Didi Soekarno Tolak Perkembangan LGBT di Indonesia Didi Soekarno (dua dari kiri) bersama dengan warga. (Foto: Istimewa)

MerahPutih Peristiwa - Belakangan, pemberitaan media di Indonesia dipenuhi dengan isu Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender atau yang akrab disebut LGBT. Pro dan kontra mewarnai kehadiran LGBT di Tanah Air. Tidak sedikit yang mendukung, namun banyak juga yang menolak, seperti yang dilakukan Mahardika Suprapto atau yang akrab disapa Didi Soekarno, anggota DPR RI Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif serta Pemuda dan Olahraga.

Melalui pesan singkatnya, Didi Soekarno menegaskan penolakannya terhadap kehadiran LGBT. Menurut Didi Soekarno, LGBT bagaikan virus yang menyebar dan mengancam generasi muda Tanah Air. Ia juga menambahkan, selain LGBT, pedofilia pun menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda.

"Saya rasa masyarakat harus mewaspadai dan menghentikan penyebaran virus berbahaya yang mengancam generasi muda dengan adanya LGBT. Menurut saya tambahkan lagi yang tidak kalah berbahayanya dengan P, yakni LGBTP (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Pedofilia)," tulis Didi Soekarno melalui pesan singkat kepada Merahputih.com, Kamis (25/2).

Didi Soekarno menambahkan, jika pencegahan awal bisa dilakukan dengan menanamkan nilai edukasi moral dan agama.

"Saya menolak segala propaganda, promosi dan segala upaya melegalisasikan serta perkembangan LGBT di Indonesia," tulis Didi Soekarno.

Putra dari tokoh politikus nasional, Rachmawati Soekarno Putri itu juga menegaskan, dirinya mendukung segala upaya pemerintah, kelompok, organisasi maupun masyarakat untuk melarang masuknya dana asing dari organisasi asing dalam rangka sosialisasi dan kampanye mendukung LGBT di Indonesia,

"Saya juga mendorong upaya penegakan hukum yang menegaskan pelarangan dan perkembangan LGBT. Saya juga meminta hukuman berat untuk pelaku pedofilia," tulis Didi Soekarno.

 

BACA JUGA:

  1. Berita Tentang Sukarno Ini Buat Didi Soekarno Marah, Ada Apa?
  2. Saipul Jamil itu Kelainan Seksual atau LGBT?
  3. KontraS Cemas Ada Pejabat Kepolisian Sebut LGBT dengan Banci Kaleng
  4. Pendukung LGBT: Yogya Bukan Lagi Kota Toleran

Tags Artikel Ini

Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH