Di Balik Sosok Perempuan Alfa Perempuan Alpha lebih percaya diri (Foto: pixabay)

MASYARAKAT memandang perempun sebagai mahluk lemah. Karena itulah, mereka tidak bisa dibebani pekerjaan berat. Sedikit saja pekerjaan ringan yang dapat dipertanggungjawabkan perempuan.

Laki-laki lebih diharuskan memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada perempuan. Terutama berperan sebagai kepala keluarga. Pekerjaan berat biarlah dikerjakan pria sementara perempuan fokus mengurus rumah tangga.

Lantas, bagaimana jika pandangan tersebut bisa berlaku sebaliknya? Perempuan tidak lagi dianggap lemah, mereka setara dengan pria. Terlebih hasil kerja yang dilakukan perempuan bisa lebih baik daripada laki-laki.

Seperti dilansir Go Dok, ada momen-momen tertentu sifat maskulin perempuan terlihat. Pada momen itu, akan terlihat sisi sebagai perempuan alfa, alias pribadi yang mampu memengaruhi ornag lain hingga menjadi pemimpin dalam berbagai situasi.

Berikut momen saat sisi perempuan alfa terlihat.

Muncul Keresahan

Sisi maskulin memang dimiliki, tapi perempuan tetaplah perempuan. Sifat feminin tidak akan pernah lepas. Akan tetapi pastinya Anda pernah menemui perempuan yang kuat. Tidak selalu secara fisik tapi secara pribadi.

Perempuan ini menjadi pemimpin di sebuah organisasi. Bahkan bekerja di bidang pekerjaan yang identik dengan pria, seperti misalnya pertambangan. Tanpa disadari laki-laki merasa minder saat menemukan peremupan dengan kepribadian tersebut.

Awalnya perempuan akan bangga dengan sikap seperti ini. Hingga akhirnya ia merasakan ada yang salah saat tidak ada lelaki yang mendekatinya. Hal ini juga mmebuatnya ragu menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Perempuan Alpha dan Beta

Istilah alpha dan betha menggambarkan sosok perempuan yang berbeda. Hanya sedikit orang yang tahu akan hal ini.

Alpha menggambarkan perempuan dengan pribadi yang kuat, dapat mempengaruhi orang lain. kemampuan yang dimanfaatkan juga bisa membuatnya memimpin orang lain. Sehingga berujung dengan rasa lebih baik dari perempuan lain.

Sementara beta bertolak belakang dengan alpha. Mereka lebih cenderung mendengarkan orang lain dan memberikan dukungan.

Sayangnya perempuan beta akan cenderung lebih pasif, meskipun tidak sampai terlalu kaku. Pada intinya alpha dan beta akan saling berhubungan.

Perempuan alpha akan sangat merasa nyaman mengingat dirinya kuat. Akan tetapi perempuan alpha tetap memiliki kelemahan pada dirinya. Kelemahan ini akan mengantarkan perempuan menjadi beta, agar memberikan kenyamanan berinteraksi dengan orang lain.

Ketika Alpha dan Beta Bertemu

Bagaimana jika alpha dan beta bertemu? Meskipun perempuan menjad alpha, tetap saja ia menginginkan sosok lelaki yang lebih kuat darinya.

alpha dan beta juga berlaku terhadap lelaki. Pertemuan perempuan alpha dengan lelaki alpha kemungkinan besar akan berujung dengan konflik. Keduanya sama-sama tidak mau kalah.

Akan tetapi pertemuan sesama alpha bisa saja berjalan baik asalkan pria alpha tersebut memiliki kecendrungan alpha yang lebih tinggi. Sehingga perempuan akan merasa rela jika dipimpin dengan lelaki alpha tersebut.

Di satu sisi ada pendapat mengatakan lebih baik perempuan alpha bertemu dengan lelaki beta. Pasalnya lelaki beta akan lebih bijaksana menerima dan memberi dukungan perempuan alpha yang kuat.

Tapi perkara ini tidak selalu mulus. Bisa jadi perempuan alpha yang bertemu dengan lelaki beta. Sebab perempuan alpha akan merasa jenuh dengan lelaku beta yang hanya begitu-begitu saja.

Sehingga lelaku beta akan merasa tidak sanggup pula untuk mengimbangi perempuan alpha. Hanya sebagian yang berhasil menjalin hubungan seperti ini.

Ingin mandiri tapi tetap bergantung

Banyak perempuan yang tidak memikirkan kehadiran lelaki untuk membantunya menggapai impian. Meeka berusaha menjadi pribadi yang tangguh untuk menghadapi segala rintangan di depan.

Nyatanya meskipun mandiri perempuan tetap merasa bergantung. Bukan berarti menyerahkan sepenuhnya kepad lelaki. Hanya saja perempuan membutuhkan dukungan dari lelaki.

Sosok lelaki yang diidamkan perempuan juga bisa menjadi tempat perempuan bersandar dan berbagi keluh kesah. Sehingga meskipun mandiri, perempuan tetap membutuhkan pria yang selalu ada untuk menopangnya.

Kesimpulannya perempuan memiliki kesetaraan yang sama dengan lelaki. Mereka bisa mengerjakan pekerjaan yang sama dikerjakan dengan lelaki. Namun dibalik perempuan alpha, tetap membutuhkan sosok lelaki yang selalu ada untuk membantunya. (Ikh)

Baca juga artikel terkait lainnya di sini

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH