Didakwa Perkara Terorisme, Munarman eks FPI  'Minta Tolong' 7 Saksi Densus 88 Antiteror Polri menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris. (ANTARA/HO-Polda Metro

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa mantan sekertaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Sidang beragendakan mendengarkan keterangan sejumlah saksi meringankan dari kubu terdakwa. "Rencana tujuh orang saksi," kata Penasihat Hukum Munarman, Aziz Yanuar, kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/2).

Baca Juga

Eksepsi Munarman Ditolak, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi

Menurut Aziz, ketujuh saksi yang dihadirkan ke ruang persidangan akan mengungkap fakta yang sebenarnya sebagaimana dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Mereka hadir karena membela yang benar. Kesaksiannya nanti akan disampaikan," ujarnya.

Tak disebutkannya nama saksi karena perkara tindak pidana terorisme, untuk identitas mulai dari perangkat persidangan maupun para saksi harus dijaga kerahasiaan. Aturan ini sebagaimana Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2019.

PN Sidang Munarman
Penjagaan sidang lanjutan kasus dugaan terorisme dengan terdakwa mantan Sekretaris FPI Munarman di PN Jakarta Timur, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Munarman didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 Juncto Pasal 7, dan Pasal 15 Juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Dakwaan terhadap Munarman dibacakan JPU di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (8/12), awal Desember lalu.

Baca Juga

Sidang Kasus Dugaan Terorisme, Saksi Ungkap Peran Munarman dan Rizieq Shihab

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan," kata JPU saat membacakan dakwaan.

Munarman disebut telah terlibat dalam tindakan terorisme lantaran menghadiri sejumlah agenda pembaiatan anggota ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan; Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

Perbuatan itu dilakukan Munarman berkaitan dengan munculnya organisasi teroris Islamic State of Iraq (ISIS) di Suriah sekitar awal 2014 yang dideklarasikan oleh Syekh Abu Bakar Al Baghdadi. (Knu)

Baca Juga

Nada Munarman Meninggi ke Saksi, Hakim Putar Video Dugaan Baiat ISIS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Sesumbar Jakarta Bebas Emisi pada 2050
Indonesia
Anies Sesumbar Jakarta Bebas Emisi pada 2050

Pemerintah DKI Jakarta menyatakan terus memperjuangkan dan mempercepat transisi menuju masyarakat yang bebas karbon.

PPP Rekomendasikan Anies-Khofifah Maju pada Pilpres 2024
Indonesia
PPP Rekomendasikan Anies-Khofifah Maju pada Pilpres 2024

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan merekomendasikan Anies Rasyid Baswedan dengan Khofifah Indar Parawansa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hilangnya Kata Madrasah Dalam Revisi UU Sisdiknas Tuai Kontroversi
Indonesia
Hilangnya Kata Madrasah Dalam Revisi UU Sisdiknas Tuai Kontroversi

Penamaan secara spesifik, seperti SD dan MI, SMP dan MTs, atau SMA, SMK, dan MA, akan dijelaskan dalam bagian penjelasan agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU.

Warga Mengeluh Harga Minyak Goreng Masih di Atas Rp 14 Ribu Per Liter
Indonesia
Warga Mengeluh Harga Minyak Goreng Masih di Atas Rp 14 Ribu Per Liter

Pemerintah sudah memberikan subsidi guna mestabilkan harga minyak goreng yang saat ini naik dengan tak wajar.

Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Perdagangan Karbon
Indonesia
Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Perdagangan Karbon

Uji coba perdagangan karbon ini menerapkan mekanisme cap, trade, dan offset, sehingga diperlukan pembatasan terhadap nilai emisi karbon yang dihasilkan dari setiap pembangkit listrik batu bara.

Tidak Perlu Panik Akibat Omicron, Luhut Minta Warga Tetap Jalan-jalan
Indonesia
Tidak Perlu Panik Akibat Omicron, Luhut Minta Warga Tetap Jalan-jalan

arga yang sudah divaksinasi COVID-19 secara lengkap dan tidak punya penyakit bawaan tetap bisa jalan-jalan.

Kemenkes Akui Vaksin Meningitis Langka Sampai Oktober
Indonesia
Kemenkes Akui Vaksin Meningitis Langka Sampai Oktober

Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tak khawatir dengan keterbatasan stok obat meningitis tersebut. Sebab, Kemenkes tengah berupaya agar ketersediaan vaksin tersedia.

Angka Kematian Pasien COVID-19 di Yogyakarta Masih Tinggi
Indonesia
Angka Kematian Pasien COVID-19 di Yogyakarta Masih Tinggi

angka kematian pasien COVID-19 di kota Gudeg masih tinggi berbanding terbalik dengan penurunan jumlah kasus.

Kominfo Tambah Bandwith dan Siapkan 5G Experience di MotoGP Mandalika 2022
Indonesia
Kominfo Tambah Bandwith dan Siapkan 5G Experience di MotoGP Mandalika 2022

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menyiapkan 4G sebagai tulang punggung dan 5G experience selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022.

DPR Siap Hadapi Gugatan UU IKN
Indonesia
DPR Siap Hadapi Gugatan UU IKN

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan soal formil dan materil dari UU IKN Nusantara jika ada yang resmi gugat ke MK.