Dianggap Bisa Kendalikan Corona, Anies Diminta Tak Perpanjang PSBB Penyediaan wastafel cuci tangan menyambut normal baru di kawasan wisata Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (1/6/2020).(ANTARA/HO-UPK Kota Tua)

MerahPutih.com - Anggota DPRD Fraksi Gerindra DKI Jakarta Wahyu Dewanto menilai Pemprov DKI sudah siap menerapkan kenormalan baru dengan tidak melanjutkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut dia, jika PSBB dilanjutkan Gubernur Anies, maka harapan untuk warga DKI akan musnah.

Baca Juga:

Anies Diminta Gerindra Tak Perpanjang PSBB, Alasannya Bisa Bikin Warga Stres

"Jadi selama ini positif banyak terus meningkat terus meningkat tapi tidak bisa dikendalikan jauh lebih berbahaya. Nah Jakarta alhamdulillah menurut hemat kami dari data-data yang kami baca setidaknya sudah bisa mengendalikan," kata Wahyu di Jakarta, Selasa (2/6).

Warga memilih mainan tanpa menjaga jarak di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Warga memilih mainan tanpa menjaga jarak di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Saat ini, tegasnya, perpanjangan PSBB tidak hanya berdampak pada terjadinya krisis ekonomi, tapi krisis sosial juga. Dia memastikan, Jakarta telah mengalami krisis ekonomi sejak PSBB diterapkan.

"Dampak sosial harus diperhatikan juga. Jadi dampak sosial dengan ekonomi sekarang sudah berada. Kalau dibilang krisis ekonomi, sekarang lagi krisis. Tapi sosialnya bagaimana, tingkat kriminalitas bagaimana, itu mesti dipikirkan. Nah harusnya Pemprov itu berfikir yang lebih efektif, yang lebih inovatif," tegasnya.

Baca Juga:

MUI Sebut Tak Sah Salat Jumat Dibagi Dua Gelombang

Di samping itu juga, anggota Komisi B DPRD DKI ini menuturkan penerapan PSBB selama tiga tahap itu berdampak terhadap psikologi masyarakat. Selama ini, ungkapnya, masyarakat hanya disuguhkan data-data fluktuatif terkait penyebaran COVID-19 di ibu kota.

"Coba dibuka komponennya apakah sisi yang kena positif Covid-19 itu dari penduduk Jakarta atau memang dari pendatang. Jadi seolah-olah sekarang Jakarta memang paling tinggi betul, tapi dilihat bagaimana kesiapannya Jakarta. Baik rumah sakitnya, kesiapan testnya semua segala macem," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Viral Bukit Bandawasa Dipenuhi Wisatawan, Begini Respons Gugus Tugas COVID-19

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH