Dianggap Hina TNI, Aktivis Robertus Robet Ditangkap Polisi Dosen Sosiologi UNJ, Robertus Robet (Foto: YouTube)

MerahPutih.com - Aktivis Robertus Robet ditangkap polisi, Kamis (7/3) dini hari. Dosen sosiologi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), itu ditangkap karena dianggap melanggar UU ITE ketika bernyanyi dalam Aksi Kamisan di Monas, Jakarta (28/2).

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani, mengatakan pihak kepolisian mendatangi rumah Robet, sekitar pukul 00.15 WIB dan membawanya ke Mabes Polri untuk proses penyidikan.

Robertus Robert

"Polisi beralasan mempercepat proses penyidikan karena takut terulangnya tekanan tentara dalam kasus pembakaran kantor polisi di Ciracas," kata Yati dalam keterangan tertulis, Kamis (7/3).

Menurut surat dari kepolisian, lanjut Yati, Robet dijerat dengan UU ITE atas orasinya di Aksi Kamisan 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

Dalam orasinya ia menyanyikan satu lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa gerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI yang telah dibubarkan pada era reformasi.

"Penangkapan ini tidak hanya menunjukan pelanggaran hak kebebasan berekspresi dan berpendapat, namun membuktikan bahwa praktik pembungkaman ala Orde Baru masih terjadi," tegas Yati.

Nyanyian yang dipermasalahkan adalah penggalan dari lagu Mars ABRI (sekarang TNI) yang populer di kalangan aktivis reformasi 1998.

Robertus Robet

Liriknya begini: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia / tidak berguna / bubarkan saja / diganti Menwa (Resimen Mahasiswa) / kalau perlu diganti Pramuka.

Sebelum bernyanyi itu, Robet terlebih dulu bilang: “untuk hari ini saya mengajak semua teman-teman muda di sini untuk mengingat satu lagu tahun 1998, ketika reformasi digulirkan.” (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH