Direktur Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Tari Natya Lakshita ini.

didik nini thowok
Didik Nini Thowok turut memeriahkan HUT Madiun ke-449 dalam acara kirab budaya "Dongkrak Dongkrek" di depan kantor Pemkab Madiun, Jawa Timur, Selasa (25/7). (Foto: ANTARA/Siswowidodo)

Didik mengaku, hingga saat ini ia telah mendapatkan undangan pentas dari 39 negara. Selama itu pula ia belum pernah menghadapi penolakan atau resistensi dari warga negara yang mengundang. Sebaliknya, justru panen penghargaan.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, untuk tidak melupakan kesenian tradisional, sebagai kekayaan bangsa yang patut dipertahankan. "Saya katakan boleh generasi muda saat ini mempelajari seni kontemporer, asalkan terlebih dahulu mengerti dan menguasai seni tari tradisionalnya," katanya.

Didik juga berharap seni tari tradisional di Indonesia jangan sampai diperbandingkan dan dibenturkan dengan aspek agama. Seni tari, menurut dia, selayaknya dibicarakan dan ditempatkan dalam ranah budaya Nusantara.

"Kalau kemudian dibenturkan dengan agama, tetap tidak masuk. Apalagi, sampai dibandingkan seni dan agama lebih tinggi mana, tentu tidak tepat," kata alumnus Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta itu. (*)

Sumber: ANTARA/Luqman H.

Baca juga artikel seni dan budaya lainnya di sini: Duta Seni Boyolali Kembali Pukau Moskow Dengan Tari Topeng Ireng Merapi

#Didik Nini Thowok #Tari Tradisional #Seni Dan Budaya #Seniman
Bagikan
Ditulis Oleh

Asty TC

orang Jawa bersuara alto

Berita Terkait

ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
ShowBiz
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soerkarna untuk merumuskan konsep artistik festival melalui pendekatan visual yang sarat emosi dan refleksi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Synchronize Festival 2026 menggandeng seniman multidisiplin Marishka Soekarna untuk merancang identitas visual festival. Simak profil dan konsep visual yang diusung.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Synchronize Festival 2026 Gandeng Marishka Soekarna untuk Rancang Identitas Visual
Fun
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Art Jakarta Papers 2026 sukses digelar. Pameran ini mencatat 9.289 pengunjung di edisi perdana.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Tradisi
Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI
Tari Kene-kene, tarian tradisional Halmahera Tengah, Maluku Utara, resmi dilindungi sebagai kekayaan intelektual komunal khas Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI
Lifestyle
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Art Jakarta Papers 2026 digelar pada 5-8 Februari. Pameran ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Lifestyle
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Galeri di Art Jakarta 2025 ini menarik perhatian pengunjung. Pameran seni itu sudah resmi ditutup pada Minggu (5/10) kemarin.
Soffi Amira - Senin, 06 Oktober 2025
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Fun
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Seni rupa dapat menjadi jembatan para seniman lokal dengan panggung seni internasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Lifestyle
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Art Jakarta 2025 menampilkan 75 galeri dari 16 negara. Nantinya, ada segmen unggulan di Art Jakarta 2025 yang tak boleh dilewatkan.
Soffi Amira - Rabu, 24 September 2025
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Bagikan