Dibongkar Polisi, Bisnis Perumahan Syariah Fiktif Rugikan Ribuan Konsumen Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan perumahan syariah yang telah meraup dana puluhan miliar dari korbannya. Ribuan korban menuntut penanggung jawab mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan.

Jumlah tersangka yang diamankan untuk sementara empat orang, termasuk pasangan suami-istri yang berperan sebagai komisaris dan bendahara.

Baca Juga:

Keluarga Pemilik Rumah yang Roboh 'Ngadu' ke DPRD DKI

Empat orang tersangka itu, yakni Moch Arianto, Suswanto, Cepi, dan Supikatun. Beberapa mereka ada yang mengaku sebagau ustaz.

"Kasus ini merupakan sindikat mafia perumahan yang di dalamnya terdapat oknum-oknum yang mengatasnamakan syariah atau berkedok agama untuk menipu para korban," kata Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono di Mapolda, Senin (16/12).

Korban penipuan perumahan syariah fiktif. (Foto: MP/Kanugrahan)
Korban penipuan perumahan syariah fiktif. (Foto: MP/Kanugrahan)

Empat orang sindikat mafia perumahan syariah fiktif mengaku menggunakan uang hasil menipu untuk berbagai keperluan.

"Pembayaran dari korban digunakan buat bayar gaji karyawan, pembebasan lahan, dan sebagainya," kata Gatot.

Namun, lanjut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya akan terus melacak aliran dana tersebut.

"Bahkan ada yang suami-istri. Dia mengaku komisaris, istrinya yang menampung rekening," tutur Gatot.

Ia juga memastikan keempat tersangka tidak tergabung dalam organisasi mana pun.

"Mereka oknum, tidak terkait organisasi apa pun, dan untuk mencari keuntungan pribadi," ujar dia.

Lebih dari 3.000 orang menjadi korban dari sindikat mafia perumahan syariah fiktif ini.

Dari barang bukti spanduk yang diamankan polisi, perumahan fiktif itu bernama Amanah City Superblock.

Para tersangka menjanjikan korbannya rumah di kawasan Maja, Lebak, Banten.

"Ada 3.680 korban dengan total kerugian mencapai Rp40 miliar," kata Gatot.

Ia menjelaskan, para tersangka menjanjikan korbannya perumahan berbasis syariah.

Sejumlah tipu daya yang digunakan adalah mengatakan rumah itu dibanderol dengan harga murah dan tanpa riba.

"Kemudian mereka (tersangka) juga membuat brosur, mengadakan gathering, dan membuat rumah contoh sehingga masyarakat tertarik," ujar Gatot.

Baca Juga:

Tips Agar Rumah Terhindar dari Debu

"Korban dijanjikan sudah terima kunci pada Desember 2018. Faktanya tidak kunjung diberikan," lanjut dia.

Modus operandi yang digunakan pelaku, mereka mengatasnamakan perusahaan pengembang Amanah City Islamic Supeblock.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: MP/Kanu
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Foto: MP/Kanugrahan)

Untuk mengiming-imingi korban, para pelaku menjanjikan rumah dengan harga murah, tanpa BI checking, tanpa riba, maupun denda, berikut cicilan ringan. Selain itu, mereka juga menjanjikan perumahan dengan konsep syariah dan islami.

Para korban misalnya mencontohkan, dalam promo disebutkan harga Rp270 juta, tapi promo jadi 90 juta. Cara pembayarannya dicicil, setiap bulan, jadi ringan.

Para korban juga merasa tertarik karena pengembang mengaku kerja sama dengan Muhamadiyah Banten untuk mendirikan sekolah, rumah sakit dan universitas.

"Promosi dan pemasaran cukup meyakinkan, mereka membuka stand pameran di JHCC," kata Agus, salah satu korban.

Beberapa korban penipuan rumah khawatir akan bernasib sama seperti korban First Travel.

Mereka khawatir, uang pembelian rumah yang sudah disetorkan kepada para tersangka akan disita negara dan tak dikembalikan ke para korban kasus penipuan itu.

Para korban juga pernah mendatangi kantor pengembang di Bintaro, yakni PT Wepro Citra Sentosa di ruko Kebayoran Square Business park, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

Pengembang perumahan syariah tersebut telah menerima uang pembelian rumah di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Maja, Banten dan Lengkong, Tangerang Selatan.

"Enggak pernah ada pembangunan," kata Akhmad, salah satu korban. (Knu)

Baca Juga:

Bencana Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Tangerang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Apresiasi Kinerja Yasonna Bawa Buronan Dari Serbia
Indonesia
DPR Apresiasi Kinerja Yasonna Bawa Buronan Dari Serbia

Lembaga penegak hukum dapat menyelesaikan proses peradilan terhadap Maria Pauline Lumowa dan menuntaskan kasus ini secara menyeluruh.

Update COVID-19 DKI Selasa (5/5): 4.641 Kasus Positif, 650 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Selasa (5/5): 4.641 Kasus Positif, 650 Pasien Sembuh

"Dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 414 orang," kata Ani

Jadwal Commuter Line Kembali Normal Sore Ini
Indonesia
Jadwal Commuter Line Kembali Normal Sore Ini

Dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04:00 hingga 24:00 WIB.

Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan
Indonesia
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan

Gugatan praperadilan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

305 Pedagang Positif, IKAPPI DKI Kritik Pasar Jaya
Indonesia
305 Pedagang Positif, IKAPPI DKI Kritik Pasar Jaya

Sudah sebanyak 45 pasar yang ditutup sementara akibat penyakit corona.

2 Ribu Lebih Warga Jakarta Meninggal Akibat Corona
Indonesia
2 Ribu Lebih Warga Jakarta Meninggal Akibat Corona

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.635 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.776 orang melakukan self isolation di rumah,” paparnya.

 Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual
Indonesia
Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual

"Isu yang paling mudah dimainkan lainnya adalah persoalan politik dinasti dan itu penting," katanya

[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19

Dalam pembuatan antiseptik dari daun sirih juga perlu memerhatikan ukuran, dosis dan konsentrasi secara tepat, sehingga tidak menimbulkan resistensi.

Usut Suap dan Gratifikasi Rp46 M, KPK Periksa Anak Nurhadi
Indonesia
Usut Suap dan Gratifikasi Rp46 M, KPK Periksa Anak Nurhadi

Rizqi akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Ketua Bawaslu Ungkap Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye
Indonesia
Ketua Bawaslu Ungkap Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye

Ketua Bawaslu, Abhan menyatakan, seluruh pihak harus mewaspadai pelibatan anak dalam kampanye Pilkada Serentak 2020.