Didi Kempot Meninggal, Gus Miftah Ngaku tak Bisa Tidur 2 Hari Pengasuh ponpes Ora Aji, Yogyakarta, Gus Miftah menghadiri acara tahlil tujuh hari meninggalnya Didi Kempot, Minggu (10/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Keluarga besar Didi Prasetyo alias Didi Kempot di Solo, Jawa Tengah menggelar acara tahlil tujuh hari meninggalnya musisi campursari itu di rumahnya Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5) malam.

Acara tahlil tersebut dihadiri pengasuh Ponpes Ora Aji, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Dalam kesempatan tersebut Gus Miftah mengaku tidak bisa tidur selama dua hari saat mengetahui kabar Didi Kempot meninggal dunia.

Baca Juga

Didi Kempot Meninggal Dunia, Yuni Shara Broken Heart

"Bagi saya almarhum Didi adalah seperti saudara sendiri. Saya sangat kehilangan sosok orang yang sederhana dan baik hati," ujar Gus Miftah pada MerahPutih.com.

Menurutnya Gus Miftah, dirinya menyempatkan waktunya hadir diacara tahlil tepat tujuh hari meninggalnya Didi Kempot ini karena sebelumnya belum sempatkan melayat di Solo ataupun Ngawi. Kedatangan dirinya ke rumah duka ini sekaligus mendoakan anak Didi yang sedang khitanan.

"Kemarin saya belum takziyah karena saat itu saya ke Jakarta. Ini saya datang ikut tahlil karena Mbak Yan (istri Didi Kempot) mengharapkan saya ke sini sejak anaknya khitanan," kata dia.

Pengasuh ponpes Ora Aji, Yogyakarta, Gus Miftah menghadiri acara tahlil tujuh hari meninggalnya Didi Kempot, Minggu (10/5). (MP/Ismail)
Pengasuh ponpes Ora Aji, Yogyakarta, Gus Miftah menghadiri acara tahlil tujuh hari meninggalnya Didi Kempot, Minggu (10/5). (MP/Ismail)

Ia mengaku Gus Miftah bercerita bahwa Didi Kempot kerap menghadiri pengajian rutin di pondok asuhannya. Oleh karenanya, dia berencana akan memberikan doa khusus setiap digelarnya pengajian.

"Sekarang tidak perlu meragukan lagi agama Islam almarhum Didi. Karena beliau sering hadir di pengajian rutin, nanti setiap pengajian rutin Insyaallah akan doa khusus untuk almarhum," kata dia.

Istri kedua Didi Kempot, Yan Vellia, mengatakan hari ini merupakan tepat peringatan tujuh hari almarhum menurut perhitungan Jawa. Ia hanya mengundang kerabat dekat sehingga jumlah tamu yang datang dibatasi karena sedang pandemi COVID-19.

Baca Juga

PKB: Didi Kempot Musisi Idealis

"Saya ucapkan terima kasih pada Gus Miftah yang datang diacara tahlil ini. Semoga almarhum suami saya husnul khotimah," tutup Yan. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI Senantiasa Dukung Penegakan Hukum Oleh Polri
Indonesia
TNI Senantiasa Dukung Penegakan Hukum Oleh Polri

Kapolri dan Panglima TNI didampingi Pejabat Utama masing-masing

Bioskop Mau Dibuka, PAN Ingatkan Anies Jangan Cuma Pikir Keuntungan Bisnis
Indonesia
Bioskop Mau Dibuka, PAN Ingatkan Anies Jangan Cuma Pikir Keuntungan Bisnis

Apalagi kondisi penyebaran COVID-19 di DKI sampai saat ini masih tinggi

Tempatkan KSAD dan Wakapolri di Penangan COVID-19, Istana Terinspirasi Negara Lain
Indonesia
Tempatkan KSAD dan Wakapolri di Penangan COVID-19, Istana Terinspirasi Negara Lain

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, negara lain juga melibatkan aparat keamanan dalam penanganan COVID-19.

Zona Hijau, Daerah di Jabar Bisa Mulai Simulasi Masuk Sekolah
Indonesia
Zona Hijau, Daerah di Jabar Bisa Mulai Simulasi Masuk Sekolah

Jabar menentukan level kewaspadaan masing-masing daerah melalui kajian ilmiah berdasarkan sembilan indeks, di antaranya laju ODP, PDP, risiko geografis, dan angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19.

TNI AU Temukan Tumpahan Minyak Diduga Bahan Bakar Sriwijaya Air Jatuh
Indonesia
TNI AU Temukan Tumpahan Minyak Diduga Bahan Bakar Sriwijaya Air Jatuh

TNI Angkatan Udara yang menemukan tumpahan minyak yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di selatan Pulau Laki.

 KPK Lakukan Koordinasi Cegah Korupsi Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Lakukan Koordinasi Cegah Korupsi Bansos COVID-19

Dalam pelaksanaannya, kata Ipi, KPK masih menemukan kesemrawutan terkait penyaluran bansos. Masalah utamanya disebabkan belum adanya DTKS yang diperbaharui di sejumlah daerah.

KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur
Indonesia
KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gellwyn DH Yusuf, mantan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

[HOAKS atau FAKTA]: Kadrun Ingin Buat Gurun di Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kadrun Ingin Buat Gurun di Indonesia

Akun Ijoel Tjaniago membagikan ulang sebuah foto dari Forum Aliantoni dalam sebuah grup Facebook bernama media anti hoax Bengkulu.

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara

Hakim menyatakan Wahyu terbukti menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Saeful Bahri terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

Perkara Penghapusan 'Red Notice', Bareskrim Periksa Anak Buah Yasonna
Indonesia
Perkara Penghapusan 'Red Notice', Bareskrim Periksa Anak Buah Yasonna

Penyidik bakal meminta keterangan terhadap saksi soal kronologi surat penyampaian penghapusan 'red notice' Interpol atas nama Djoko Soegiarto Tjandra