Dibunuh Pacar Sendiri, Seorang Wanita Tewas Mengenaskan di Apartemen Margonda Residence Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/soumen82hazra)

MerahPutih.com - Seorang janda bernama Astrid Oktaviani tewas di dalam kamar Apartemen Margonda Residence V, Kota Depok pada Selasa (4/8) kemarin.

Astrid tewas di tangan seorang duda yang menjadi kekasihnya bernama Faiq Maulana (38). Dia tewas dengan luka pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Baca Juga:

Sebelum Ditemukan Tewas, Editor Metro TV 'Ngakak' Lihat Sang Adik Kepedasan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, pasangan ini sudah menjalin hubungan selama 3 tahun. Namun, Faiq merasa cemburu lantaran korban sering meladeni lelaki lain.

"Tersangka FM marah dan cemburu karena korban AO gak mau denger nasihat agar jangan berhubungan dengan orang lain," terang Yusri kepada wartawan Kamis (6/8).

Akhirnya, Faiq ingin memberi pelajaran kepada Astrid agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Ia pun mengajak korban untuk bertemu dan sudah menyiapkan palu karet guna memukul korban jika masih ngeyel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Fianda SR)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Fianda SR)

Tidak hanya itu, Faiq juga membawa korban untuk membekap mulut korban agar tidak teriak ketika memberinya pelajaran.

"Semua alat itu dimasukkan ke dalam tas jinjing," tutur dia.

Setelah janjian untuk bertemu, tersangka menjemput korban di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat. Dari sana, keduanya berboncengan sepeda motor menuju ke Aparteman Margonda Residence V.

Pelaku awalnya mengajak korban bertemu untuk melepas rasa rindu setelah beberapa pekan tidak bertemu.

"Di sana juga pelaku membicarakan masalah agar korban jangan berhubungan dengan pria lain," tutur Yusri.

Baca Juga:

Pesepeda Ditemukan Tewas di Kali Sunter

Ketika tersangka menasehati, korban justru ngeyel sambil berbaring tengkurap di kasur aparteman.

Hal inilah yang membuat tersangka merasa emosi dan akhirnya mengambil palu karet yang ada di dalam tasnya.

"Pelaku memukul di bagian kepala tapi pada pukulan pertama korban masih sempat melawan yang akhirnya dipukul kembali oleh tersangka secara terus menerus hingga membuat korban pingsan," tegas dia.

Selanjutnya, tersangka melakban mulut korban serta mengikat tangan dan kaki korban dengan tali sepatu. Rasa kesal pelaku pun terus dilampiaskan dengan cara mengambil handphone dan cincin korban dari dalam tas.

Pelaku kemudian pergi meninggalkan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan atau 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Knu)

Baca Juga:

Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH