Dicecar Jaksa KPK, Miryam Haryani Cuma Jawab Lupa Miryam S Haryani. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)

MerahPutih.com - Mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani mengaku pernah melakukan pertemuan non-dinas dengan politisi Golkar Markus Nari. Namun ia membantah pertemuan itu berkaitan dengan proses penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Markus Nari di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Miryam mengklaim pertemuannya dengan Markus hanua sekadar meminta bantuan membuat desain dan rancangan untuk kantor dan usaha Miryam di Mampang, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Terdakwa Korupsi e-KTP Markus Nari

Sepengetahuan terpidana memberikan keterangan palsu dalam sidang korupsi e-KTP itu, Markus memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil, sehingga dirasa cocok dimintai referensi.

Jaksa kemudian mengonfirmasi waktu pertemuan apakah dilakukan sebelum atau sesudah Miryam memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan terpidana korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto. Namun, mantan politikus Hanura itu mengaku lupa.

Miryam S Haryani saat bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Miryam S Haryani saat bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

"Kedatangan terdakwa (Markus Nari) itu sebelum atau sesudah (Miryam) jadi saksi Irman?" tanya jaksa, Selasa (9/10).

"Lupa," jawab Miryam.

Baca Juga

Politikus Golkar Markus Nari Didakwa Memperkaya Diri 1,4 Juta Dolar AS dari Proyek e-KTP

Jawaban serupa diucapkan Miryam saat jaksa penuntut umum menanyakan apakah pernah bertemu Markus di kantor advokat Elza Syarief. Miryam tak membantah sering mendatangi kantor Elza, hanya saja ia mengaku lupa ada tidaknya Markus di sana.

"Lupa," ucap Miryam.

Diketahui status Markus sebagai terdakwa lantaran jaksa mendakwanya telah memperkaya diri sendiri sebesar USD 1,4 juta dari proyek e-KTP.

Sementara Miryam telah berkekuatan hukum tetap sebagai terpidana karwna dianggap terbukti memberikan keterangan tidak benar selama proses persidangan. Miryam mencabut keterangannya yang tertuang dalam BAP dengan alasan adanya tekanan dari Novel Baswedan.

Baca Juga

KPK Bakal Ungkap Sosok Tersangka Baru Kasus e-KTP, Siapa Dia?

Miryam saat ini tengah menjalani masa hukumannya penjara selama 5 tahun di Lapas Perempuan Klas IIA Pondok Bambu. (Pon)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dihukum Seumur Hidup, Heru Hidayat Akan Ajukan Banding
Indonesia
Dihukum Seumur Hidup, Heru Hidayat Akan Ajukan Banding

Hukuman Heru Hidayat menyusul putusan terhadap Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro

Putusan Pemecatan Yang Ditandatangani Firli Beredar, Jubir KPK Cek Keabsahan
Indonesia
Putusan Pemecatan Yang Ditandatangani Firli Beredar, Jubir KPK Cek Keabsahan

Dalam surat itu juga, termuat salinan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), Dewan Pengawas KPK, serta para pegawai yang tak lolos ASN.

Vaksinasi COVID-19 Buat Gubernur dan Wagub DKI, Riza: Kita Serahkan pada Ahlinya
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Buat Gubernur dan Wagub DKI, Riza: Kita Serahkan pada Ahlinya

"Saya mengikuti aja, pak wagub baiknya seperti ini, pak gub sebaiknya, kita ikut. Kita serahkan pada ahlinya," lanjut Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini.

100 Mahasiswa Unpad Diterjunkan Bantu Vaksinasi COVID-19, Dapat Nilai Kuliah
Indonesia
100 Mahasiswa Unpad Diterjunkan Bantu Vaksinasi COVID-19, Dapat Nilai Kuliah

Para relawan yang membantu tenaga kesehatan tersebut diapresiasi dengan dianggap mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Kasus COVID-19 Meroket, Pegawai KPK Jalani Tes Swab Antigen
Indonesia
Kasus COVID-19 Meroket, Pegawai KPK Jalani Tes Swab Antigen

"Swab akan dilaksanakan hingga Jumat (25/6/2021) di Aula Gedung Juang KPK secara bergilir," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Pelaku Penipuan terhadap Kaesang di Media Sosial Ditangkap
Indonesia
Pelaku Penipuan terhadap Kaesang di Media Sosial Ditangkap

Salah satu korbannya adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Besok Buruh Siap Mogok Kerja
Indonesia
Besok Buruh Siap Mogok Kerja

Keterbatasan informasi publik atas agenda pembahasan ini tercermin dalam ketiba-tibaan dilangsungkannya Sidang Pengambilan Keputusan Tingkat 1

Bikin Konten Tiktok 'Polisi Dajal Tangkap Rizieq' Emak-Emak ini Diciduk
Indonesia
Jokowi Terapkan Tiga Agenda Besar Cegah Korupsi, Apa Saja?
Indonesia
Jokowi Terapkan Tiga Agenda Besar Cegah Korupsi, Apa Saja?

Sejauh ini Jokowi telah mengajak seluruh pihak untuk menyamakan visi

Kepala BKD Pastikan Gaji ke-13 ASN DKI Tidak Dipotong
Indonesia
Kepala BKD Pastikan Gaji ke-13 ASN DKI Tidak Dipotong

Aturan itu telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat melalui PP.