Dianggap Sebagai Dalang Perpisahan, Seorang Pria Hapus Aplikasi Ini Seorang pria mendelete aplikasi perjalanan karena kesal. (Foto: Pexels/MOHI SYED)

BAGI sejoli yang sedang memadu kasih LDR (long distance relationship) merupakan momok menakutkan. Para pejuang LDR - begitu sebutan bagi mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh - harus menahan rindu lanraran tak bisa bertemu kekasih. Sebagian bisa menerimanya dan menjalani aktivitas seperti biasa untuk mengalihkan pikiran, namun sebagian lainnya justru dihinggapi perasaan rindu dan galau.

Mereka yang didera rasa rindu biasanya mencurahkan isi hatinya kepada sahabat atau melalui sosial media. Namun berbeda dengan pemuda bernama Teguh Ramdhani. Kerinduan akan kekasihnya yang kini berada di Kalimantan ia curahkan kepada aplikasi perjalanan, Traveloka.

aplikasi traveloka
Chat pria yang ditinggalkan pacarnya pulang. (Foto: screenshot Traveloka)

Ia mengaku benci dengan aplikasi tersebut lantaran aplikasi tersebut memudahkan kekasihnya pulang ke Kalimantan dan meninggalkan ia sendirian di Pulau Jawa. "Saya benci aplikasi ini. Langsung saya uninstall. Aplikasi ini membuat kekasih saya bisa pulang ke Kalimantan dan itu benar-benar membuat saya sedih tanpa dia di Jawa," demikian pembukaan yang ditulis Teguh kepada pihak Traveloka.

Dalam komentar tersebut, dirinya bercerita bahwa setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama sepulang kerja. Namun kini tak lagi lantaran kekasihnya telah kembali ke Kalimantan. Tak mampu menahan kerinduan, ia pum memutuskan menyampaikan kepada pihak Traveloka, yang dianggap telah memisahkannya. Layaknya pujangga, ia tak segan menunjukkan kegalauannya dengan menuliskan kata-kata yang puitis.

"Saat ini selalu terngiang tawa kecilnya yang membuat hati bahagia. Pelukannya yang hangat. Genggaman tangannya yang halus. Senyumnya yang manis. Kepadanyalah cinta dalam hati ini tumbuh begitu cepat," tulis Teguh.

cewek bawa koper
Kemudahan menggunakan aplikasi perjalanan semakin meluas. (Foto: Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)

Di akhir kalimat, ia menyatakan protes terhadap eksistensi aplikasi tersebut.

"Kenapa aplikasi ini harus ada? Kenapa? Jahat!!" serunya. Tulisannya tersebut sontak menjadi viral. Banyak orang yang menyampaikan rasa simpatik kepadanya.

Komentar tersebut akhirnya mengundang reaksi pihak Traveloka. Curahan hati Teguh mendapat respon dari pihak Traveloka. Tak hanya luapan kerinduan bernada puitis Teguh yang mendapat sorotan, respon dari pihak Traveloka juga menarik perhatian. Admin Traveloka yang membalas pesan Teguh seolah berperan sebagai dokter cinta.

"Cinta itu tidak terbatas jarak," balas pihak Traveloka. Pihaknya menyarankan Teguh untuk kembali menginstall aplikasi tersebut dan menyusul pacarnya. Traveloka bahkan menawarkan kemudahan melalui sistem pembayaran PayLater atau membayar dengan cara mengangsur.

tiket uang
Tiket fisik sudah mulai ditinggalkan. (Foto: Pexels/Torsten Dettlaff)

"Atau, beli paket data untuk video call tiap malam jika belum sempat ke Kalimantan," ujar pihak Traveloka.

Peran dokter cinta semakin tampak di kalimat penutup balasan komentar Teguh.

"Jangan menyerah mengejar cinta anda! Traveloka dulu. Bertemu kekasih kemudian," begitu nasihat aplikasi perjalanan tersebut untuk Teguh.

Cara Traveloka menjadi dokter cinta mungkin menjadi langkah tepat untuk kontak langsung dengan konsumen sekaligus memahami kegalauan konsumen. Bagaimana ya kira-kira pertemuan dua sejoli tersebut? (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH