Sempat Dicap Cuma Gertak Sambal, Reshuffle Kabinet Diprediksi Sudah Dekat Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Reshuffle Kabinet diprediksi akan tetap dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski wacana sempat menghilang dan dianggap hanya gertak sambal, Presiden diyakini saat ini hanya sedang melakukan kalkulasi politik siapa anggota kabinet yang bakal terdepak.

"Ini hanya menunggu momentum yang tepatnya. Kinerja para menteri belum maksimal karena publik belum merasakan dampak signifikan dari program yang dibuat Pemerintah. Maka tidaklah heran kalau kita melihat bahwa Jokowi terlihat kesal dan marah,” kata Pengamat Politik Wempy Hadir, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/7).

Baca Juga

Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

Menurut dia, Jokowi sebetulnya sudah mengantongi nama-nama yang akan dicopot dan diganti oleh sosok yang memiliki kemampuan eksekusi seluruh program yang dicanangkan saat kampenya 2019 lalu. Alasannya, lanjut dia, situasi pandemi virus Corona jadi argumentasi Jokowi mencari sosok yang cepat dan cekatan dalam eksekusi program.

Wempy melihat perombakan kabinet yang tak kunjung terealisasi karena saat ini Kepala Pemerintahan ini masih berada dalam bayang-bayang koalisi partai pendukung. Imbasnya, kata dia, dalam melakukan perombakan kabinet Jokowi tidak bisa otonom dan harus terlebih dahulu melakukan komunikasi politik.

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)

“Pengaruh partai koalisi masih sangat besar dalam pemerintahan Jokowi. Kita tahu parpol koalisi juga melakukan manuver politik ketika Jokowi merencanakan reshuffle kabinet,” tutur Direktur Indo Polling Network itu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani menilai, ancaman reshuffle kabinet yang dilontarkan Presiden Jokowi hanya sebatas omong kosong, karena hingga kini ancaman tersebut belum terealisasikan.

"Sesuai dengan pernyataan presiden Jokowi 18 Juni lalu, maka harus dilakukan perombakan kabinet. Jangan sekadar mengancam, tapi reshuffle kabinet harus segera dilakukan. Jangan omong doang,” kata Dian Cahyani kepada awak media.

Baca Juga:

Petinggi Parpol tidak Senang dengan Ancaman Reshuffle

Presiden Jokowi, lanjut Dian, harus menepati janjinya untuk melakukan reshuffle terhadap menteri yang dinilai gagal menjalankan tugasnya. Jika tidak, performa kinerja pemerintah akan menurun di masa pandemi ini.

"Beberapa menteri ada yang tenggelam tidak tahu bagaimana kelanjutan program kerja-nya, presiden Jokowi harus benar-benar tegas. Jangan pencitraan aja mau resuffle,“ tutur Dian.

"Sebaliknya, jika presiden melakukan reshuffle akan mendapatkan simpati masyarakat yang sedang kesal dengan kinerja para menterinya. Reshuffle musti dilakukan atas basis kinerja dan data," tutup magister Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana itu. (Knu)

Baca Juga

Geliat Isu Reshuffle Kabinet dan Restu Partai Politik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Batasi Jam Operasional Moda Transportasi Umum, Warga: Malah Bikin Susah
Indonesia
Anies Batasi Jam Operasional Moda Transportasi Umum, Warga: Malah Bikin Susah

"Ini malah menyusahkan. Saya sudah ngantri sejam tapi belum dapat kereta," kata Aminudin

Pasien Positif COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah 55 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di Wisma Atlet Bertambah 55 Orang

Pasien rawat inap bertambah 106 orang

Jadi Korban 'Pecah Kaca', Dokter Tirta Minta Jangan Dihubungkan dengan Konspirasi
Indonesia
Jadi Korban 'Pecah Kaca', Dokter Tirta Minta Jangan Dihubungkan dengan Konspirasi

Kejadian tidak mengenakan ini dibagikan Tirta dalam akun Instagram resminya

 Ridwan Kamil Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19
Indonesia
Ridwan Kamil Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Pengujian klinis tahap tiga vaksin tersebut membutuhkan 1.600 orang relawan yang berdomisili di Kawasan Bandung Raya.

Jubir PA 212 Klaim Enggak Dengar Ketuanya Suarakan Sweeping WN India
Indonesia
Jubir PA 212 Klaim Enggak Dengar Ketuanya Suarakan Sweeping WN India

Menurutnya, jika benar ada pernyataan Slamet seperti yang diberitakan media, maka itu merupakan pernyataan pribadi dan bukan sikap resmi dari PA 212.

Ternyata, Motif Awal Pelaku Video Hoaks Perkelahian Thamrin Edukasi Bela Diri
Indonesia
Ternyata, Motif Awal Pelaku Video Hoaks Perkelahian Thamrin Edukasi Bela Diri

motif FG sengaja menyebarkan konten hoaks agar masyarakat resah.

3 Hari Operasi, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim Capai Rp133 Juta
Indonesia
3 Hari Operasi, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim Capai Rp133 Juta

Operasi juga menuai 5.390 sanksi sosial serta denda administratif 2.382 kali.

KAI Ubah Stasiun Taman Kota Kalideres Jadi 'Rail Clinic' Korban Banjir
Indonesia
KAI Ubah Stasiun Taman Kota Kalideres Jadi 'Rail Clinic' Korban Banjir

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan Rail Clinic untuk layanan kesehatan bagi pengungsi banjir di sekitar area Stasiun Taman Kota, Jakarta.

27 Vaksin COVID-19 di Dunia Masuki Uji Klinis
Indonesia
27 Vaksin COVID-19 di Dunia Masuki Uji Klinis

Setelah ditemukanya vaksin, tantangan lain adalah memproduksi, mengalokasikan dan mendistribusikan vaksin sehingga bisa diakses seluruh masyarakat dunia.

 Pemerintah Pastikan Tak Pernah Bernegosiasi dengan Arab Saudi Soal Kepulangan Habib Rizieq
Indonesia
Pemerintah Pastikan Tak Pernah Bernegosiasi dengan Arab Saudi Soal Kepulangan Habib Rizieq

"Saya sangat senang bisa bertemu dengan yang mulia Menteri Mahfud. Kita bicara mengenai banyak hal terkait hubungan masa depan antara Arab Saudi dan Indonesia," katanya