Dianggap Tabrak UU Pemilu, Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bawaslu Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar (tengah). Foto: MP/Fadhli

MerahPutih.Com - Advokat Pendukung Prabowo, Hanfi Fajri melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samodro ke Bawaslu RI karena mengajak warganya untuk tidak memilih Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menurut Fajri, tindakan Seno Samudro yang juga kader PDI Perjuangan itu merugikan pasangan Prabowo-Sandi dan bertentangan dengan aturan terkait pejabat publik.

"Diduga tindakan yang dilakukan Bupati Boyolali Seno Samodro yang merupakan pejabat negara telah melakukan tindakan mengajak masyarakat Boyolali untuk tidak memilih Bapak Prabowo," ujar pelapor, Advokat Pendukung Prabowo, Hanfi Fajri, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (5/11).

Para komisioner Bawaslu RI
Para komisioner Bawaslu RI saat menerima laporan pelanggaran kampanye (MP/Fadhli)

Lebih lanjut, Hanfi Fajri mengungkapkan Prabowo dirugikan dengan ucapan yang dinilai provokatif dari seorang pejabat publik saat acara kampanye di dalam ruangan itu.

Bupati Boyolali diduga melanggar Pasal 282 juncto Pasal 306 juncto Pasal 547 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Selain itu, Hanfi akan melaporkan Bupati Boyolali ke Bareskrim Polri karena dalam pidatonya menyebut Prabowo dengan umpatan nama untuk jenis binatang anjing dalam Bahasa Jawa.

"Untuk mewujudkan adanya pemilu yang jujur, bersih, adil dan bermartabat, maka dengan ini melaporkan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu," ucap Hanfi sebagaimana dilansir Antara.

Ada pun dugaan pelanggaran oleh Bupati Boyolali dalam kampanye di ruangan tersebut dilakukan di Kabupaten Boyolali pada 4 November 2018.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kunjungi Kantor Sinode Gereja Masehi Injil di Minahasa, Ini Janji Sandiaga Uno



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH