Dianggap Tidak Netral, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw

MerahPutih.com - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mencopot Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri. Pasalnya, kedua pejabat Polri itu dianggap tidak mampu menjaga netralitasnya sebagai anggota kepolisian di Pilkada 2018.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, setelah Kapolri Tito Karnavian mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin, karena diduga tidak netral dalam Pilgub Maluku.

"Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri sudah melanggar Pasal 4 dan Pasal 6 tentang 13 Pedoman Netralitas Polri Dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang dikeluarkan Kapolri Tito Karnavian pada 16 Januari 2018,” ujar Neta dalam rilisnya di Jakarta, Senin (25/6)

Dalam Pasal 4 disebutkan, lanjut Neta, anggota Polri dilarang menghadiri, menjadi pembicara/narasumber pada kegiatan deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan politik, kecuali di dalam melaksanakan pengamanan yang berdasarkan surat perintah tugas.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw

"Sedangkan Pasal 6 menegaskan, anggota Polri dilarang melakukan foto bersama dengan pasangan calon kepala/wakil kepala daerah/caleg,” jelasnya.

Kata Neta, Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri, kedua pejabat Polri itu melakukan pertemuan dengan tokoh dan kader partai yang sama, yakni PDIP. Kapolda Sumut hadir dalam acara PDIP dan foto bersama serta menunjukkan dua jari.

Apa yang dilakukan pejabat Polri itu jelas jelas melanggar 13 Pedoman Netralitas Polri yang dikeluarkan Kapolri. IPW berharap Kapolri bersikap tegas dan konsisten pada Pedoman yang sudah dikeluarkannya agar sebagai pimpinan tidak dilecehkan bawahannya

"Sikap tegas itu adalah dengan cara mencopot Kapolda Sumut dan menggantikannya dengan pejabat kepolisian yang mampu menjaga netralitasnya," tegasnya.

Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri

Dalam kondisi apa pun Polri harus tetap profesional dan mampu menjaga netralitasnya. Tujuannya agar masyarakat percaya pada Polri dan tidak terjadi benturan di akar rumput akibat pemihakan Polri dalam Pilkada. Sikap tegas dan konsisten Kapolri diperlukan agar bawahannya tidak seenaknya bermain politik praktis untuk kepentingan sesaat yang sangat merugikan Polri secara jangka panjang.

"IPW mengimbau semua pihak agar mau menjaga profesionalisme dan netralitas Polri dan jangan menyeret nyeret Polri kepada kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok yang pragmatis," pungkasnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH